Pengamat Politik Ungkap Plus Minus Sandiaga Jika Jadi Cawapres Ganjar

suaracianjur.com
Juli 04, 2023 | 00:31 WIB Last Updated 2023-07-03T17:32:29Z
Suaracianjur.com | Surabaya - Sandiaga Salahudin Uno telah diusulkan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo. Belakangan, Ketua Badan Pemenangan Pemilu partai berlambang ka'bah itu juga tampak beribadah haji bersama Ganjar Pranowo.

Pengamat Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Agus M Fauzi menyebutkan bahwa peluang Sandiaga menjadi pendamping Ganjar di Pilpres 2024 sangat terbuka. Meski, menurutnya peluang itu tidak cukup besar.

"Kemungkinan itu ada, tetapi bukan dominan. Hal ini terlihat pada pengajuan PPP untuk Sandiaga cawapres beberapa waktu lalu yang langsung direspons oleh Bu Mega, waktu itu kecil kemungkinan bisa," kata Agus saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (3/7/2023).

Menurut Agus ada sejumlah hal yang membuat peluang Sandiaga menjadi cawapres Ganjar tidak terlalu besar. Salah satunya berkaitan dengan partai pengusung.

"Bang Sandi saya kira bukan pilihan utama bagi PDIP, karena yang mengusulkan hanya PPP. Sementara PPP pemilihnya tidak begitu banyak," katanya.

"Dia juga belum begitu tampak dalam survei," tambahnya.

Agus juga berpendapat bahwa akan ada sedikit tantangan untuk menyatukan Sandi dengan pemilih PDIP. Hal itu pula yang menjadi salah satu faktor yang membuat peluang sandi tidak terlalu terbuka lebar untuk mendampingi Ganjar Pranowo.

"Selain itu Sandi berbeda dengan pemilih PDIP. Untuk menyatukan tampaknya masih kesulitan sampai saat ini," lanjutnya.

Sementara, jika pada akhirnya Ganjar sendiri yang kemudian memilih maju Pilpres bersama Sandiaga sebagai cawapresnya, Agus melihatnya ada sejumlah catatan yang bernada positif maupun negatif.

"Plusnya Sandi itu memiliki modal kapital cukup lumayan dengan berbagai perusahaan yang sukses ia komandani. Lalu Sandi punya modal sosial sebagai sosok yang mempunyai wajah menarik, aktif di media sosial, dan menjadi idola emak-emak," bebernya.

"Selain itu Sandi juga menjadi bagian kabinet Jokowi, sehingga relatif bisa nyambung dengan rezim penguasa," katanya.

Sebaliknya, Agus juga mengungkap sisi minus Sandi bagi Ganjar Pranowo. Salah satunya mengenai rekam jejak kepindahan Sandiaga Salahudin Uno dari Gerindra ke PPP.

"Minusnya partai di belakangnya kurang berpengaruh. Perpindahan dari Gerindra ke PPP juga mempunyai citra negatif (bagi para pemilih PDIP)," katanya.

Dia pun menilai masih ada beberapa nama yang dipertimbangkan PDIP selain Sandiaga untuk menjadi cawapres Ganjar.

"Saya kira masih ada nama prioritas yang diinginkan PDIP. Sandi ini level peluangnya juga baik, tapi tidak terdepan," tandasnya.

(Red)
Sumber: detikjatim
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pengamat Politik Ungkap Plus Minus Sandiaga Jika Jadi Cawapres Ganjar

Trending Now

Iklan