| Foto: Dok. (Rafli/Din) Disaksikan Bhabinkamtibmas setempat, pihak SMP/SMK Bustanul Ulum mengembalikan hak penerima manfaat PIP yang bertahun- tahun entah mengendap dimana |
SUARA CIANJUR | MANDE - Puluhan orang tua penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) di satuan pendidikan tingkat SMP/SMK mendatangi sekolah yang bernaung di Yayasan Bustanul Ulum tersebut. Tujuan kedatangan mereka untuk mempertanyakan kejelasan dana bantuan PIP yang bertahun- tahun belum mereka terima, bahkan diantaranya sudah ada yang lulus di lembaga pendidikan tersebut.
Para orang tua penerima manfaat menerima uang pengembalian beravareatif, ada yang 2 tahun anggaran, ada juga yang 3 tahun anggaran, 1 tahun anggaran, bahkan ada yang mencapai 4 tahun anggaran, di sesuaikan dengan yang tercatat di aplikasi sipintar. Proses pengembalian dilaksanakan disalah satu ruang kelas.
Koordinator para orang tua penerima manfaat menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke SMP/SMK Bustanul Ulum, pihak sekolah menanggapinya dengan mengembalikan hak anak- anak mereka.
" Alhamdulillah, warga yang datang ke sini sekarang haknya sudah diterima,” ujar Endin Suhendi Koordinator para orang tua penerima manfaat PIP, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, jumlah warga yang datang pada hari itu sekitar 19 orang, termasuk anaknya yang tercatat di aplikasi SIPINTAR dan pada hari tersebut bantuannya sudah cair.
" Warga yang datang hari ini kurang lebih sekitar 19 orang, termasuk anak saya yang tercatat di SIPINTAR dan hari ini cair,” katanya.
Namun, menurutnya jumlah tersebut bukan keseluruhan penerima manfaat. Ia menyebut masih ada warga dari RW lain yang juga mengalami hal serupa.
" Mungkin masih ada, karena ini baru satu kerawanan. Saya perwakilan dari RW 01, dari RW lain juga masih banyak, mulai dari RW 01, RW 02, RW 03 masih ada,” jelasnya.
Ia menegaskan, kedatangan warga secara bersama-sama ke sekolah bertujuan untuk mempertanyakan hak orang tua siswa yang tercatat sebagai penerima PIP, namun belum menerima bantuan.
" Saya datang ke sekolah ramai-ramai untuk mempertanyakan hak orang tua siswa yang mendapat bantuan PIP, tapi belum diterima,” ungkapnya.
| Foto: Dok. (Rafli/Din) Para orang tua penerima manfaat sedang menunggu pengembalian uang PIP di satuan pendidikan SMP/SMK Bustanul Ulum. |
Terkait periode bantuan, ia menyebut persoalan tersebut terjadi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
" Masalahnya dari tahun 2023, 2024, dan 2025, sekitar tiga tahunan. Alhamdulillah hari ini sudah pada diterima,” pungkasnya.
Sementara itu perwakilan dari Yayasan Bustanul Ulum Ida Farida, S. Pd., kepada awak media mengatakan, bahwa hari ini telah dilaksanakan pengembalian dana bantuan PIP.
" Hari ini kami melaksanakan pengembalian dana bantuan PIP, yang dipotong karena ada tunggakan, adapun yang tidak mempunyai tunggakan, itu artinya di terima seutuhnya," tuturnya.
"Jadi untuk yang lainya yang belum tersalurkan, kami siap bertanggung jawab, seperti dari pawati sebagian haknya sudah ada yang di kembalikan, karena kami sudah kordinasi dengan pak punduh, baik itu kampung pawati, Tegal panjang kami sudah realisasikan hak anak selaku siswa siswi baik SMP maupun SMK Bustanul Ulum," terangnya.
Sebelumnya, Wiwin (46), warga Kampung Pawati RT 03/04, Desa Mekarjaya, mengaku anaknya, Muhamad Ramdani, dropout kelas 7 di SMP Bustanul Ulum, namun anehnya tercatat sebagai penerima bantuan PIP di aplikasi sipintar dari 2023, 2024, dan 2025.
" Di SIPINTAR tercatat tiga tahun menerima bantuan, padahal dropout waktu kelas 7 (kelas 1 SMP)," terangnya, Sabtu (7/2/2026).
" Buku tabungan anak saya tidak ada. Memang dari kelas 7 di SMP Bustanul Ulum dropout,” akunya.
Rafli/Din