| Foto: Dok. (Romario Lubis- RedSC) Kantor Desa Karyamukti lokasi kegiatan diseminasi (Gambar Istimewa). |
SUARA CIANJUR | CIANJUR - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), sebagai mitra Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Studi Teknis Pra-Pemugaran Situs Cagar Budaya Nasional Gunung Padang pada 29–30 Desember 2025 di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Kegiatan ini menjadi bagian akhir dari rangkaian Studi Teknis Pra-Pemugaran yang telah dilaksanakan sebelumnya, sekaligus menjadi ruang berbagi pengetahuan antara peneliti dan masyarakat sekitar situs.
Selain itu, kegiatan tersebut oleh Universitas Indonesia merupakan salah satu wujud dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dalam hal ini pengabdian kepada masyarakat. Melalui diseminasi tersebut, hasil kajian ilmiah dan temuan-temuan terbaru disampaikan secara terbuka sehingga masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai hasil kegiatan Studi Teknis Pra-pemugaran yang dilaksanakan sejak 8 September hingga 5 Oktober 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dalam hal ini Camat Campaka, Karang Taruna Desa Karyamukti, Kepala Desa Karyamukti, Perwakilan Polsek Kecamatan Campaka, Perwakilan Danramil Kecamatan Campaka, tokoh masyarakat serta masyarakat umum lainnya di sekitar Desa Karyamukti.
Diseminasi hasil Studi Teknis Pra-pemugaran Situs Gunung Padang 2025 menghadirkan paparan ilmiah dari peneliti Arkeologi Universitas Indonesia yang melibatkan 13 disiplin ilmu. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan kepada masyarakat sekaligus menegaskan urgensi pemugaran demi pelestarian Situs Cagar Budaya Nasional Gunung Padang.
Dr. Chaidir Ashari, arkeolog Universitas Indonesia mengungkapkan bahwa kegiatan Studi Teknis yang telah dilaksanakan merupakan salah satu rangkaian yang wajib dilaksanakan sebelum dilakukan sebuah pemugaran.
Ia melanjutkan bahwa kegiatan studi teknis yang telah dilaksanakan melibatkan berbagai ahli dari berbagai disiplin keilmuan. Hal tersebut dilakukan untuk menghasilkan pengetahuan yang komprehensif mengenai Situs Gunung padang yang memiliki area yang sangat luas dengan masyarakat yang kompleks.
Kegiatan diseminasi ini tidak hanya menyajikan hasil penelitian, tetapi juga membuka ruang dialog antara peneliti dan masyarakat sekitar situs. Melalui sesi diskusi, kegiatan ini mendorong terbangunnya pemahaman bersama dan kerja sama dalam menjaga keberlanjutan pelestarian Situs Gunung Padang.
Kegiatan ini disambut hangat oleh masyarakat serta stakeholder lainnya di sekitar Situs Gunung Padang.
TB. Ganny Suryaningrat, S.E, M.AB., selaku Camat Campaka menyampaikan ucapan terima kasih serta dukungan atas kegiatan yang telah dilakukan untuk membangun pemahaman bersama antar peneliti dan masyarakat. Pihaknya berharap bahwa kegiatan pelestarian Situs Gunung Padang kedepannya dapat menjadi objek wisata budaya yang aman dan nyaman bagi berbagai kalangan wisatawan yang berkunjung ke situs tersebut.
| Foto: Dok. (Romario Lubis- RedSC) Pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur telah terlaksananya kegiatan Studi Teknis Pra-pemugaran Situs Gunung Padang 2025 (Gambar istimewa). |
Sementara itu, Kepala Desa Karyamukti mengungkapkan pentingnya kegiatan ini sebagai ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang jelas terkait kegiatan apa yang sedang dilaksanakan oleh peneliti di Situs Gunung Padang.
Kegiatan diseminasi tersebut diakhiri dengan prosesi pemotongan tumpeng yang sebagai bentuk simbolis ucapan syukur atas telah terlaksananya kegiatan Studi Teknis Pra-pemugaran Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional Gunung Padang.
Romario Lubis