| Foto: Dok. (Rafli) Remaja Pengidap Lumpuh Otak di Geruduk Ormas dan Pemdes Sukajadi, Begini Kronologinya! |
SUARA CIANJUR | CAMPAKA - Rahmat (19) tahun, remaja pengidap Carebral Palsy (Lumpuh otak) sejak bayi, sepeninggal orang tua nya yang kini tinggal bersama kakek dan neneknya di Kp. Sarongge RT. 05/07 Desa Sukajadi Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, pada Jumat, 27 Februari 2026, kediamannya di geruduk puluhan orang dari berbagai elemen masyarakat.
Hasil penelusuran awak media suara cianjur, diketahui puluhan orang yang mendatangi kediaman kakek dan neneknya Rahmat berasal dari Ormas Grib Jaya Campaka, Pemdes Sukajadi, dan Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Campaka.
Usut punya usut mereka kompak mendatangi rumahnya Rahmat untuk memberikan bantuan, sebagai ungkapan rasa empati yang mendalam terhadap kondisi yang tengah di alami remaja berumur 19 tahun tersebut.
Seperti yang diungkapkan Iqbal Kepala Desa Sukajadi, ia bersama rekan-rekannya tidak hanya datang untuk menyerahkan bantuan sembako dan uang saku untuk Rahmat, tapi juga prihatin dengan kondisi yang sedang di deritanya, tidak hanya itu, menurut Kades Sukajadi pihaknya akan terus berupaya mengajukan permohonan untuk pembiayaan pengobatannya.
" Kami selaku pemdes Sukajadi turut prihatin dengan kondisi Rahmat, selama ini bukan berarti kami diam, kami selalu berusaha membantu Rahmat dan keluarganya dengan mengajukan bantuan ke berbagai instansi, bahkan sampai kementerian," terang Iqbal.
Sambung Iqbal, hanya saja saat ini Rahmat terkendala dengan adminduk.
" Rahmat tercantum di Kartu Keluarga (KK) kedua orang tuannya, sedangkan Ibunya sudah lama meninggal, kini Rahmat tinggal bersama kakek dan neneknya, sedangkan di KK namanya tidak tercantum, saat ini kami sedang berupaya memperbaikinya, agar Rahmat tercantum di KK kakek neneknya," terang Iqbal.
Masih dilokasi yang sama, Panglima Grib Jaya. Ali Boy angkat suara, ia mewakili Rahmat dan Keluarganya mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang sudah datang membantu.
" Terimakasih atas kepedulian rekan rekan, baik dari Pemdes Sukajadi, Karang taruna, dan para pengusaha SPPG di wilayah Kecamatan Campaka, yang telah menyempatkan waktunya dan menyisihkan rejekinya, untuk membantu adek kita Rahmat, yang kondisinya sangat memperihatinkan," ucapnya.
Ali Boy menambahkan, walau bagaimana pun kondisi Rahmat saat ini, sangat memerlukan uluran tangan kita semua, jika tidak ada kebersamaan dan kekompakan dalam hal kepedulian pada sesama, kasihan saudara saudara kita yang kurang beruntung, terlebih Rahmat, kasihan kakek neneknya di usia senjanya masih harus menjadi tulang punggung.
" Jadi, mari kita satukan kebersamaan, agar saudara kita Rahmat dan keluarganya mendapat kan bantuan baik medis maupun materi, semoga kebaikan kita semua terbalaskan oleh Allah SWT, dan semoga beban bagi keluarga Rahmat dapat berkurang," harapnya.
Diketahui sepeninggal Ibu kandungnya, Rahmat tinggal bersama Kakek Neneknya, keduanya sangat menyayangi Rahmat, berharap dikemudian hari cucunya tercinta dapat berobat dengan layak, sehingga dapat terlepas dari penyakitnya, dan dapat berkehidupan layak seperti remaja pada umumnya.
Sanudin (65) Kakeknya Rahmat, mengatakan bahwa cucunya tersebut mengidap penyakit lumpuh otak sejak bayi, nasib pilu yang dialami cucunya tidak sampai disitu, umur 1 tahun Ibunya meninggal dunia, masih kata Sanudin, karena kondisi fisiknya konon katanya sang Ayah tidak mau merawatnya.
" Cucu saya mengidap penyakit lumpuh otak sejak bayi, kini usianya sudah 19 tahun, hari- harinya sangat memprihatinkan, karena penyakit yang di deritanya dari bayi tidak bisa bicara, di usia satu tahun ibunya meninggal dunia, hingga saat ini tinggal bersama kami, karena bapaknya tidak mau merawatnya," terang Sanudin Kakeknya Rahmat, Minggu (22/2/2026).
" Sudah banyak yang datang, ngambil photo dan ini itu, namun tidak ada bantuan yang datang, mungkin belum rezekinya cucu kami, meskipun dalam kondisi yang kekurangan, saya harus berjuang mengurus Rahmat Cucu saya, sambil berharap ada bantuan dari Pemerintah dan Dermawan," harapnya.
Ia juga mengatakan bukan tidak mau membawa cucunya berobat, tapi terkendala masalah pembiayaan.
" Kami ini bekerja serabutan, tidak memiliki penghasilan tetap, bahkan untuk menyambung hidup saja terasa sulit, jadi itu masalahnya, bukan tidak mau membawanya ke rumah sakit untuk berobat," jelasnya.
Para dermawan, baik dari swasta maupun pemerintah, Rahmat bersama keluarganya sangat membutuhkan uluran tangan, jika ingin berpartisipasi membantunya, bisa hubungi Bung Ali Boy Panglima Grib Jaya, Pemdes Sukajadi atau hubungi Suaracianjur.com, nomor kontak ada di box redaksi.
Rafli