Di Usia 72 Tahun, Turo Masih Mengayuh Asa di Jalanan Cianjur

suaracianjur.com
Oktober 05, 2026 | 13:15 WIB Last Updated 2026-10-05T06:22:29Z
Foto: Dok. (Joy SC) Di saat tubuh seharusnya beristirahat, Turo (72) justru masih harus bertarung dengan kerasnya aspal Cianjur Kota. Warga Kampung Babakan Cikadu RT 005/RW 001, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang itu sudah puluhan tahun menggantungkan hidup dari kayuhan becak. Kini, di senja usianya yang rapuh, secercah harapan akhirnya datang

SUARA CIANJUR | CIANJUR – Di saat tubuh seharusnya beristirahat, Turo (72) justru masih harus bertarung dengan kerasnya aspal Cianjur Kota. Warga Kampung Babakan Cikadu RT 005/RW 001, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang itu sudah puluhan tahun menggantungkan hidup dari kayuhan becak. Kini, di senja usianya yang rapuh, secercah harapan akhirnya datang.

Selama puluhan tahun, ia mengayuh demi sesuap nasi. Teman-teman seperjuangannya satu per satu telah berpulang, meninggalkannya sendirian membelah jalan. Fisiknya kian menurun, kesehatannya tak lagi prima, namun tuntutan untuk memenuhi kebutuhan dasar memaksanya tetap bertahan.

"Saya memang sudah lama mengais rezeki jadi tukang becak di Cianjur Kota hingga sekarang, teman seperjuangan sesama tukang penarik becak sudah lama telah tiada," ungkapnya, Senin (05/10/2026).

Di usianya yang telah senja, ia masih harus membanting tulang hanya untuk bertahan hidup.

Harapan itu muncul ketika Ketua Paguyuban Becak Cianjur memintanya mengumpulkan fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk pendataan calon penerima bantuan becak listrik dari pemerintah.

Program tersebut menyasar 120 pengayuh becak, terutama yang berusia lanjut.

"120 unit, itu khususnya yang mendapatkan bantuan dari usia 55 tahun ke atas. Alhamdulillah, termasuk saya juga mendapatkan," katanya.

Bagi Turo, bantuan itu bukan sekadar kendaraan. Ia adalah napas baru. Setelah puluhan tahun menggantungkan hidup dari otot betis dan peluh, kini ia memiliki tenaga baru yang akan meringankan ikhtiarnya mencari nafkah.
Foto: Dok. (Joy SC) Di usianya yang telah senja, ia masih harus membanting tulang hanya untuk bertahan hidup

"Saya sudah puluhan tahun mengais rezeki menjadi tukang becak hingga sekarang mendapatkan bantuan dari pemerintah. Saya sangat terasa terbantu," ucapnya.

Bantuan becak listrik tersebut diserahkan secara simbolis pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Taman Pancaniti, Pendopo Cianjur. Turo mengaku prosesnya berlangsung mudah tanpa pungutan dan syarat yang memberatkan setelah sebelumnya menyerahkan dokumen kependudukan.

"Kan saya sudah mengumpulkan KK dan KTP sebelumnya diminta oleh Ketua Becak Cianjur. Jadi pas pengambilan hari Kamis, 1 Oktober 2026 di Taman Pancaniti, Pendopo, Alhamdulillah tanpa ada syarat apa pun," jelasnya.

Tak hanya becak listrik, kepedulian itu dilengkapi dengan bantuan satu karung beras seberat 20 kilogram dan uang tunai. Bantuan sederhana yang terasa sangat mewah bagi seorang pejuang jalanan sepertinya.

"Saya mendapatkan satu unit becak listrik dan beras sekarung 20 kilogram, juga berupa uang. Untuk nominal uang, ya Alhamdulillah," tuturnya.

Di usia 72 tahun, Turo menolak menyerah pada keadaan. Becak listrik itu kini menjadi kawan barunya untuk tetap mengayuh asa.

"Di usia 72 tahun, saya masih ingin bekerja dan mengais rezeki. Alhamdulillah, sekarang ada becak listrik yang bisa membantu saya dalam bekerja. Semoga bantuan ini bisa meringankan pekerjaan saya," pungkasnya.

Reporter: Joy
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Di Usia 72 Tahun, Turo Masih Mengayuh Asa di Jalanan Cianjur

Trending Now

Iklan