Pasca Koordik Lempar Pernyataan, Tensi Kisruh PIP di SDN Cipinang Semakin Memanas

suaracianjur.com
Juni 10, 2026 | 05:43 WIB Last Updated 2026-06-09T22:48:35Z
Foto: Dok. (Goesta) Puluhan orang tua penerima manfaat PIP di satuan pendidikan tingkat SDN Cipinang- Cikalongkulon menggeruduk sekolah, mempertanyakan hak anaknya yang sudah diterima dengan yang tercatat di aplikasi sipintar tidak sesuai 

SUARA CIANJUR | CIKALONGKULON - Pasca Koordinator Pendidikan (Koordik) Cikalongkulon melempar pernyataan, tensi kisruh penyaluran dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Cipinang semakin memanas, pasalnya para orang tua penerima manfaat tidak terima dengan isi pernyataan yang di duga bermuatan kebohongan, orang tua penerima manfaat PIP menilai koordik terlalu dini menyimpulkan tanpa terlebih dahulu validasi ke lapangan.

Diketahui, pada Selasa, 2 Juni 2026 usai menengahi per- musyawarahan antara puluhan orang tua penerima manfaat PIP dengan pihak SDN Cipinang, Dedi Sumarno selaku Koordik Pendidikan Cikalongkulon melemparkan pernyataan dihadapan awak media, yang kemudian isinya menimbulkan permasalahan baru, dan gelombang bantahan dari para orang tua penerima manfaat.

" Tambahan dari apa yang diberitakan, terkait buku rekening dan lain-lain, kami sudah berkoordinasi dengan pihak masyarakat komite, ternyata semua buku tabungan ada di orang tua masing-masing, seperti itu ya," jelas Dedi, Selasa (2/6/2026).

Pernyataan tersebut, setelah diterbitkan dalam sebuah pemberitaan di beberapa portal media online, sontak mendapat reaksi serta bantahan dari puluhan orang tua penerima manfaat, yang menilai isi pernyataan tersebut tidak sesuai fakta, serta cenderung ada keberpihakan terhadap pihak SDN Cipinang.

Tidak hanya itu, selain kecewa dengan pernyataan yang dilontarkan Koordinator Pendidikan, para orang tua penerima manfaat juga kecewa dengan sikap Kepala SDN Cipinang yang dalam rapat di nilai tidak fokus pada substansi permasalahan.

" Secara pribadi saya merasa aneh dan heran, kenapa permasalahan ini muncul hari ini, kenapa tidak dari dulu," ucap Muhammad Kasim Kepala SDN Cipinang dihadapan para orang tua penerima manfaat PIP, Selasa (2/6/2026).

" Kenapa Bapak/Ibu menyampaikan Keluhan PIP ke pihak luar, kenapa tidak langsung saja ke pihak sekolah, padahal jika disampaikan langsung masalahnya tidak akan melebar seperti ini, dan mungkin akan cepat selesai," ujarnya hingga melebar membahas raport.

Sebagai perwakilan masyarakat di lingkungan satuan pendidikan, awalnya para orang tua penerima manfaat PIP menaruh harapan besar terhadap Ketua Komite SDN Cipinang, mereka berharap komite bisa menengahi serta menyampaikan keluhan masyarakat dan mendapatkan solusi terbaik.

Berikut adalah statement Aep Saepudin selaku Ketua Komite SDN Cipinang, setelah duduk bersama dengan Koordinator Pendidikan, Kepala SDN Cipinang, Ketua PGRI, dan para Orang Tua Penerima Manfaat:

" Kalau dari kami, mewakili orang tua siswa, akan berkoordinasi dengan pak koordik untuk menyelesaikan hal ini, dan saya minta kepada rekan-rekan media pengen marwah sekolah SD Cipinang dibersihkan, gitu aja dari kami insyaallah kami berdirinya disini akan membenahi lah segala hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya tidak sekeras sebelumnya, Selasa (2/6/2026).

Statement Aep Saepudin selaku Ketua Komite SDN Cipinang sebelum duduk bersama dengan Koordinator Pendidikan, Kepala SDN Cipinang, dan Ketua PGRI:

" Tadi, kami sudah mempertanyakan langsung ke Bu RC yang namanya sering disebut- sebut para orang tua penerima manfaat PIP. Beliau mengakui membenarkan apa yang dikeluhkan para orang tua, namun ia hanya menyalurkan saja sesuai daftar yang harus dibagikan sesuai perintah pimpinan," beber Ketua Komite, Selasa (26/5/2026).

" Saya selaku komite akan menghubungi pak Kasim selaku kepala sekolah dan bila perlu kepala sekolah sebelumnya juga minta dihadirkan guna duduk bersama memusyawarahkan penyelesaian permasalahan PIP ini," tegasnya.

Lanjut Ketua Komite: " Bagaimanapun itu adalah hak siswa, harus sampai atau diterima haknya, saya akan upayakan permasalahan-permasalahan yang ada di SDN Cipinang agar diselesaikan,".

Sambung Ketua Komite, saya tidak mau seperti ini, buat apa saya ditunjuk jadi komite kalau permasalahan-permasalahan di SDN Cipinang tidak dibereskan.

Agar diketahui, kisruh dana bantuan PIP di SDN Cipinang mencuat setelah para orang tua penerima manfaat mengecek data penerima manfaat di aplikasi sipintar secara mandiri, hasil dari pengecekan ditemukan ada sebagian hak anak mereka yang belum tersampaikan, bahkan hingga anak mereka lulus sekolah dasar, tidak hanya itu mereka juga mempertanyakan kenapa buku simpanan pelajar (simpel) atau buku rekening PIP beserta ATMnya harus tersimpan di sekolah.

Sebelum melakukan aksi geruduk sekolah pada Selasa, 2 Juni 2026, setahun sebelumnya perwakilan para orang tua penerima manfaat pernah mempertanyakan langsung ke pihak sekolah, namun jawabannya dinilai tidak sesuai harapan.

Perwakilan orang tua penerima manfaat menegaskan bahwa perjuangannya tidak akan berhenti setelah musyawarah kemarin, yang di nilai tidak menghasilkan solusi, dan perjuangan akan terus berlanjut hingga mendapatkan keadilan.

" Kami tidak puas dengan hasil musyawarah kemarin, kami mempertanyakan hak anak kami yang belum keterima berdasarkan fakta dan data, namun jawaban kepsek malah mempertanyakan balik, kenapa masalah ini baru diungkit sekarang? kenapa ngomong permasalahan ini kepada pihak luar? melebar ke raport dan lain-lain, padahal jawab saja pertanyaan kami sesuai fakta dan data, karena kami juga bertanya sesuai fakta dan data," jelas orang tua penerima manfaat PIP berinisial MG, Selasa (9/6/2026).

" Pertanyaan balik kepsek sebetulnya sudah terjawab setahun yang lalu, salah satu dari kami pernah mempertanyakan langsung ke sekolah mengenai hak anaknya yang belum ke terima, jawaban pihak sekolah pada waktu itu mengatakan: tahun ini anak bapak tidak mendapatkan bantuan PIP, padahal ketika mengecek di aplikasi sipintar tercatat sebagai penerima manfaat PIP," bebernya.

Ia juga tidak lupa menjawab bantahan kepsek dalam musyawarah kemarin yang mempertanyakan kenapa masalah PIP tersebut di ungkit saat ini.

" Jujur saja, pada awalnya kami tidak tahu ada hak anak kami yang belum kami terima, tapi, setelah mendapat informasi dari pihak luar tentang tata cara mengecek sendiri data penerima manfaat PIP, kami baru menyadarinya, dan mengungkit masalah ini, sosialisasi yang dilakukan pihak luar ini kan seharusnya kerjaannya pengelola PIP, tapi kenapa tidak kalian lakukan?" tuturnya.

Lebih lanjut MG mengungkapkan kekecewaannya terhadap Koordinator Pendidikan Cikalongkulon yang menyatakan bahwa buku simpanan pelajar (simpel) atau buku rekening PIP ada di masing-masing orang tua penerima manfaat.

" Awalnya kami menaruh harapan besar terhadap Koordik dan Ketua Komite untuk bisa menengahi permasalahan ini, sehingga muncul solusi terbaik, tapi sayang harapan kami berbuah kekecewaan, karena koordik dalam pernyataannya di salah satu media online menyebutkan semua buku tabungan PIP ada di masing-masing orang tua penerima manfaat, padahal faktanya kami tidak pernah memegangnya," keluh MG.

" Memang ada sebagian buku tabungan ada di orang tua penerima manfaat, tapi itupun bukan di serahkan, tapi di minta orang tua penerima manfaat, karena anaknya sudah lulus sekolah dasar, itupun berdasarkan petunjuk dari guru SMP, guna mengurus pencairan dana bantuan PIP di SMP," terangnya.

Lanjut MG: " Silahkan pak koordik cek sendiri dilapangan seperti apa, makanya sebelum mengeluarkan pernyataan cek dulu ke lapangan, laporan dari sepihak itu jangan di telan mentah-mentah," sindirnya.

" Makanya dengarkan baik- baik keluhan kami ini, ada sebagian hak anak kami yang belum keterima, karena yang tercatat di aplikasi si pintar 6 kali tahun anggaran, tapi yang baru keterima 3 kali, dan buku rekening PIP pun tidak kami pegang," pintanya.

Hal yang sama dikeluhkan orang tua penerima manfaat yang berinisial SA, ia menyebutkan anaknya yang berinisial RS peserta didik di SDN Cipinang tercatat di aplikasi sipintar sebagai penerima manfaat PIP, hingga 6 kali, namun yang sudah dia terima baru 3 kali.

" Selama bersekolah di SDN Cipinang, anak saya baru menerima bantuan PIP sebanyak 3 kali, yang pertama di sekolah Rp.450.000, kedua di sekolah Rp.450.000,- ketiga diantar ke rumah Rp.450.000," jelasnya.

" Namun yang tercatat di Sipintar dana sudah masuk sebanyak 6 kali, dari tahun 2017,2018,2019,2020,2021,dan 2022, lalu; faktanya kami baru terima 3 kali, sisanya yang 3 kali saya tidak pernah menerimanya, bahkan hingga anak saya lulus," keluhnya.

Senada dengan SA, orang tua penerima manfaat lainnya yang berinisial TA, juga mengeluhkan pengalaman serupa.

" Waktos kapungkur kantos nampi bantosan PIP, ngan sakali- kalina, kituge di sanggakeun Bu Rici ka bumi abdi, dugi ka ayeuna teu kantos nampi deui bantosan, padahal di cek ku abdi di aplikasi sipintar tercatat 6 kali, ti tahun 2021, 2022, 2023, 2024, 2025 sareung 2026," terangnya.

" Tah dugi ka ayeuna teu kantos nampi deui, ngan sakali- kalina nampi Rp. 450.000,- di potong Bu Rici Rp. 50.000,- kanggo gentos transport saurna teh, buku rekening PIP sareung ATMna teu kantos ninggal, komo deui nyepeng," ulangnya.

Goesta
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pasca Koordik Lempar Pernyataan, Tensi Kisruh PIP di SDN Cipinang Semakin Memanas

Trending Now

Iklan