Libur Panjang Akhir Oktober, Pemprov Antisipasi Keramaian di Jalur Puncak dan Cianjur

suaracianjur.com
Oktober 24, 2020 | 05:14 WIB Last Updated 2020-10-23T22:14:08Z
Libur Panjang Akhir Oktober, Pemprov Antisipasi Keramaian di Jalur Puncak dan Cianjur

SUARA CIANJUR ■ Pekan depan akan terjadi long weekend bertepatan dengan cuti bersama 28 dan 30 Oktober dan libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW, 29 Oktober 2020. Karena rawan penyebaran Covid-19, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil merasa perlu mengingatkan warga untuk menahan hasrat berlibur dengan bepergian ke luar kota.
 
Himbauan itu disampaikan, setelah memperhatikan kondisi pandemik COVID-19 dan penularan virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19 yang masih terjadi. 

Adapun merujuk Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, hari libur nasional di Oktober 2020 jatuh pada 29 Oktober yakni Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Sementara libur cuti bersama adalah tanggal 28 dan 30 Oktober 2020. Tiga hari libur mulai Rabu hingga Jumat itu pun merangkai dengan akhir pekan. 

"Terkait libur panjang di akhir Oktober, saya imbau warga dalam situasi pandemik COVID-19 ini bisa menahan diri (berlibur atau bepergian ke luar kota)," katanya, dalam konferensi pers di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10/20). 

Kang Emil pun menyarankan warga untuk memanfaatkan libur panjang di akhir Oktober ini dengan berkumpul di rumah bersama keluarga atau mencari hiburan di sekitar tempat tinggalnya. 

"Berinteraksi dekat rumah saja. Meski tidak dilarang (berlibur atau bepergian ke luar kota) karena pariwisata dibuka, tapi lebih baik menghindari kerumunan," tambahnya. 

Adapun Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar berkaca pada libur panjang Idul Adha akhir Juli lalu, di mana terjadi peningkatan kasus karena banyak warga berlibur ke tempat wisata dan bepergian ke kampung halaman. 

Untuk itu, Kang Emil berujar pihaknya tetap mengantisipasi lonjakan kerumunan warga di momen libur panjang akhir Oktober ini, salah satunya dengan mengidentifikasi tempat-tempat wisata di seluruh Jabar dan memaksimalkan protokol kesehatan serta kapasitas tempat wisata. 

"Petugas pariwisata sudah kami tugaskan menjaga hal itu (protokol kesehatan dan kapasitas). Jika melebihi kapasitas 50 persen, akan kami berikan sanksi," tegas Kang Emil. 

"Dan kepada (warga) yang terpaksa harus pergi (berlibur atau ke luar kota), tetap harus melaksanakan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan)," ujarnya. 

Selain menjaga protokol kesehatan dan kapasitas tempat wisata, Kang Emil menjelaskan bahwa pihaknya juga mengantisipasi keramaian di jalur Puncak dan Cianjur yang kerap menjadi destinasi berlibur bagi warga Jakarta. 

Meski tidak menutup 100 persen, Kang Emil menjelaskan, pihaknya akan melakukan beberapa tindakan penyekatan jika dirasa volume pergerakan warga sudah melebihi kapasitas yang diperkirakan. 

"Pengalaman sebelumnya, memang ada penutupan tapi tidak 100 persen, hanya di jam-jam tertentu. (Penutupan) itu pasti kami ulangi, apalagi long weekend ini terdeteksi potensi (orang berlibur) yang sangat besar," kata Kang Emil. 

"Jadi saya juga imbau kepada warga Jakarta, ikuti imbauan pemerintah, kalau bisa tidak dulu memaksakan diri ke Puncak atau Cianjur. Maksimalkan berekreasi di wilayah dekat rumah masing-masing. (Berlibur atau ke luar kota) tidak dilarang, tapi kami punya kapasitasnya. Jika sudah berlebih, pasti kami tutup," tuturnya. (hms/2) 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Libur Panjang Akhir Oktober, Pemprov Antisipasi Keramaian di Jalur Puncak dan Cianjur

Trending Now

Iklan