| Foto: Dok. (Rafli) Pertunjukan adu ketangkasan domba garut di Desa Kutawaringin Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur |
SUARA CIANJUR | MANDE - Sebanyak 300 ekor domba garut dari berbagai perkumpulan pecinta seni ketangkasan, berkumpul di Desa Kutawaringin Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur, guna mengikuti ajang ketangkasan domba.
Para pecinta adu ketangkasan dengan domba jagoannya hadir memenuhi pekalangan (lapangan-red) untuk mengikuti tandang. Nampak kontingen dari wilayah kecamatan warungkondang, cibeber, cipanas dan sukaresmi, tidak hanya kontingen lokal yang nampak, hadir pula kontingen dari luar daerah Kabupaten Cianjur, seperti kontingen dari: Bandung, Sukabumi, Purwakarta, dan Bogor.
Nendi, Panitia adu ketangkasan domba garut, mengatakan: domba yang dihadirkan dalam event seni budaya khas Jawa Barat tersebut merupakan domba- domba pilihan, yang memiliki daya jual tinggi.
" Domba yang diikut sertakan dalam event ini, merupakan domba-domba berkelas, harga jual satu ekornya di kisaran 15 hingga 20juta," terang Nendi, Minggu (12/4/2026).
Ia selain Panitia kegiatan adu ketangkasan domba, juga mengaku sebagai petani ternak domba unggulan, khusus untuk kontes ketangkasan.
" Saya pun petani domba tapi saya hanya punya 2 domba yang sering di konteskan, kemarin di kecamatan sukaluyu domba saya juara ke 2," akunya kepada awak media suara cianjur.
Ia pun menjelaskan salah satu penilaian juri ketika memberi nilai pada peserta adu ketangkasan domba.
" Salah satu penilaian juri dilihat dari penampilan domba itu sendiri, jika dombanya nampak gagah dan sehat, berarti pengurusannya sangat baik, performa domba saat dipentaskan sangat mempengaruhi penilaian," ungkapnya.
" Event- event seperti ini merupakan kebanggan tersendiri bagi para petani ternak domba, juga bisa menjadi ajang mempromosikan wisata lokal dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat," bebernya.
Nendi menambahkan, domba yang sering di ikut sertakan dalam pentas bisa meningkatkan daya jualnya.
" Domba yang tadinya memiliki harga standar, Rp 3jutaan, ketika sering dipentaskan, apalagi performanya sangat baik, maka harga jualnya menjadi meningkat, berkisar di 10 hingga Rp 15jutaan, makanya kami konsisten mengadakan ajang ketangkasan ini, tak lain hanya ingin mendongkrak perekonomian masarakat, khususnya di Desa Kutawaringin," katanya.
| Foto: Dok. (Rafli) Domba-domba pilihan dihadirkan untuk mengikuti kontes ketangkasan, nampak warga setempat antusias menyaksikan jalannya kegiatan |
Hal senada disampaikan Kepala Desa Kutawaringin, Heri Juhaeri, ia membenarkan bahwa ajang ketangkasan domba garut yang diselenggarakan panitia di wilayah kerjanya bisa menimbulkan efek positif bagi wisata dan perekonomian lokal.
" Ajang seperti ini sangat mendorong meningkatnya sumber perekonomian masyarakat, baik dari segi wisata lokal maupun menumbuh kembangkan sektor ekonominya," terangnya.
" Warga desa kebanyakan berprofesi sebagai petani ternak domba, dengan seringnya di adakan event seperti ini tujuannya untuk menumbuhkan potensi sumberdaya masyarakat, baik dari segi budaya, wisata dan ekonomi, agar perekonomian masyarakat di desa kami semakin meningkat," paparnya.
Heri juga berharap masyarakat di desanya, terutama para petani ternak domba dapat mengembangkan potensi dirinya, dan memaksimalkan potensi ekonomi dalam pelaksanaan event adu ketangkasan domba tersebut.
" Kami berharap kegiatan ini berjalan minimal 1 kali setahun, maksimalnya 2 kali dalam setahun, agar para petani domba di Desa Kutawaringin paham, bagaimana cara merawat domba yang baik sehingga bisa menambah nilai jual produknya," harapnya.
Acara ini, tambah Heri, kami laksanakan tidak asal-asalan, konsep dan tujuannya jelas dan terukur, ia juga menyinggung soal hadiah istimewa yang di sediakan panitia bagi para pemenang.
" Event sebesar ini kami laksanakan tidak asal-asalan, semuanya sudah terkonsep, termasuk dalam menyediakan hadiah istimewa bagi para juara kontes, tujuannya untuk menumbuhkan sportifitas bagi para peserta, di sisi lain juga menjadi pemicu bagi para petani ternak domba lokal untuk lebih mengembangkan potensinya," pungkas Kades.
Rafli