Artspace Bojongherang Jadi Ruang Belajar dan Ekspresi Seni Warga

suaracianjur.com
Oktober 16, 2026 | 15:04 WIB Last Updated 2026-10-16T08:12:44Z
Foto: Dok. (Joy SC) Artspace mewadahi berbagai disiplin, mulai dari seni rupa, desain grafis, seni tari, musik, hingga sastra

SUARA CIANJUR | BOJONGHERANG – Di tengah dominasi gawai, sebuah ruang seni di Jalan Selamet Nomor 57, Bojongherang, Kecamatan Cianjur, mencoba mengembalikan fungsi seni sebagai sarana edukasi. Bernama Artspace, ruang ini dikembangkan sebagai wadah terbuka untuk belajar, berlatih, hingga membangun apresiasi budaya.

Artspace mewadahi berbagai disiplin, mulai dari seni rupa, desain grafis, seni tari, musik, hingga sastra.

“Artspace ini adalah wadah bagi para pecinta seni yang mewarnai beberapa bidang, mulai dari seni rupa, seni tari, seni musik, hingga sastra,” ujar Iwan Yasin, pengampu bidang desain grafis di Artspace, saat ditemui Jumat (16/10/2026).

Menurut Iwan, ruang seni tidak boleh dimaknai sempit hanya sebagai tempat kumpul komunitas. Ia harus menjadi sarana edukasi yang mendorong proses kreatif dan literasi visual masyarakat.

Tiga Fungsi: Sekolah Seni, Galeri, dan Art Storage

Secara konsep, Artspace menjalankan tiga fungsi utama yang saling terhubung.

Pertama, sebagai art school atau sekolah seni. Program pembelajaran menggambar dan mewarnai dasar ini terbuka untuk umum, termasuk pelajar. Tujuannya bukan sekadar keterampilan teknis, tapi melatih kepekaan visual, ketekunan, dan kemampuan mengekspresikan gagasan secara nonverbal.

“Kami sudah mempunyai konsep pembelajaran menggambar atau mewarnai yang terbuka untuk umum, termasuk bagi para pelajar. Harapannya, mereka bisa mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya di bidang seni,” jelas Iwan.

Kedua, sebagai galeri. Fungsi ini menjadi ruang presentasi dan evaluasi. Lewat pameran, seniman belajar menerima tanggapan publik, sementara pengunjung belajar mengapresiasi karya berdasarkan gagasan, teknik, dan konteks.
Foto: Dok. (Joy SC) Iwan Yasin pengampu Artspace 

“Di sini menjadi tempat pameran lukisan dan desain grafis. Para seniman bisa menampilkan karyanya agar dikunjungi dan diapresiasi oleh masyarakat,” bebernya.

Ketiga, sebagai art storage. Fungsi ini disiapkan sebagai pengelolaan sarana-prasarana seni sekaligus penyediaan produk dan perlengkapan seni yang bisa diakses pengunjung. Ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran seni yang berkelanjutan.

Pameran Retromania: Mengolah Memori Kota Jadi Karya Visual

Pada Oktober ini, Artspace menggelar pameran bertema Retromania. Pameran ini menampilkan karya desain grafis yang bersumber dari memori personal Iwan terhadap bangunan-bangunan di Cianjur pada era 1980-an.

Dari kacamata edukatif, karya ini menjadi contoh bagaimana memori kolektif tentang ruang dan arsitektur dapat diolah menjadi karya visual yang merekam perubahan kota.
Foto: Dok. (Joy SC) Artspace menegaskan keterbukaannya untuk kolaborasi lintas generasi, termasuk Generasi Z. Tidak ada batasan usia untuk berkarya

“Kenapa saya mengambil tema Retromania? Kebetulan saya mengangkat karya seni di bidang desain grafis. Ketika remaja sekitar tahun 1980-an, ada beberapa gedung yang menjadi kenangan bagi saya. Memori itu kemudian saya tuangkan dalam bentuk karya desain grafis,” ungkapnya.

Terbuka untuk Gen Z

Artspace menegaskan keterbukaannya untuk kolaborasi lintas generasi, termasuk Generasi Z. Tidak ada batasan usia untuk berkarya.

“Kami menerima generasi muda dengan tangan terbuka. Kami tidak melihat umur atau usia untuk mengembangkan karya seni. Kita bisa bekerja sama dan mengembangkan karya bersama-sama, baik desain grafis, lukisan, sastra, maupun musik,” tuturnya.

Ia menilai, pelibatan langsung dalam aktivitas kesenian menjadi penyeimbang yang penting di era digital.

“Anak-anak sekarang jangan hanya terpaku pada gawai atau media digital. Kita harus berusaha mengeksplorasi hal-hal di luar itu, seperti lukisan, mewarnai, menggambar, teater, dan musik, supaya wawasan serta pemikiran mereka semakin berkembang,” pungkasnya.

Kehadiran Artspace diharapkan dapat memperkuat literasi seni warga, khususnya pelajar, serta menjadi simpul kolaborasi baru bagi pelaku seni di Kabupaten Cianjur.

Reporter: Joy
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Artspace Bojongherang Jadi Ruang Belajar dan Ekspresi Seni Warga

Trending Now

Iklan