-->

Kerugian Bencana Alam Selama November di Kota Sukabumi Capai Rp. 1,7 Miliar

SuaraCianjur.com
Minggu, 21 November 2021, 23.56 WIB Last Updated 2021-11-21T16:56:07Z

SUARA CIANJUR ■ Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat pada November 2021, terjadi bencana alam puluhan kali menerjang 7 kecamatan, diantaranya banjir dan longsor.

"Seperti diketahui, terutama pada pekan pertama dan kedua di bulan November ini Kota Sukabumi diterjang bencana banjir dan tanah longsor di puluhan lokasi," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, pada Minggu (21/11).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditafsir mencapai kurang lebih Rp. 1,7 miliar.

"Kerugian sekitar kurang lebih Rp.  1.777.122.850 yang berasal dari jenis kejadian utama yaitu banjir kurang lebih Rp. 697.500.000, disusul kejadian Cuaca Ektstrem  kurang lebih Rp. 167.750.000, kemudian longsor mencapai kurang lebih Rp. 911.872.850," ujarnya.

Sementara itu, belum lama ini Walikota Sukabumi Achmad Fahmi resmi meneken keputusan tentang keadaan siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor, dengan nomor 188.45/344 BPBD/2021. Tujuannya, agar penanganan bencana bisa cepat, tepat, dan terpadu  sehingga apabila terjadi bencana dan mengakibatkan dampak, dapat diminimalisir.

"Status Keadaan Siaga Darurat Bencana Banjir dan Bencana Tanah Longsor di Kota Sukabumi terhitung sejak tanggal 15 November 2021 sampai dengan 30 April 2021," bunyi diktum pertama dari keputusan tersebut.

Dengan berlakunya keadaan siaga darurat, BPBD harus mengomandoi pelaksanaannya secara kolaboratif dengan perangkat daerah. Hal ini terlihat dalam diktum kedua yang berbunyi.

"Selama dalam Status Keadaan Siaga Darurat sebagaimana dimaksud pada diktum kedua, BPBD dan perangkat daerah yang dalam pelaksanaan tugasnya berkaitan dengan penanggulangan bencana melaksanakan upaya kesiapsiagaan keadaan siaga  darurat untuk meminimalkan dampak dari bencana banjir dan tanah longsor melalui penanganan yang cepat tepat dan terpadu sesuai peraturan perundangan-undangan," bunyi diktum kedua dari keputusan tersebut.

Mengenai pembiayaan selanjutnya diktum ketiga menerangkan biayanya dibebankan pada APBD Kota Sukabumi dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

"Biaya untuk pelaksanaan kelancaran tugas sebagaimana diktum kedua, dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat," bunyi diktum ketiga dari keputusan tersebut.

Diterbitkannya keputusan didasarkan pada dua hal, pertama terjadinya kejadian cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi pada bulan  November 2021 yang diperkirakan sampai dengan bulan April 2022, dan kedua tindak lanjut hasil rapat koordinasi dengan BNPB tentang  kesiapsiagaan menghadapi La Nina pada 4 November 2021. 

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru