Diduga Berdiri di Lahan LP2B, Proyek Milyaran Disorot Setgab Ormas Bojongpicung

suaracianjur.com
Juni 13, 2026 | 01:36 WIB Last Updated 2026-06-13T02:40:21Z
Foto: Dok. (Goesta) Proyek pembangunan laboratorium mekanisasi pertanian di Jl. Darmaga Desa Neglasari Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur

SUARA CIANJUR | BOJONGPICUNG - Proyek pembangunan laboratorium mekanisasi pertanian di Jl. Darmaga Desa Neglasari Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur di sorot Setgab Ormas Bojongpicung.

Proyek yang bernilai miliaran tersebut dinilai Setgab berdiri diatas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), dugaan tersebut disampaikan Gungun Gumelar Ketua Setgab Ormas Bojongpicung.

" Setelah melihat langsung ke lokasi pembangunan laboratorium mekanisasi pertanian, kami di buat kaget, di duga proyek yang bernilai Rp. 2,2 miliar tersebut berdiri di atas Lahan Sawah Dilindungi (LSD), atau jangan- jangan ini Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B)," tuturnya, Jumat (12/6/2026).

" Sesuai dengan peraturan, seharusnya lahan sawah yang tersisa hari ini dijaga dan dilindungi," imbuhnya.

Gungun menambahkan, jika dugaan kami benar, ini sangat ironis, karena di saat Pemerintah tengah gencar- gencarnya menjaga serta melindungi lahan pertanian yang tersisa guna menopang program ketahanan pangan nasional.

" Ini sangat ironis Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian yang di amanahi mengurus lahan pertanian, justru memberi contoh yang tidak baik, dengan mengurangi lahan pertanian yang tersisa," katanya.

Sambung Gungun: " Kami dengar dari KTU proyek ini di gadang- gadang untuk pemenuhan skala nasional, tapi tidak sepantasnya Proyek Strategis Nasional menabrak regulasi yang ada".

Tidak hanya itu, Gungun menambahkan, bahwa pihaknya mendengar keluhan masyarakat yang mengkhawatirkan munculnya potensi dampak lingkungan dari aktivitas pembangunan.

" Selain itu aktivitas pengurugan proyek pembangunan laboratorium juga menimbulkan polusi debu, meninggalkan kotoran tanah di jalanan, dan itu sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan," terangnya.

Ia juga menjelaskan jadwal pelaksanaan pembangunan proyek laboratorium tersebut mengganggu kenyamanan warga.

" Proyek ini tidak jauh dari pemukiman warga, dan waktu aktivitasnya tak mengenal waktu, bahkan kegiatan terus berlangsung hingga larut malam, sehingga waktu istirahat warga sangat terganggu dengan kebisingan alat berat, serta hiruk pikuk keluar masuknya kendaraan dump truck," bebernya.
Foto: Dok. (Goesta) Proyek pembangunan laboratorium mekanisasi pertanian di Jl. Darmaga Desa Neglasari Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur di sorot Setgab Ormas Bojongpicung

" Menindaklanjuti keluhan masyarakat, hari ini kami mengunjungi lokasi proyek, yang berlokasi di belakang kantor Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian," ujarnya.

Lanjut Gungun: " Keluhan masyarakat ini sudah kami sampaikan kepada Kepala Tata Usaha, sekaligus sebagai ketua pelaksana proyek," ucapnya.

Ia juga menyoroti tidak terpasangnya papan informasi proyek di lokasi tersebut.

" Sangat disayangkan sekali proyek yang bersumber dari APBD I Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini tidak memasang papan informasi proyek, untuk melaksanakan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sepatutnya dari awal papan informasi proyek sudah terpasang sebelum proyek ini di mulai," ungkapnya.

" Tadi, kami sudah mempertanyakan langsung ke pelaksana, katanya papan informasi proyek sedang di bikin, proyek ini anggarannya besar loh, dan menggunakan sumber keuangan negara, jadi publik harus tahu, melalui papan informasi proyek," tegasnya.

Terpisah, Kasubbag Tata Usaha Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Ahmad Hidayat, S.T.P., menjelaskan bahwa proyek pembangunan laboratorium mekanisasi pertanian baru berjalan 3 hari.

" Proyek ini baru berjalan 3 harian, kegiatan yang berjalan saat ini pengurugan untuk bangunan laboratorium mekanisasi pertanian seluas 42X140 M2," bebernya.

Disinggung mengenai besaran anggaran, serta bersumber dari keuangan mana, Ahmad menjelaskan besaran nominalnya.

" Untuk kegiatan pembangunan saat ini sebesar Rp. 2.200.000.000,-  sebetulnya ini salah satu bagian dari beberapa bagian proyek, yang totalnya Rp. 17.000.000.000,- karenakan terkena efisiensi anggaran, ya saat ini baru dilaksanakan ini," bebernya.

" Bangunan laboratorium ini untuk uji lab mekanisasi nasional Se- Indonesia," jelasnya.

Setgab Ormas Bojongpicung menduga pembangunan laboratorium mekanisasi pertanian ini berdiri di atas lahan sawah yang dilindungi? menanggapi dugaan tersebut, apa tanggapannya? Tanya awak media.

" Untuk masalah tersebut sudah ditempuh, aman," kelitnya menjawab pertanyaan awak media.

Ia juga menyinggung soal papan informasi proyek yang juga dipertanyakan Setgab Ormas Bojongpicung.

" Masalah itu silahkan tanyakan ke pelaksana proyek," ujarnya.

Masih dilokasi yang sama, Arfan selaku pelaksana proyek mengatakan bahwa papan informasi proyek sudah di cetak.

" Ada, kebetulan sudah kami buat, namun belum dipasang," jelasnya.

Goesta
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Diduga Berdiri di Lahan LP2B, Proyek Milyaran Disorot Setgab Ormas Bojongpicung

Trending Now

Iklan