| Foto: Dok. (Arfs IN) Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau secara langsung korban di RSPG Cisarua atas dugaan keracunan menu makanan dari SPPG Leuwimalang 01 |
SUARA CIANJUR | BOGOR - Program Makan Bergizi Gratis [MBG] di Kabupaten Bogor kembali memakan korban. Sebanyak 103 pelajar SMP Negeri 2 Cisarua dilaporkan mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi paket MBG pada Rabu, 21 Oktober 2026 pagi.
Insiden tersebut bermula sekitar pukul 08.30 WIB. Puluhan siswa tiba-tiba mengeluhkan pusing disertai mual dan muntah tak lama setelah menyantap paket makan yang didistribusikan oleh SPPG Leuwimalang 01 yang dikelola Yayasan Tri Satya Karsa.
Pihak sekolah bersama warga kemudian mengevakuasi para korban menuju RS Paru Goenawan Partowidigdo [RSPG] Cisarua dengan memanfaatkan armada ambulans desa.
Buntut dari kejadian tersebut, dapur penyedia MBG milik yayasan itu mendapat sanksi tegas berupa penghentian operasional sementara.
Kepala KPPG Bogor, H. Haidir, menjelaskan langkah penghentian sementara diambil guna kepentingan pemeriksaan menyeluruh. Selain penangguhan operasional, timnya juga akan melakukan audit internal sembari menanti hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dari Labkesda.
"Operasional SPPG Leuwimalang 01 dihentikan selama 20 hari atau suspend kategori sedang untuk evaluasi," kata Haidir dalam keterangannya, Kamis 23 Oktober 2026.
Dari hasil penelusuran sementara, dugaan kuat mengarah pada produk susu yang terdapat dalam paket MBG tersebut.
"Korban mengalami gejala setelah mengkonsumsi susu. Sample susu UHT full cream sudah dibawa ke Labkesda untuk uji lab," paparnya.
Menanggapi insiden itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan Pemerintah Kabupaten Bogor akan menanggung penuh biaya pengobatan seluruh terdampak, baik siswa, guru, maupun wali murid. Terkait sanksi kepada pihak penyedia, Pemkab menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada KPPG dan Badan Gizi Nasional [BGN].
"Kami lebih fokus terhadap kesehatan masyarakat. Dinkes akan terus memantau perkembangan para korban dirumah masing-masing meski sudah menjalani perawatan di rumah sakit dan dinyatakan stabil oleh tim medis," jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti insiden keracunan masih dalam proses investigasi menunggu hasil resmi uji laboratorium dari Labkesda.
Reporter: Arfs