Kemnaker-GNIK Susun Strategi Future Skills Hadapi Disrupsi AI

suaracianjur.com
Oktober 18, 2026 | 12:47 WIB Last Updated 2026-10-18T05:51:49Z
Foto: Dok. (Biro Humas Kemenaker) Kemnaker-GNIK Susun Strategi Future Skills Hadapi Disrupsi AI

SUARA CIANJUR | JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan menggandeng Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) untuk menyusun peta jalan keterampilan masa depan. Langkah ini diambil untuk menjembatani kesenjangan antara kurikulum pelatihan saat ini dengan kebutuhan industri yang berubah akibat kecerdasan buatan, teknologi informasi, dan ekonomi hijau.

Isu tersebut mengemuka dalam Brainstorming GNIK Academy bertema “Solusi Kolaboratif Membangun The Future Skills untuk Indonesia” di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, pembangunan ketenagakerjaan tidak bisa lagi hanya fokus pada penyelesaian hubungan industrial. Orientasi harus bergeser ke produktivitas dan relevansi kompetensi.

“Pembangunan ketenagakerjaan harus mampu menjawab tantangan riil di lapangan melalui perluasan ruang lingkup kerja sama, yang tidak sekadar menyelesaikan masalah hubungan industrial, melainkan berfokus pada peningkatan produktivitas,” ujar Yassierli.

Ia menilai kualifikasi akademik tidak lagi menjadi satu-satunya penentu. Industri membutuhkan keterampilan baru yang adaptif, sehingga kurikulum pelatihan pemerintah harus terkoneksi langsung dengan praktisi manajemen SDM.

Untuk efisiensi, Yassierli mendorong perusahaan tidak membangun platform pembelajaran sendiri-sendiri.

“Isu keterampilan masa depan merupakan tantangan bersama lintas sektor. Alih-alih setiap perusahaan merintis platform mandiri berbiaya besar, mari satukan potensi dan pengetahuan yang ada ke dalam wadah pembelajaran kolektif,” katanya.

Di level kebijakan, Kemnaker menyiapkan sistem informasi pasar kerja terpadu. Sistem ini akan menjadi basis data tunggal untuk memetakan pasokan dan permintaan tenaga kerja.

Tiga agenda utama dalam sistem tersebut adalah pembaruan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI), penyusunan daftar okupasi kritis yang paling dibutuhkan industri, dan integrasi portal SIAPKerja dengan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Pemerintah, kata Yassierli, akan berperan sebagai fasilitator regulasi dan infrastruktur.

“Prinsip utama yang senantiasa kita pegang teguh adalah dari, oleh, dan untuk GNIK dan Bangsa. Pemerintah siap memfasilitasi infrastruktur serta regulasi pendukung agar kompetensi generasi muda dapat berkembang secara optimal,” pungkasnya.

Reporter: HSA
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kemnaker-GNIK Susun Strategi Future Skills Hadapi Disrupsi AI

Trending Now

Iklan