-->

Masuk Zona Merah, Emil Imbau Masyarakat Tidak Berwisata ke Bandung

SuaraCianjur.com
Rabu, 02 Desember 2020, 22.34 WIB Last Updated 2020-12-02T15:34:05Z
Masuk Zona Merah, Emil Imbau Masyarakat Tidak Berwisata ke Bandung

SUARA CIANJUR ■ Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau masyarakat untuk tidak pergi jauh dan tidak bepergian ke daerah yang berstatus Zona Merah atau berisiko tinggi.

Imbauan Emil itu disampaikan menyusul bertambahnya kawasan zona merah. Data periode 23 November 2020 hingga 29 November 2020, enam wilayah di Jawa Barat berstatus Zona Merah, yakni Kabupaten Indramayu, Purwakarta, Karawang, Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kota Banjar.

Kemudian, 19 wilayah di Jawa Barat berstatus Zona Oranye. Hanya Kabupaten Cianjur dan Pangandaran yang berstatus Zona Kuning.

“Kemarin saya umumkan, ini baru pertama kali Kota Bandung jadi Zona Merah, jadi saya mengimbau wisatawan hentikan ke Bandung Raya karena zona tersebut sudah merah dan proses pengendaliannya semakin baik,” kata Emil di Depok. Rabu 2 Desember 2020.

Emil mengatakan, setelah libur panjang akhir Oktober 2020, terjadi peningkatan kasus Covid-19. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat Jabar untuk menahan diri dan menghindari keramaian.

“Cerita libur panjang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan (Covid-19 kasus). Oleh karena itu, untuk melindungi hal-hal yang tidak diinginkan saya kira kita menahan diri dulu, jangan bepergian terlalu jauh, lalu jangan ramai, " dia berkata.

Emil juga melaporkan, tingkat hunian ruang isolasi RS rujukan di wilayah Bogor-Depok-Bekasi dan Bandung Raya (Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Sumedang) lebih dari ambang standar World Health Organization. (WHO) yaitu 60 persen.

Ia melaporkan, berdasarkan data per 29 November 2020, angka kesembuhan penderita Covid-19 di Jabar mencapai 85,65 persen.

Angka tersebut melebihi rata-rata angka pemulihan nasional yang mencapai 83,40 persen. Kemudian, angka kematian pasien Covid-19 terus menurun.

“Angka kesembuhan Jawa Barat juga di atas angka nasional yaitu 85 persen. Itu salah satu yang tertinggi. Kemudian angka kematian kita konsisten terendah, ribuan provinsi lain, tapi kita baru 900 dari total 51 ribu kasus. , atau sekitar 1,7 persen, ”ujarnya.

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru