Safari Budaya Kang Dedi Mulyadi Di Sambut Ribuan Penggemar Sang YouTuber, Dalam Pidato Sempat Singgung Masalah Buruh Migran

suaracianjur.com
Juli 15, 2023 | 18:15 WIB Last Updated 2023-08-24T08:25:10Z
Suaracianjur.com | Cianjur - Pacet, Safari Budaya (KDM) Kang Dedi Mulyadi, Politisi sekaligus YouTuber konten sosial kemasyarakatan di sambut ribuan massa penggemarnya, Safari Budaya tersebut dilaksanakan di wilayah Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.

Meskipun sebelum acara dimulai sempat diguyur hujan, tetapi animo masyarakat sangat tinggi dengan kehadiran Kang Dedi Mulyadi pada malam kemarin, Jum'at, (14/7/2023) untuk memenuhi janjinya pada warga yang rindu menyaksikan Safari Budaya Kang Dedi Mulyadi bersama rombongan seni musik dan komedian Ohang. Sabtu, (15/7/2023)

Kades Sukanagalih (H.Dudung) dalam sambutannya mengatakan; " KDM adalah sosok inspiratif. Bahkan ia kini banyak belajar dari sosok Dedi Mulyadi untuk lebih baik membangun desa, Ia berharap setiap kehadiran KDM di manapun akan membawa manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya untuk Desa Sukanagalih, tetapi baik untuk Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan Indonesia." tuturnya dalam pidato sambutan

Senada dengan Kades Sukanagalih, Kang Dedi Mulyadi dalam pidatonya menyoroti masalah layanan kesehatan dan masalah sosial lain nya

" Kemajuan suatu daerah harus ada perencanaan dari sekarang, kalau dibiarkan terus tidak akan selesai-selesai, caranya dengan meningkatkan (SDM) sumber daya manusia dan alam, sekolah-sekolah tingkatkan kualitas mutu pendidikan nya, begitupun dengan industri." urainya

Lanjut Kang Dedi Mulyadi; "Dalam pelayanan kesehatan misalnya, kita perbaiki dan benahi dari segi administrasi, dasarnya identitas diri KTP/KK selanjutnya periksa kepesertaan BPJS nya masih aktif tidaknya, agar masyarakat tertib administrasi dan tidak salah faham diakhir," paparnya dalam pidato

"Sehingga tidak ada lagi cerita ke rumah sakit tidak bisa diterima karna Bpjs-nya habis, saya sudah tidak tahu sudah berapa ratusan yang saya tangani orang yang mau kerumah sakit Bpjs-nya habis jadi harus menunggu dibayar dulu, nah yang terjadi itu ada dua hal disitu. Misalnya salah pendataan yang dilakukan yang kedua juga masyarakat malas," kata Dedi Mulyadi.

"Malasnya bagaimana seperti jajan bakso dua mangkuk bisa sehari bayar Bpjs, Rp.50 ribu ini tidak bisa. Nah jadi ini problem yang harus di singkronkan antara kebijakan negara yang adil dan bermasyarakat yang bijak. Kalau saya jadi bupati sangat tidak setuju kalau warga Cianjur harus kerja jadi (TKI) Tenaga Kerja Indonesia keluar Negri sangat tidak setuju kalau bukan yang ahlinya." Ucapnya menyinggung soal Buruh Migran

Lanjutnya "Nah kalau Prabowo pernah mengembalikan 300 TKI yang terlantarkan di yordania, saya pun waktu perjalanan keluar negri pernah menolong TKI beberapa di Jawa Barat itu hampir 10 orang untuk kembali ke Indonesia. Jadi anda kalau pergi ke luar negeri anda akan menemukan hal itu, masa kita sebagai bangsa yang kaya raya punya segalanya masih ada yang begini, ini harus diberesin." tandasnya

"Dalam dunia pendidikan diwajibkan ruang sekolah yang banyak, karena jumlah siswa kelas 6 SD wajib belajarnya 12 tahun, maka ruang kelas SD/SMP/SMA harus sama dengan ruang kelas 3 SMP maupun SMA, maka selama itu tidak klop, akan terjadi kericuhan, kemudian yang kedua pemerintah juga harus bijak bukan hanya sekedar gratis-gratis tapi faktanya sekolah operasionalnya tidak cukup," bebernya

" Kadang uang operasional sekolah telat di bagikan nya, misalnya kasus Cimahi harus punya masjid akhirnya minta ke siswa, sebutan nya infaq, tapi kan di dalamnya disebutkan iuaran, nah dampaknya adalah banyak orang yang tidak mampu pada akhirnya terpaksa harus bayar juga," tegasnya

Selanjutnya Kang Dedi Mulyadi dalam pidatonya menyinggung soal APBN dan APBD:

"Dalam pandangan saya kemampuan APBN, kemampuan APBD provinsi, dan kemampuan APBD Kabupaten/kota, kalau terintegrasi dengan baik bisa menyelesaikan setiap permasalahan, saya pernah ngalamin pemimpin Kabupaten kecil, bisa bikin Jalan, bisa bikin air mancur dan juga SMP sama kelasnya dengan kelas SD maupun SMK di kecamatan," bebernya lagi

(Restu)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Safari Budaya Kang Dedi Mulyadi Di Sambut Ribuan Penggemar Sang YouTuber, Dalam Pidato Sempat Singgung Masalah Buruh Migran

Trending Now

Iklan