| Foto: Dok. (Dang SC) Pendidikan karakter tentang kepedulian sosial tak melulu diajarkan di dalam kelas. Hal itu dibuktikan oleh keluarga besar kelas VI SDN Bunikasih 2, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, yang mengubah pelajaran empati menjadi aksi nyata |
SUARA CIANJUR | WARUNGKONDANG - Pendidikan karakter tentang kepedulian sosial tak melulu diajarkan di dalam kelas. Hal itu dibuktikan oleh keluarga besar kelas VI SDN Bunikasih 2, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, yang mengubah pelajaran empati menjadi aksi nyata.
Perhatian dan kasih sayang tulus terpancar saat wali kelas VI bersama seluruh siswanya berinisiatif menjenguk salah satu teman sekelas mereka yang telah sepekan tidak masuk sekolah karena sakit. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, melainkan metode edukasi langsung untuk menanamkan nilai solidaritas dan kebersamaan kepada peserta didik.
Wali kelas VI, Ibu Eti Kristiani, S.Pd.SD., menegaskan bahwa memantau kehadiran siswa adalah bagian dari tanggung jawab moral seorang pendidik.
" Kebetulan ini sudah seminggu tidak masuk sekolah, kita semua berinisiatif untuk menjenguk" kata Ibu Eti Kristiani S.Pd.SD, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang pertama di mana anak belajar peka terhadap kondisi orang lain.
" Ketika ada siswa yang tidak masuk sekolah kita harus mengetahui kabarnya. Apakah itu sakit atau ada hal lain? Kita cari tahu dulu, jika memang benar sakit, kita jenguk," ungkap Eti.
Nilai kepedulian itu ternyata tumbuh subur di benak para siswa. Antusiasme mereka untuk ikut dalam kegiatan sosial tersebut sangat luar biasa, tanpa paksaan.
Eti mengatakan, adanya kegiatan ini antusiasme murid kelas enam sangat luar biasa.
" Seluruh siswa kelas enam ingin ikut, tak satu pun yang tertinggal. Mereka bilang rindu, ingin bertemu dan menyemangati agar cepat sehat dan bisa belajar bersama lagi," katanya.
Di hadapan siswa yang sakit, Eti juga memberikan pesan edukatif yang menyejukkan, bahwa kesehatan adalah prioritas utama sebelum kembali mengejar ketertinggalan pelajaran.
"Jangan berfikir untuk belajar dulu, yang terpenting sembuh dulu. Ya, pokoknya mudah-mudahan cepat sehat, bisa ikut belajar lagi," tutupnya.
Aksi kecil ini membawa dampak besar. Kehadiran rombongan guru dan teman-teman sekelas membawa sukacita dan menjadi obat semangat tersendiri bagi keluarga.
Orangtua siswa yang sakit pun menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian yang diberikan pihak sekolah.
" Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Guru Eti serta seluruh siswa kelas enam teman sekelas anak saya, yang telah meluangkan waktu untuk menjenguk anak saya" ucap Siti Kuri'a (orang tua siswa).
" Kedatangan mereka menjadi kebahagian bagi keluarga kami. Ini bukti nyata kepedulian, perhatian, dan kasih sayang yang tulus," pungkasnya.
Dari Warungkondang, SDN Bunikasih 2 mengajarkan bahwa sekolah yang baik tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kepekaan sosial dan hati untuk peduli.
Reporter: Dang