| Foto: Dok. (Goesta/Rafli-SC) Rongga mengangnga muncul setelah dasar jalan mengalami ablasi air hujan. |
SUARA CIANJUR | CIKALONGKULON - Jalan Kabupaten yang menghubungkan Desa Ciramagirang dengan Desa Cigunungherang mengalami ablasi sepanjang 20 meter, hal tersebut menyebabkan warga pengguna jalan merasa was-was saat melintas di jalan tersebut.
Pengikisan dasar jalan oleh air hujan disebabkan jeleknya struktur sistem drainase, sehingga tingginya debit air hujan yang tumpah ke samping jalan mengikis dasarnya, dampaknya sepanjang 20 meter muncul rongga yang mengangnga, yang menyebabkan jalan tersebut menggantung tanpa topangan.
" Saat melintas di jalan tersebut kami merasa was-was, takutnya tiba-tiba jalannya amblas," ujar Anan warga setempat yang setiap hari menggunakan jalan utama tersebut, Senin (5/1/2026).
Jalan Kabupaten yang berongga tanpa topangan tersebut berada di Kampung Cibadak Desa Ciramagirang Kecamatan Cikalongkulon, dan secara khusus mendapat perhatian dari Kepala UPTD PUTR Kecamatan Cikalongkulon.
Indra selaku Kepala UPTD PUTR Kecamatan Cikalongkulon datang ke lokasi guna menindaklanjuti keluhan masyarakat: " Ini di akibatkan oleh derasnya curah hujan yang mengguyur kawasan Desa cirama girang," ujarnya saat meninjau langsung kondisi jalan.
Hal senada disampaikan sampaikan Sulaeman Kepala Desa Ciramagirang, menurut dia jalan yang mengalami ablasi merupakan satu- satunya akses jalan utama yang digunakan masyarakat.
" Jalan ini merupakan jalan pintas satu satunya bagi masarakat ciramagirang dan cigunungherang, yang di khawatirkan warga saat ini, jalan menjadi ambruk dan akses terputus," ucapnya.
" Sepanjang 20 meter jalan ini menggantung, dasarnya tergerus aliran air hujan, jika jalan ini amblas dipastikan dapat mengganggu aktivitas masyarakat di dua desa," urainya.
Ia berharap permasalahan ini secepatnya mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur khususnya PUTR yang membidangi preservasi jalan.
" Kami dari pemerintah desa sangat berharap pada dinas terkait untuk segera mengambil tindakan sebelum jalan mengalami kerusakan lebih parah," tutupnya.
(Rafli/Goesta)