Animo Tinggi, UMK Academy 2026 Dibanjiri 4.000 Pendaftar

suaracianjur.com
September 01, 2026 | 16:02 WIB Last Updated 2026-09-01T09:06:20Z
Foto: Dok. (Pertamina) Lebih dari 4.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mendaftar program Pertamina UMK Academy 2026. Jumlah tersebut tercatat selama pendaftaran yang dibuka 21-31 Agustus 2026

SUARA CIANJUR | JAKARTA - Lebih dari 4.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mendaftar program Pertamina UMK Academy 2026. Jumlah tersebut tercatat selama pendaftaran yang dibuka 21-31 Agustus 2026.

Angka ini naik hampir dua kali lipat dibanding periode 2025. Pertamina UMK Academy merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang berjalan sejak 2020.

Ribuan pendaftar tersebut akan menjalani kurasi dan verifikasi administrasi untuk menentukan peserta yang lolos pembinaan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut tingginya jumlah pendaftar mencerminkan keinginan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing.

“Antusiasme pendaftar menunjukkan besarnya semangat pelaku UMK Indonesia untuk mengembangkan usahanya. Melalui Pertamina UMK Academy, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didampingi untuk menerapkan pembelajaran secara langsung sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usahanya,” ujar Baron, Selasa (1/9/2026).

Pembinaan dilakukan dua tahap, regional dan nasional. Pada tahap regional, peserta mendapat materi penguatan dasar pengelolaan bisnis sesuai sektor usaha. Keaktifan peserta dipantau Tim Akselerator dan Tim Mentor dan dinilai berkala untuk menentukan yang berhak lanjut ke tahap nasional.

Di tahap nasional, pembinaan difokuskan pada empat kelas: Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global, ditambah dua materi khusus Go Green dan Go Aggregator.

“Setiap pelaku UMK memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, silabus/kurikulum dan materi pembinaan disusun khusus sesuai tahapan pembinaan dan kondisi perkembangan usaha peserta agar program pembinaan dapat menghasilkan perubahan yang nyata, berdampak dan terukur,” tambah Baron.

Salah satu alumni program ini adalah Lidya SP, pemilik Besolek sekaligus Juara I kelas Go Modern 2025. Ia mengaku mendapat dampak langsung pada tata kelola usaha.

“Pengelolaan produksi dan keuangan menjadi lebih rapi, proses produksi makin efisien sehingga zero waste makin optimal,” ujar Lidya.

Selama enam tahun berjalan, program ini mencakup pelatihan, pendampingan, coaching, penguatan legalitas, hingga fasilitasi akses pasar. Peserta terbaik di tingkat nasional mendapat dukungan teknologi dan alat produksi dengan total nilai ratusan juta rupiah.

Arkam
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Animo Tinggi, UMK Academy 2026 Dibanjiri 4.000 Pendaftar

Trending Now

Iklan