SUARA CIANJUR | MANDE - Kades Sukamanah Kecamatan Mande, Wawan Gunawan angkat suara terkait mencuatnya permasalahan Ketahanan Pangan (Ketapang) yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2022- 2025.
" Pembangunan desa, baik dari segi sumber daya manusia, maupun infrastrukturnya memang harus melibatkan partisipasi dari masyarakat, agar yang di cita- citakan dapat terwujud," ujar Kades Sukamanah mengawali sesi wawancara dengan awak media, Senin (2/3/2026).
" Kritik dan saran yang membangun dari warga desa menjadi masukan positif bagi kami," tuturnya.
Kades Sukamanah menambahkan, terkait ketahanan pangan Desa Sukamanah yang dialokasikan ke domba itu benar anggaran tahun 2022, cuman perlu saya sampaikan jumlahnya sebanyak 15 ekor bukan 50 ekor sebagaimana yang telah disampaikan oleh narasumber kepada media, nah yang 15 ekor tersebut kan pada waktu itu sedang terjadi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
" Jadi domba nya pada mati," terangnya.
Lebih lanjut Kades Sukamanah menjelaskan bahwa ternak bebek yang dipertanyakan warga dimana keberadaannya? itu ada di 2 titik yang satu titik Kp. Warungnenggang dekat lokasi penanaman cabe ketapang namun pada mati.
" Yang satu lagi di Kp. Sukabagja sampai dengan saat ini masih ada termasuk ternak lele di Sukabagja sama masih ada," bebernya.
Sambung Kades Sukamanah, mengenai ternak ayam ketapang yang dipertanyakan warga di Kp. Cicondong, menurut keterangan Ketua Bumdes, akan diisi kembali setelah Idul Fitri sebagaimana yang diterangkan Ketua Bumdes sebelumnya.
" Kandang akan di isi kembali setelah mempertimbangkan kondisi cuaca, yang akhir akhir ini nampak ekstrim, selain itu posisinya juga di bulan puasa, sambil menunggu kandang kering, sterilisasi pasca panen periode awal kemaren," paparnya.
Disinggung perbedaan jumlah ekor domba ketapang yang diterangkan Bah Aman dengan Kepala Desa, Wawan Gunawan menjelaskan:
" Begini, yang diterangkan bah Aman mungkin yang tahun 2024 yang mana saat itu banyak warga yang istilah bahasa sundanya maparo, memang saat itu lagi banyak yang maparo, sedangkan domba Ketapang Desa Sukamanah itu hanya ada ditahun 2022 itu hanya 15 ekor saja, mungkin lupa atau bagaimana maklum lah mungkin karena usia narasumber sudah sepuh, program ketapang memang hanya 15 ekor sebagaimana yang dijelaskan ketua BPD yang menerangkan kurang dari 50 ekor," katanya.
" Karena memang sebenarnya domba ketapang Desa Sukamanah saat itu tahun 2022 ternak domba hanya 15 ekor, dan di Desa Sukamanah alokasi ketapang untuk kegiatan ternak domba hanya sekali yaitu di tahun 2022, setelahnya tidak ada lagi," pungkasnya.
Goes/Rafli