SUARA CIANJUR | WARUNGKONDANG - Agus Wawan orang tua dari Seira Aprilianti warga Kp. Cilenjang RT. 02/05 Desa Sukamulya Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur tidak terima nama anaknya dicatut SMP Puncakwangi yang berada di Kecamatan Cibinong Cianjur Selatan.
Agus dengan tegas mengatakan bahwa anaknya mendaftar dan lulus di salah satu MTs di Kecamatan Warungkondang, ia merasa kesal data anaknya di pakai SMP Puncakwangi tanpa seizin dirinya.
" Saya tidak pernah mendaftarkan anak saya di SMP Puncakwangi, anak saya didaftarkan dan lulus di MTsN V Cianjur," tandasnya nampak kesal, Senin (9/3/2026).
" Bagaimana semua ini bisa terjadi, saya ingin permasalahan ini diungkap sejujurnya," tegasnya.
Darimana Pak Agus mengetahui bahwa Seira Aprilianti (Anaknya- red) tercatat sebagai peserta didik di SMP Puncakwangi Cibinong, mengingat jarak Kecamatan Warungkondang dan Kecamatan Cibinong Cianjur Selatan sangat jauh? tanya awak media.
" Kami mengecek data penerima manfaat PIP melalui aplikasi sipintar, di aplikasi nama anak saya tercatat sebagai penerima manfaat PIP di SMP Puncakwangi Cibinong," jawabnya.
Bagaimana Pak Agus bisa yakin bahwa nama Seira Aprilianti yang muncul di aplikasi sipintar adalah anak Bapak? Kan bisa saja ada nama yang sama dengan nama anak Bapak? kejar awak media.
" Nama yang sama itu mungkin, kenapa saya yakin yang muncul di aplikasi sipintar adalah anak saya, karena ketika akan mengecek terlebih dahulu memasukan nomor NISN dan NIK anak saya," terangnya.
Selanjutnya ia menginginkan agar permasalahan data pribadi anaknya diungkap sejujur- jujurnya, ia dengan tegas tidak mempermasalahkan besaran dana bantuan PIPnya.
" Saya menginginkan ini semua diungkap sejujur-jujurnya, bagaimana kok bisa begini? Bukan masalah besar kecil uang bantuannya, ini sebenarnya bagaimana kok bisa seperti ini? Siapa yang melakukannya, hingga terjadi seperti ini?," ucapnya.
" Sekali lagi saya tegaskan, tidak pernah mendaftarkan anak saya Seira Aprilianti ke SMP Puncakwangi, saat lulus SD dia di daftarkan dan disekolahkan hingga lulus di MTsN 5 Bayubud, lha kok bisa anak saya muncul terdaftar di SMP Puncakwangi Cibinong?," katanya penuh tanya.
Hendak dikonfirmasi dikantornya, Irfan Sopandi Plt. Kabid SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur kebetulan sedang tidak ada ditempat, menurut Staffnya yang bersangkutan sedang keluar.
" Nuju teu araya, nuju kalaluar," ucap Staffnya menggunakan bahasa daerah.
Selanjutnya awak media menghubungi Irfan Sopandi Kabid SMP melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp, terkait dugaan data peserta didik fiktif di SMP Puncakwangi Cibinong yang mencatut nama salah satu anak tanpa seizin orang tuanya, melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp ia menjawab pertanyaan awak media dengan singkat:
" Siap ku abdi di cek hela riwayatnya hela kang," jawabnya singkat.
Goesta