| Foto: Dok. (Rafli/Andri) Nampak dalam gambar pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan akibat licinnya jalan. |
SUARA CIANJUR | MANDE - Aktivitas perataan tanah lapang (cut and fill) Desa Bobojong diduga telah menimbulkan petaka bagi pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor, aktivitas lalulintas di jalan tersebut sangat padat, karena, merupakan akses utama menuju tempat wisata jangari.
Aktivitas cut and fill tersebut menghasilkan gunungan tanah merah, yang kemudian diangkut mobil truk ke salah satu titik, melewati jalan utama.
Hasil penelusuran awak media suara cianjur di lokasi kejadian, menemukan tanah merah tercecer di sepanjang jalan tersebut, sehingga jalanan menjadi licin, dampaknya pengendara R2, dan R4 mengalami kendala, bahkan beberapa pengendara sepeda motor tergelincir karena permukaan jalan menjadi licin.
Seperti yang di alami Acong (35) warga Kp. Campaka, ia mengaku sempat terjatuh dari kendaraan roda duanya, akibat permukaan jalan menjadi licin.
" Saya tak habis pikir, kok bisa pelaksanaan cut and fill tanah lapang desa bobojong bisa se- ceroboh ini, kemana tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nya, seharusnya ada tim yang membersihkan jalan dari material yang membahayakan pengguna jalan," tandas Acong, Sabtu (11/4/2026).
" Yang tergelincir bukan saya saja, pengendara sepeda motor lainnpun mengalami kejadian serupa, tolong dong untuk pelaksana kegiatan jangan fokus pada percepatan proyek saja, tapi perhatikan juga segala dampak, dan penanggulangannya, profesional dikit dong," tegasnya dengan raut muka memerah menahan rasa sakit, karena baru saja terjatuh dari kendaraannya.
Sambung Acong, kalau sudah begini, siapa yang harus bertanggung jawab, bukan hanya kerugian materi, bagaimana kalau sampai terjadi korban jiwa.
" Apa kalian mau bertanggungjawab hah!, asal aja bikin pekerjaan ini, merugikan orang lain," hardiknya terbawa emosi.
" Kendaraan R2 saya alami kerusakan, kaki dan tangan saya terluka, apa kalian yang ngangkut material dan pelaksana proyek mau tanggung jawab hah!, perjalanan saya masih jauh, akibat kelalaian kalian saya alami kecelakaan, dan terpaksa berobat sendiri" ucapnya nampak kesal.
Terakhir, Acong berpesan kepada pihak terkait, atau dinas terkait yang memiliki kewenangan, untuk memantau pekerjaan tersebut, agar yang ia alami tidak terulang kepada orang lain yang menggunakan akses jalan tersebut.
" Tolong kepada dinas atau instansi yang memiliki kewenangan terhadap aktivitas cut and fill, tolong pantau pelaksanaan pekerjaannya, jangan sampai sampai yang saya alami kembali menimpa orang lain," pungkasnya.
Terpisah, Camat Mande H. Epi Rusmana, SH, S.IP, MM., saat dikonfirmasi awak media suara cianjur terkait aktivitas cut and fill tersebut mengaku tidak tahu menahu.
" Kegiatan tersebut tidak ada tembusan, kami tidak tahu," ujarnya.
Sementara itu, awak media beberapa kali mencoba menghubungi Kades Bobojong dan Pelaksana kegiatan, namun belum juga ada jawaban.
Rafli/Andri