Publik Soroti Pembangunan Induk Jaringan Irigasi Cisalak Batu Sahulu, Begini Kata Kabid Sumber Daya Air dan Ketua GP3A!

suaracianjur.com
Januari 10, 2026 | 07:04 WIB Last Updated 2026-01-10T00:13:42Z
Foto: Dok. (Goesta/Rafli) Kondisi dinding irigasi setelah di perbaiki.

SUARA CIANJUR | SUKARESMI - Pembangunan induk jaringan irigasi (DI) cisalak batu sahulu di Kecamatan Sukaresmi menjadi sorotan publik, pasalnya empat hari setelah rampung pembangunan, dasar dan dinding mengalami keretakan serius, sehingga pasokan air ke lahan pertanian warga menjadi terhambat, dampaknya hektaran persawahan warga mengalami krisis air.

Peristiwa tersebut sontak mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya sorotan tajam dari Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Batu Sahulu.

" Ketika jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier dikelola perkumpulan petani pemakai air (P3A) segala sesuatunya di pertimbangkan dengan cermat, baik sisi kualitas dan kuantitasnya, begitu pula dengan dampaknya, berkesesuaian dengan yang diamanatkan dalam undang-undang pengairan," ujar Dede Suryadi Ketua GP3A Cisalak Batu Sahulu Sukaresmi, Jumat (9/1/2026).

" P3A saat diberikan amanah membangun jaringan irigasi, kami menjalankannya penuh tanggung jawab, semua dikerjakan penuh perhitungan, karena P3A selain sebagai pelaksana pembangunan juga sebagai penerima manfaat, oleh karena itu amanah dijalankan sebaik mungkin, karena bisa merasakan betul bagaimana para petani sangat membutuhkan pasokan air yang cukup untuk mengaliri lahan pertaniannya," imbuhnya.

Sambung Dede, kami ketika membangun jaringan irigasi betul- betul memperhatikan dampaknya, karena tahu persis pembangunan induk jaringan irigasi membutuhkan waktu yang cukup lama, disitu kami menggunakan berbagai tekhnik, bagaimana caranya pembangunan tetap berjalan, dan pasokan air tidak terhambat.

" Memperhatikan tekhnik pembangunan jaringan irigasi di babakan ater/cisalak batu sahulu melihatnya kita bingung juga, kenapa dari awal pembangunan talangnya di copot, seharusnya jangan dulu di copot, kerjakan dulu TPTnya, lantai dasarnya belakangan, agar pasokan air ke lahan pertanian warga tidak terhambat, dan aktivitas pembangunan tetap berjalan, jika tekhnik itu dilakukan bisa memangkas waktu penyetopan air, tapi kalau dari awal talangnya di copot, ya jelas pasokan air terhenti total, bisa dibayangkan kerugian petani dari bulan Agustus 2025 hingga saat ini pasokan air ke lahan pertanian warga terganggu, berapa kerugian petani?," urainya.
Foto: Dok. (Goesta/Rafli) Kondisi lantai dasar jaringan irigasi setelah di perbaiki.

Lebih lanjut Dede menjelaskan dampak kerugian para petani, akibat terlalu lamanya pasokan air di stop gegara adanya pembangunan induk jaringan irigasi cisalak batu sahulu.

" Induk jaringan irigasi cisalak batu sahulu mengaliri lahan pertanian di desa cikancana dan desa padajaya, meliputi lahan pertanian di Kampung Bangbayang, Kadudampit, Cikupa, Langkob, Cijengkol, Bukaan, Cibodas, Pasir Angin, Pasir Tulang dan seterusnya, kurang lebih 250 hektare yang terganggu dari total 750 Hektare, karena sebagian terbantu oleh cuaca, yang saat ini curah hujan sangat tinggi," terangnya.

" Kalau rata-rata produksi sawah menghasilkan 5 sampai 6 Ton padi per- hektarnya, diambil yang terendah saja 5 ton, kemudian dikali 250 hektare, hasilnya sekitar 1250 ton produksi padi terganggu," ungkapnya.

Dede menambahkan, dengan adanya pembangunan jaringan irigasi, para petani di dua desa tersebut mengeluhkan adanya penurunan produksi padi, yang biasanya perhektar menghasilkan 5 ton, kini hanya menghasilkan 2 ton, karena pasokan airnya terganggu.

" Kemungkinan yang 2 ton itu pun terselamatkan curah hujan, jika bukan karena dimusim penghujan kemungkinan akan mengalami gagal panen, jadi dampak dari lamanya penyetopan pasokan air jangan dianggap sepele, bagi petani dampaknya sangat besar, kalau ingin jelas survey saja langsung kelapangan, cari tahu seperti apa sebenarnya keluhan para petani," tandasnya.

Disinggung awak media mengenai perbedaan luasan lahan pertanian di 2 desa, menurut keterangan Ketua GP3A 750 hektare, sedangkan yang tertulis di papan proyek 1000 hektare? Dede kembali menjelaskan.

" Memang faktanya saat ini luasan areal pertanian yang teraliri saluran cisalak batu sahulu sebenarnya seluas 750 hektare, kalau sebelumnya ya sekitar 900 hektare, lebih mendekati hampir 1000 hektare, karena, sekarang lahan sawah sudah berkurang, dengan berbagai alih fungsi lahan, jadi saat ini jumlahnya kurang lebih 750 Hektaran," jawabnya.
Foto: Dok. (Goesta/Rafli) kondisi lantai dasar sebelum diperbaiki.

Setelah menjelaskan dampak kerugian, dan luasan lahan pertanian di desa cikancana dan desa padajaya, Dede selaku Ketua GP3A kembali menyoroti pembangunan induk jaringan irigasi (DI) cisalak batu sahulu.

" Pembangunannya lambat, ironisnya sudah lambat, setelah selesai beberapa hari kemudian mengalami kerusakan serius, dasarnya bocor, dinding TPTnya mengalami retakan serius," katanya.

Terpisah, Femi selaku Kabid Sumber Daya Air DPUTR Kabupaten Cianjur, saat dikonfirmasi awak media terkait permasalahan pembangunan induk jaringan irigasi cisalak batu sahulu, Kabid buka suara.

" Itu sedang di perbaiki lagi, masih masa pemeliharaan, masih tanggung jawab kontraktor, di usahakan airnya cepat mengalir, seminggu kebelakang sedang di perbaiki," jawab Femi melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp.

Ditanya awak media saat proses PHO berlangsung, apakah kualitas bangunan irigasi sesuai dari segi kualitas, kuantitas, dan volumenya.

" Kalau volume pekerjaan sudah tercapai, di tpt nya tidak ada masalah yg ada bocoran itu di lantai kerja saluran nya saja, itu akibat urugan yg tidak padat jadi menimbulkan keretakan di lantai kerja nya, setelah lantai kerja beres di perbaiki insyaAllah akan baik lg," jawabnya.

" Kendalanya hanya di lantai saluran nya saja," tandasnya.

Menurut Pak Kabid, proses perbaikan secara teknis kontruksi apakah sudah benar? mengingat warna lantai saluran berwarna coklat kemerahan, tidak berwarna abu semen, padahal lantai saluran belum di fungsikan? kejar awak media.

" Saya pangil lg kontraktor nya kang, coba saya tegur lg, haturnuhun info nya," jawab Kabid.

" Akan saya pangil kontraktornya kang suruh di perbaiki lg sampai bener dan bagus," sambungnya.
Foto: Dok. (Goesta/Rafli) Kondisi dinding irigasi sebelum di perbaiki.

" Siap kang... haturnuhun info nya saya jadi tau pekerjaan nya kaya gitu. Hari senin saya akan pangil kontraktornya kang, setelah saya pangil nanti pantau aj di lapanganya kang," pintanya.

Lanjut Kabid: " Siap kang, saya akan pantau perbaikan nya mungkin selama perbaikan nanti air nya akan di hentikan dulu,"

" Siap kang nanti saya akan suruh di lapis lg dinperbaiki lg, harus sampai bener, nanti saya pantau kenlapangan langsung. Nanti saya akan ke lapangan mantau langsung kang." Tutupnya.

Goesta/Rafli.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Publik Soroti Pembangunan Induk Jaringan Irigasi Cisalak Batu Sahulu, Begini Kata Kabid Sumber Daya Air dan Ketua GP3A!

Trending Now

Iklan