8 Hari Pasca Insiden Keracunan Makanan di Kadupandak, Orang Tua Murid Menunggu Penjelasan dan Permintaan Maaf SPPG Gandasari

suaracianjur.com
Februari 03, 2026 | 11:13 WIB Last Updated 2026-02-03T04:19:10Z
Foto: Dok. (Hikman) 8 Hari Pasca Insiden Keracunan Makanan di Kadupandak, para orang tua murid geruduk SDN Wargasari Kadupandak Orang, dan menunggu Penjelasan serta Permintaan Maaf SPPG Gandasari 

SUARA CIANJUR | KADUPANDAK - Delapan hari pasca terjadinya peristiwa dugaan keracunan makanan, yang menimpa puluhan peserta didik di SDN Wargasari Kadupandak, para orang tua murid masih menunggu penjelasan dan permintaan maaf dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gandasari Kecamatan Kadupandak - Cianjur. 

Selain menunggu penjelasan dan permintaan maaf dari SPPG Gandasari, para orang tua murid juga menyayangkan adanya sikap oknum Guru yang dinilai mereka tidak empati terhadap para korban keracunan makanan, yang notabene merupakan anak didiknya, bahkan para orang tua murid sempat dibuat geram oleh celetukan yang tidak pantas dari salah satu oknum Guru.

Atas dasar itulah kemudian para orang tua murid berbondong mendatangi SDN Wargasari Kadupandak untuk mencari penjelasan terkait sikap oknum Guru yang di nilai tidak empati terhadap anak didiknya yang menjadi korban keracunan makanan.

" Mengenai kejadian kemarin, terkait keracunan makanan yang menimpa puluhan anak-anak, kami selaku wali murid sangat menyayangkan sikap SPPG Gandasari, dari semenjak kejadian hingga saat ini belum ada penjelasan atau permintaan maaf dari pihak SPPG Gandasari," keluh Hadiansyah, salah satu perwakilan wali murid korban keracunan, Senin (2/2/2026).

" Sama sekali belum ada penjelasan atau permintaan maaf secara resmi dari SPPG, baik itu penjelasan mengenai dugaan keracunan, ataupun penjelasan tentang makanannya," jelas Hadiansyah.

Selanjutnya Hadiansyah menyinggung soal sikap oknum Guru di SDN Wargasari, yang ia tilai tidak menunjukkan rasa empatinya terhadap musibah yang menimpa anak didiknya.

" Kami menyayangkan sikap beberapa Guru yang tidak membesuk para korban keracunan makanan, baik yang sedang dirawat di rumah sakit, maupun di puskesmas," tuturnya.

" Bahkan, ada salah satu oknum Guru yang mengeluarkan kata-kata tidak pantas dengan menyebut anak kami itu sakitnya pura-pura," ungkapnya.

Hal berbeda disampaikan Irfan, orang tua murid yang anaknya menjadi korban dugaan keracunan makanan.

" Orang tua murid ingin mengetahui isi perjanjian (MoU) yang ditandatangani pihak sekolah dan SPPG, siapa yang harus bertanggung jawab terjadinya insiden kemarin?," tandasnya.

Aksi orang tua murid, geruduk SDN Wargasari mendapat tanggapan langsung dari Iskandar, S. Pd., selaku Koordinator Pendidikan (Kordik) Kecamatan Kadupandak.

" Terimakasih bapa/ibu wali murid saya apresiasi atas keberanian bap/ibu menyampaikan pendapatnya secara langsung di forum ini, berkaitan dengan tuntutan ke pihak SPPG saya tidak bisa menjawabnya, karena itu bukan hak saya," jelasnya.

" Namun, mengenai keluhan bapa/ibu wali murid terhadap sikap guru-guru di sekolah ini, saya selaku kordik meminta maaf akan hal itu dan saya akan segera melakukan pembinaan di minggu ini juga," ucapnya.

Disisi lain mantan operator sekolah SDN Wargasari, Bagus Anugrah menjelaskan mengenai isi MoU, antara pihak SPPG dan sekolah 

" Jadi begini kebetulan waktu itu saya yang menandatangani MoU nya itupun atas seijin pak kepala sekolah, dan seingat saya tidak ada poin siapa yang bertanggung jawab ketika ada kejadian seperti kemarin, di situ hanya tertera jumlah penerimanya saja," bebernya.

" Namun, dikarenakan  dokumen surat MoU nya saya tidak pegang coba bapa/ibu mintakan lagi ke pihak SPPG," katanya.

Berikut Tuntutan dan Keluhan para Orang tua murid yang ditujukan untuk pihak SDN Wargasari dan SPPG Gandasari:

1. Orang tua murid menyayangkan tidak adanya penjelasan dan permintaan maaf dari pihak SPPG Gandasari, kepada orang tua murid mengenai peristiwa dugaan keracunan makanan, yang terjadi pada Senin, 26 Januari 2026.

2. Orang tua murid menyayangkan sikap oknum Guru SDN Wargasari, yang melontarkan kata-kata tidak pantas, sehingga menyinggung para orang tua murid. 

3. Orang tua murid ingin mengetahui isi MoU (memorandum off understanding ) antara pihak sekolah dan SPPG, apakah ada poin siapakah yang harus bertanggung jawab ketika ada kejadian luar biasa sepeti kemarin.

Sebelumnya, pada Seni (26/1/2026). Puluhan anak yang diketahui merupakan peserta didik di satuan pendidikan SDN Wargasari Kecamatan Kadupandak tiba-tiba mengalami gejala gangguan kesehatan yang serupa, pusing mual, diare, dan kejang- kejang, hingga para orang tua membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Bahkan sebagian di rujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih intensif.

(Hikman)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 8 Hari Pasca Insiden Keracunan Makanan di Kadupandak, Orang Tua Murid Menunggu Penjelasan dan Permintaan Maaf SPPG Gandasari

Trending Now

Iklan