Warga Desa Batulawang- Cipanas Tolak Pembangunan Relokasi Hunian Tetap, Dampak Banjir Menjadi Kekhawatiran Warga

suaracianjur.com
Agustus 23, 2023 | 03:45 WIB Last Updated 2023-08-24T07:55:02Z
Foto: Dok. SC. Suasana sosialisasi huntap cikujang Desa Batulawang

SUARA CIANJUR | CIPANAS - BATULAWANG, Warga Desa Batulawang Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur menolak pembangunan relokasi hunian tetap untuk warga terdampak gempa bumi, warga khawatir pembangunan huntap akan memicu banjir ke pemukiman.

Pembangunan huntap hunian tetap diperuntukan bagi warga korban bencana alam gempa bumi yang wilayahnya terkena zona merah. Berdasarkan surat Kepala BMKG nomor GF.00.00/043/KB/XII/2022 tentang laporan hasil penetapan zona relokasi. Selasa, (22/8/2023).

Menanggapi isu penolakan warga, para pihak mengadakan rapat sosialisasi relokasi, bertempat di Kp.Lembur warung Desa Batulawang, hadir dalam acara sosialisasi, diantaranya, Sekdis DPKP Kab. Cianjur (Hendri Prasetyadi). Camat Cipanas (Firman Edi). Kapolsek Pacet (AKP. Hima Rawalasi Pratama). Kades Batulawang (H. Nanang Rohendi). Perwakilan dari Perusahaan Abipraya. Tokoh Masyarakat Batulawang (Akhayar Amshori) beserta Masyarakat nya.

Terkait ke khawatiran warga yang berimbas pada penolakan, (Ustad Akhayar Amshori) tokoh Masyarakat di ke-erwean 10, kepada awak media menjelaskan:

" Lokasi yang menjadi huntap itu berada di kampung cikujang tapi mereka menyebutnya area kopeng 1 dan kopeng 2 katanya begitu, warga di ke- erwean 10, hampir seluruhnya kompak menolak pembangunan relokasi ini, karena dikhawatirkan setelah dibangun relokasi terjadi lagi bencana banjir ke kampung lembur warung, lebak bulus, garung, parung ponteng dan sekitarnya," ujar Ustad Akhayar Amshori.

Lanjutnya; " Walaupun dengan penjelasan tekhnis apapun kami tetap menolak, karena sebelum rencana adanya rencana relokasi ini pun sebenarnya pernah terjadi banjir, malah pernah terjadi banjir besar ketika ada ternak unggas sekitar tahun 1989- 1990an sehingga hektaran lahan pertanian tergenang air, " urai Ustad Akhayar Amshori.

Atas pengalaman bencana yang pernah dialami kami, menjadi khawatir dengan adanya pembangunan relokasi bencana serupa kembali terulang, karena tak ada pembuangan air selain ke wilayah kami, makanya kami menolak.

" Pada intinya kami sangat mengapresiasi rencana relokasi ke tanah eks HGU tersebut, cuman titik lokasinya jangan dilokasi tersebut, Ma'af kami tidak menolak relokasinya, yang kami tolak itu lokasinya, katanya kan tanah eks HGU itu 1200 hektar, dengan luas segitu masih banyak lokasi yang aman dan tidak berdampak kepada kami yang ada dibawah," paparnya.

Foto: Dok. SC. Jalan nya sosialisasi berjalan alot

Kembali media bertanya, ada berapa kampung dan berapa dusun yang khawatir terkena dampak pembangunan huntap relokasi ini, kembali Ustad Akhayar Amshori melanjutkan penuturan nya:

" Ada dua dusun yang mungkin akan terkena dampak langsung dari pembangunan ini, dihuni sekitar 2000 KK lebih, kami sebagai warga mempunyai hak untuk hidup tenang, nyaman, dan bebas dari ke khawatiran." Pungkasnya.

Masih ditempat yang sama serta lokasi yang sama, Sekdis DPKP Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kab. Cianjur, Hendri Prasetyadi, menuturkan:

" Kami mendampingi konsultan perencanaan relokasi tahap 3 bersama unsur Forkopimcam dan Balai prasana perumahan Jawa barat juga dari perusahaan Abipraya berantas, kami datang kesini menindak lanjuti adanya aspirasi penolakan pembangunan relokasi tahap 3 di Batulawang ini," kata Sekdis.

" Ada ke khawatiran masyarakat terkait banjir saat musim hujan, dalam sosialisasi ini kami bersama konsultan sudah menyampaikan dalam hal pengendalian banjir, konsultan perencana sudah merencanakan antisipasi hal ini ada 2, 1 bak-bak penampungan yang ada di perumahan di tempat relokasi nanti," urainya.

Yang ke 2 adalah pembenahan saluran air yang menuju pemukiman warga juga pembangunan gorong- gorong yang diatasnya nanti ada pembagian saluran air, dan jumlah debit air nya akan di kendalikan, adapun titik pembangunan relokasi akan berdiri dilahan eks HGU, dalam acara ini membahas upaya bagaimana pengendalian air ini bisa diatasi.

" Kami berharap masyarakat dapat mendukung pembangunan relokasi untuk korban bencana ini, disisi lain kami berupaya membangun huntap untuk korban gempa, dan disisi lain nya kami berharap masyarakat di sini pun tidak mengalami dampak." Pungkasnya.

Hal senada di sampaikan Camat Cipanas, Firman Edi, mengatakan; " Dilokasi relokasi ini, dibawahnya ada 14 ke- ertean, kurang lebih ada 2000 jiwa, memang didaerah ini meskipun sifatnya tidak rutin suka terjadi banjir, ke khawatiran warga jika diatas ada pembangunan khawatir kebawah terjadi banjir, untuk itulah kami menampung aspirasi warga untuk penangnganan banjir ini." Pungkas Camat Cipanas.

(Indrayama)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Warga Desa Batulawang- Cipanas Tolak Pembangunan Relokasi Hunian Tetap, Dampak Banjir Menjadi Kekhawatiran Warga

Trending Now

Iklan