SUARA CIANJUR | CIANJUR - Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Wangunjaya Menggugat (GMWM) datangi Kantor Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur, guna mengikuti audiensi, sekaligus meminta hasil riksus.
Hal tersebut disampaikan Ari Setiawan, selaku Ketua Forum Gerakan Masyarakat Wangunjaya Menggugat (GMWM) usai melaksanakan audiensi di kantor Inspektorat.
" Kami datang ke Inspektorat untuk meminta hasil riksus, termasuk denda terhadap desa, serta meminta salinan LPJ Desa Wangunjaya," ujar Ari, Selasa (6/1/2026).
Ia juga menyinggung insiden kericuhan dan dugaan pengeroyokan yang terjadi beberapa waktu lalu, yang menurutnya tidak mendapatkan menangan maksimal.
" Terkait insiden kemarin, kami meminta kepada pihak desa untuk tidak memihak antara pro dan kontra. Kami menilai pada saat kejadian kemarin itu, kepala desa tidak berada di lokasi untuk meredam situasi," katanya.
Lebih lanjut Ari membeberkan hasil audiensi yang dihadiri Camat Cugenang, Kades beserta jajarannya, dan BPD, jalannya audiensi ditengahi perwakilan Inspektorat.
" Hasil audiensi ada nota kesepakatan, salah satunya terkait LPJ, mereka meminta waktu 14 hari kerja setelah surat dilayangkan ke inspektorat dan desa. Kalau dalam 14 hari kerja tidak ada realisasi, kami akan melakukan aksi besar-besaran ke bupati," tandasnya.
Terkait dokumen yang ditandatangani dalam kegiatan tadi, lanjut Ari, itu bukan sekedar notulen, melainkan nota kesepakatan resmi.
" Itu nota kesepakatan, bukan notulen," jelas.
Selanjutnya, Ari mengungkapkan ada 3 korban dalam peristiwa pengeroyokan, menurut dia pelakunya lebih dari 30 orang.
" Korban ada 3 orang, sementara pelakunya lebih dari 30 orang. Sampai sekarang penanganannya mangkrak. Sudah 4 bulan tanpa kejelasan. Kami menduga ada kejanggalan dalam pemerosesannya," ungkap Ari.
Tidak hanya itu, Ari menyebutkan telah melaporkan peristiwa tersebut ke aparat penegak hukum, namun hingga kini, katanya belum ada perkembangan yang berarti.
" Kami melihat banyak kejanggalan dalam penanganan kasus ini. Jangan sampai ada pemihakan dari pihak manapun," pintanya.
Masih dilokasi yang sama, Misbahudin Kepala Desa Wangunjaya, ia mengklaim kegiatan audiensi telah berjalan lancar, serta berharap menghasilkan solusi terbaik.
" Alhamdulillah, audiensi berjalan dengan lancar, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk kemajuan Desa Wangunjaya," harapnya.
Misbahudin menepis anggapan adanya isu adu domba ditengah masyarakat. Ia menilai persoalan yang terjadi hanya sebatas kesalahpahaman.
" Itu hanya kesalahpahaman saja, Insyaallah ke depan Pemerintah Desa akan mengadakan musyawarah secara kekeluargaan," tepisnya.
(Joy)