Carut Marut Data PIP di SMK Bustanul Ulum, Diduga Siswa Putus Sekolah Tercatat Sebagai Penerima Manfaat Program Indonesia Pintar

suaracianjur.com
Februari 09, 2026 | 13:35 WIB Last Updated 2026-02-09T06:37:40Z
Foto: Dok. (Rafli) Carut Marut Data PIP di SMK Bustanul Ulum, Diduga Siswa Putus Sekolah Tercatat Sebagai Penerima Manfaat Program Indonesia Pintar 

SUARA CIANJUR | MANDE - Setelah mengecek data penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) di aplikasi Sipintar, para orang tua terkejut melihat nama anaknya tercatat sebagai penerima manfaat PIP, padahal anaknya putus sekolah (dropout). Diduga yang mengalami hal serupa bukan satu orang.

Sejumlah nama siswa yang diketahui putus sekolah saat masih di SMP, serta ada yang lulus SMP namun tidak melanjutkan ke jenjang SMK, justru tercatat dalam aplikasi SIPINTAR sebagai penerima bantuan PIP di tingkat SMK. Temuan ini memicu tanda tanya besar terkait transparansi dan validitas data penerima bantuan pendidikan.

Para orang tua siswa mempertanyakan hal tersebut, karena nama anak mereka tercatat sebagai peserta didik aktif sekaligus penerima bantuan, padahal kenyataannya tidak bersekolah di SMK Bustanul Ulum.

Lisna (36), warga Kampung Pawati RT. 03 RW. 04, Desa Mekarjaya, mengungkapkan anaknya, Salma Setiawati, tidak pernah bersekolah di SMK Bustanul Ulum. Bahkan, anaknya sudah putus sekolah sejak duduk di kelas 8 SMP.

" Buku tabungan tidak ada. Jangankan buku tabungan, anak saya tidak sekolah ke SMK Bustanul Ulum. Anak saya putus sekolah waktu duduk di bangku SMP kelas 8,” ujarnya saat diwawancarai, Sabtu (7/2/2026).

Ia juga mengaku tidak pernah menerima bantuan PIP, meski dalam data SIPINTAR anaknya tercatat sebagai penerima bantuan pada tahun 2022 dan 2023 saat di SMP, serta tahun 2025 di tingkat SMK.

" Anak saya tidak pernah mendapatkan bantuan PIP, baik waktu di SMP apalagi SMK. Anak saya juga putus sekolah waktu kelas 8,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Masyanah (69), warga Kampung Pawati RT. 02 RW. 04, Desa Mekarjaya. Ia mengatakan anaknya, Muhamad Gugun Maulana, hanya lulus dari SMP Bustanul Ulum dan tidak melanjutkan ke SMK, namun namanya tercatat sebagai penerima bantuan PIP hingga tahun 2025.

" Buku tabungan (Simpel) ada di sekolah. Anak saya cuma lulus sampai SMP Bustanul Ulum, tidak melanjutkan ke SMK,” ujarnya.

Ia menambahkan, anaknya tercatat sebagai penerima bantuan PIP sejak tahun 2021 hingga 2025. Namun, selama di SMP, bantuan yang diterima hanya dua kali.

" Waktu di SMP pernah dapat dua kali itupun di sekolah. Tapi anehnya, di data anak saya dapat juga bantuan PIP di SMK tahun 2025, padahal tidak melanjutkan ke SMK,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala SMK Bustanul Ulum, Ida Farida, S.Pd., saat ditemui awak media di lingkungan sekolah pada Senin (9/02/2026), memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut. Wawancara dilakukan di teras kantor sekolah.

Ida menyatakan bahwa penyaluran PIP di SMP maupun SMK selama ini berjalan dengan baik dan tidak ada masalah.

" Masalah PIP di SMP maupun SMK baik-baik saja, tidak ada masalah terkait PIP. Dan soal siswa fiktif, itu selalu disalurkan haknya seperti yang dari Kecamatan Cilaku,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, apabila memang ditemukan adanya data siswa fiktif, pihak sekolah siap menindaklanjutinya secara musyawarah.

" Kalau memang ada siswa fiktif SMK di wilayah sini, suruh saja datang ke sekolah. Kita musyawarahkan, kita kembalikan saja haknya. Jadi kalau memang ada temuan terkait PIP, baik SMP maupun SMK, ayo kita musyawarahkan. Jangan sampai hal ini mencuat dan ramai diketahui publik. Sekali lagi, ayo kita sama-sama saling bantu antara media dengan pihak sekolah, jangan dulu menjadi ramai,” pungkasnya.

Rafli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Carut Marut Data PIP di SMK Bustanul Ulum, Diduga Siswa Putus Sekolah Tercatat Sebagai Penerima Manfaat Program Indonesia Pintar

Iklan