Dugaan Penganiayaan Petugas BB-TNGGP di Pos Gunung Putri, Warga Minta Polisi Usut Tuntas

suaracianjur.com
September 08, 2026 | 21:59 WIB Last Updated 2026-09-08T15:06:39Z
Keterangan Gambar: Petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BB- TNGGP) Pos Penjagaan Simaksi Gunung Putri dilaporkan mengalami luka 

SUARA CIANJUR | CIPANAS RAYA – Seorang petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BB-TNGGP) dilaporkan terluka akibat dugaan tindak kekerasan saat bertugas di Pos Penjagaan Simaksi Gunung Putri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa, 8 September 2026, sekitar pukul 15.30 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi ketika petugas berupaya mencegah pendaki memasuki jalur pendakian yang sedang dalam status penutupan.

Selain petugas, seorang ketua RT yang berupaya melerai perselisihan juga dilaporkan mengalami luka.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa bermula dari teguran petugas kepada sejumlah pendaki yang hendak memasuki kawasan. Perselisihan kemudian terjadi dengan seseorang yang menurut keterangan warga terkait dengan aktivitas jasa wisata alam di sekitar Gunung Putri.

Warga berinisial AN, 45 tahun, menyebutkan perselisihan itu berujung pada kontak fisik.

"Siapa pun pelakunya, proses hukum harus tetap berjalan agar ada kejelasan dan tidak terjadi kejadian serupa," kata AN.

Selain dugaan kekerasan terhadap petugas, warga juga melaporkan adanya dugaan perusakan fasilitas pos penjagaan di jalur pendakian tersebut.

Warga lainnya berinisial AM menyampaikan, aparat kepolisian telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian. Menurut dia, terdapat saksi dan bukti yang dapat membantu proses penyelidikan.

"Saksi ada, bukti ada, korban dan pihak yang diduga terlibat ada," ujar AM.

AM meminta agar peristiwa tersebut tidak digeneralisasi dan dikaitkan dengan seluruh masyarakat maupun pengelola basecamp di kawasan Gunung Putri. Ia menegaskan penetapan pihak yang bertanggung jawab harus merujuk pada hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

Di luar peristiwa dugaan kekerasan, muncul dugaan adanya aktivitas pendakian yang tidak melalui prosedur Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi). Dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi dari pihak terkait.

"Kita harus memastikan apakah pendaki tersebut memang mengikuti kegiatan Opsik atau masuk tanpa prosedur izin. Itu yang harus diperiksa berdasarkan data dan keterangan para pihak," katanya.

Hingga kini belum terverifikasi apakah dugaan pendakian tanpa prosedur tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan peristiwa dugaan kekerasan.

Warga meminta BB-TNGGP dan kepolisian melakukan pengusutan menyeluruh, meliputi dugaan kekerasan terhadap petugas, dugaan luka yang dialami ketua RT, serta dugaan kerusakan pos penjagaan.

"Kami berharap aturan di kawasan konservasi ditegakkan secara adil. Kalau memang ada pelanggaran, siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum," ujar AM.

Peristiwa ini menjadi perhatian terkait pengamanan jalur dan penegakan aturan di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari BB-TNGGP maupun kepolisian terkait kronologi lengkap, kondisi korban, tingkat kerusakan fasilitas, maupun perkembangan penanganan perkara.

Pemberitaan ini menjunjung asas praduga tak bersalah. Seluruh pihak yang disebutkan memiliki hak jawab dan hak klarifikasi.

Reporter: Indra 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dugaan Penganiayaan Petugas BB-TNGGP di Pos Gunung Putri, Warga Minta Polisi Usut Tuntas

Trending Now

Iklan