-->

Aktifis Brebes Soroti Proyek Perbaikan Jalan Nasional Pantura

SuaraCianjur.com
Kamis, 25 November 2021, 01.33 WIB Last Updated 2021-11-24T18:33:35Z
 

SUARA CIANJUR ■ Sejumlah ruas jalan pantura saat ini dalam pelaksanaan peningkatan jalan, di Brebes lokasi perbaikan terdapat di KM 188 dan KM 183, sudah hampir selesai hanya menyisakan penambahan pengurugan sisi jalan atau barem.

Perbaikan yang di rencanakan rampung pada Desember mendatang ternyata menjadi sorotan warga.

Mereka menilai jika pelaksanaan proyek yang dibiayai negara tersebut dianggap menyalahi SOP.

Seperti yang disampaikan GMBI Brebes, Willy warga Pakijangan Brebes. 

"Terkait kualitas perbaikan jalan, dimana dari hasil survey di lapangan banyak didapati cor beton jalan yang retak-retak. Diduga kualitas kontruksi beton jalan Pantura tersebut kurang memenuhi standar spesifikasi, dan di lokasi para pekerja juga kurang mengutamakan K3 standar keselamatan dan standar prokes," ujar Willy yang juga Ketua LSM GMBI KSM Brebes.

Dikatakanya juga bahwa untuk penggunaan material Agregat yang ada di lapangan diduga kurang sesuai dengan Spesifikasi, dan dari limbah aspal jalan juga di duga di perjual belikan oleh Oknum dengan Harga per truck/Dam kisaran  Rp.300.000 Hinga Rp.500.000, hal ini menurutnya jelas pelanggaran.

"Namun diduga terkesan seperti ada pembiaran dari pihak pengawasan PUPR dalam hal ini PPK 01 Tegal," tegasnya.

Willy juga menilai akibat kegiatan proyek, bangunan perkantoran yang ada di sisi jalan semakin rendah. Dan pada saat hujan turun, lokasi tersebut menjadi genangan air.

"Karena ada kegiatan proyek Betonisasi peninggian jalan nasional, akibatnya bangunan perkantoran yang ada di sisi jalan semakin rendah. Dan pada saat hujan turun, lokasi tersebut menjadi genangan air,” jelas Willy.

Hal senada di sampaikan oleh Darisman, aktivis komunitas Ndasmumet kabupaten Brebes, pada Selasa (23/11/2021).

Darisman mengatakan, terkait peninggian jalan pantura tersebut menurutnya kurang mempertimbangkan dampak lingkungan, Yang akibatnya, beberapa rumah dan perkantoran serta fasilitas publik di wilayah perkotaan Brebes tergenang banjir.

Yang di duga akibat lajunya air yang tidak bisa mengalir lancar ke saluran buangan.

 “Karena ada proyek Betonisasi peninggian jalan nasional Pantura, akibatnya bangunan perkantoran yang ada di sisi jalan semakin rendah. Dan pada saat hujan turun, lokasi tersebut menjadi genangan air,” jelas Darisman.

Hingga saat ini, belum ada keterangan pihak terkait. (AS/RN)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru