SUARA CIANJUR | CIANJUR - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Cianjur menggelar kegiatan santunan anak yatim dan berbagi ratusan takjil gratis. Ketua IJTI Korda Cianjur, Rendra Gojali, SH, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar di dua lokasi dengan tema "Meningkatkan Kesalehan Individu dan Kesalehan Sosial".
"Kegiatan IJTI Cianjur di bulan Ramadhan 'Berbagi Untuk Semua' ini diawali dengan siraman rohani dengan tema meningkatkan kesalehan individu dan kesalehan sosial. Setelah siraman rohani oleh Ustadz Nurkamilah, dilanjutkan dengan berbagi santunan anak yatim di Yayasan Pondok Pesantren Baitul Hikmah dan berbagi takjil di lampu traffic light Jalan Pramuka," kata Rendra, kepada wartawan, Jumat, (13/3/26).
Rendra menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin tahunan IJTI Cianjur, namun kali ini berkolaborasi dengan beberapa pihak untuk meningkatkan kesalehan individu dan kesalehan sosial.
"Kesalehan individu merujuk pada kualitas spiritual dan moral seseorang yang mencerminkan kedekatan mereka dengan nilai-nilai agama dan etika. Dalam konteks jurnalis televisi, kesalehan individu penting untuk menjaga integritas dan kredibilitas dalam penyampaian berita. Sementara itu, kesalehan sosial berkaitan dengan bagaimana individu berkontribusi pada masyarakat melalui tindakan dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai sosial yang positif," jelasnya.
Selama Ramadhan, kedua aspek ini menjadi semakin relevan, mengingat bulan suci ini adalah waktu untuk refleksi spiritual dan peningkatan kualitas diri. Jurnalis televisi memiliki peran krusial dalam membentuk pemahaman dan nilai-nilai masyarakat selama bulan suci ini.
"Kesalehan individu jurnalis dapat mempengaruhi cara kita menyampaikan berita dan informasi. Dalam banyak kasus, jurnalis yang memiliki kesalehan individu yang tinggi akan lebih peka terhadap isu-isu sosial dan lebih berkomitmen untuk mengangkat suara mereka yang kurang beruntung," tambah Rendra.
Rendra juga menekankan bahwa kesalehan individu dan sosial selama Ramadhan di era digital memiliki dampak signifikan terhadap masyarakat. Jurnalis yang memiliki kesalehan tinggi tidak hanya mampu menyampaikan berita dengan integritas, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran sosial di masyarakat.
"Di masa depan, diharapkan lebih banyak jurnalis yang menyadari pentingnya kesalehan dalam praktik jurnalisme. Melalui pendidikan yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, jurnalis dapat menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif selama bulan suci dan seterusnya," tutupnya.
Andri