Program PTSL Di Duga Rawan Kelalaian Serta Tidak Hati - Hati Saat Pemeriksaan Data Pendaftaran

suaracianjur.com
Juli 13, 2023 | 20:34 WIB Last Updated 2023-07-13T13:35:45Z
Suaracianjur.com | Cianjur - Bojongpicung, Sertifikat hasil program PTSL di duga rawan dengan kelalaian serta ketidak hati-hatian saat pemeriksaan data pendaftaran sehingga di akhir jadi pemicu konflik karena muncul sertifikat ganda dengan objek yang sama.

Hal itu di sampaikan Direktur Agraria Institute sa'at berkunjung ke wilayah Desa Jati Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur guna mendengar keluhan masyarakat terkait sengketa pertanahan. Kamis, (13/7/2023)

Biasa nya konflik sengketa tanah muncul akibat dari kelalaian panitia pelaksana program PTSL, tidak hati - hati saat mengumpulkan persyaratan data pembuatan sertifikat PTSL.

Direktur Agraria Institute (D. Firman K) melihat penomena seperti ini angkat bicara:

" Hal ini perlu pembenahan dalam hal pendaftaran program PTSL tersebut, program ini sejatinya sangat bagus dan sangat membantu masyarakat kecil dalam hal pembuatan sertifikat tanah," urai Firman

Lanjut Firman; " Kami Organisasi yang fokus terhadap permasalahan pertanahan dan tata ruang melihat penomena ini sangat prihatin, seharusnya tanah yang sudah bersertifikat kemudian ada pihak lain yang menyertifikatkan seyogyanya oleh lembaga terkait harus terdeteksi sedini mungkin," ujarnya

" Akhirnya kami jadi bertanya-tanya ada apa dengan oknum pengambil kebijakan dan lembaga terkait sampai muncul sertifikat lain dengan objek tanah yang sama melalui program tersebut." Tutup Firman.

(Ark)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Program PTSL Di Duga Rawan Kelalaian Serta Tidak Hati - Hati Saat Pemeriksaan Data Pendaftaran

Trending Now

Iklan