SUARA CIANJUR | CUGENANG - Sepekan setelah beredarnya video amatir tentang isu lontong berisi daging ayam yang diduga basi. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Gasol akhirnya buka suara, menurutnya lontong yang beredar dalam video tersebut bukan hasil masakan dapur SPPG.
" Untuk lontong isi ayam itu kami membelinya dari UMKM. Namun demikian, kami tidak lepas tangan dan tetap bertanggung jawab atas kejadian ini, kedepan kami akan lebih selektif dalam memilih produk serta melakukan evaluasi terhadap mitra," ungkap Arif Saefulloh selaku Kepala SPPG, Senin (15/12/2025).
Arif juga menjelaskan bahwa lontong atau buras termasuk dalam kategori MBG sebagai sumber karbohidrat.
" Untuk sasaran balita, kami fokuskan pada anak usia 2 tahun ke atas, sesuai data yang kami terima dari para kader," katanya.
Terkait pengawasan makanan yang dibagikan, Arif menyebut pihaknya telah melakukan pengecekan, namun mengakui masih terdapat keterbatasan dalam memprediksi kondisi makanan.
" Kami sudah melakukan pengecekan, namun kejadian seperti ini memang sulit diprediksi kami memohon maaf kepada pihak yang dirugikan dan akan berupaya melakukan yang terbaik agar tidak terulang," ujarnya.
Klarifikasi permasalahan tersebut dihadiri Forkopimcam Cugenang, Kepala Desa Gasol, dan Perwakilan dari masyarakat.
Menanggapi permasalahan tersebut Camat Cugenang Ali Akbar mengatakan, pihaknya tetap menekankan perlunya evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
" Sudah kami sampaikan, dan dari pihak kepala desa juga telah memberikan penjelasan, tadi juga dihadirkan kepala SPPG, ini akan menjadi bahan evaluasi ke depan agar tidak terjadi lagi kasus yang dapat menimbulkan dampak serius, seperti keracunan," ucapnya.
" Apabila Kejadian serupa kembali terjadi dan terbukti menyebabkan keracunan, maka dapat dikenakan sanksi sesuai prosedur BGN, dapur bisa dibekukan sementara sambil dilakukan evaluasi dan uji laboratorium, bahkan dalam kondisi tertentu sanksinya bisa sampai penutupan," terangnya.
(Joy)