| Foto: Dok. (Rafli) Merasa di Anak Tirikan, Warga Kampung Pawati Desa Mekarjaya Protes Buruknya Akses Jalan Binong |
SUARA CIANJUR | MANDE - Puluhan Warga Kampung Pawati RT. 03/04 Desa Mekarjaya Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur protes tentang buruknya akses jalan desa, yang melintasi beberapa kampung di wilayah administratif Desa Mekarjaya. Mereka mengeluhkan kondisi jalan tersebut yang dari tahun 1999 tidak tersentuh pembangunan jalan.
" Kami sudah sering mengeluhkan, dan melaporkan kondisi jalan desa, kepada Pemerintah Desa Mekarjaya, terutama kepada Kepala Dusun, tapi hingga saat ini belum juga ada tanggapan," jelas Cicih warga setempat yang setiap hari melintasi jalan desa tersebut, Sabtu (7/2/2026).
" Kenapa jalan desa yang lain sudah tersentuh pembangunan, sedangkan jalan binong dari tahun 1999 hingga saat ini masih jelek?," tandasnya penuh tanya.
Menurut Cicih akses jalan yang memadai dapat peningkatkan perekonomian lokal, serta dapat mendongkrak indek pembangunan manusia.
" Kami miris melihat anak- anak kami ketika berangkat sekolah harus menenteng sepatunya, atau sepatunya dilapisi kantong keresek agar sesampainya di sekolah sepatunya tidak kotor, dan tidak mengotori ruang kelas," ungkapnya.
" Saya lihatnya miris, apalagi kalau musim hujan,” tegasnya.
Ia dan masyarakat lainnya berharap Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur mendengarkan keluhan masyarakat, yang menginginkan perbaikan jalan binong.
" Kami pengen sekali merasakan jalan bagus. Sudah bertahun-tahun kangen jalan yang layak,” harapnya.
Terpisah, Kepala Dusun 2 Desa Mekarjaya, Agus Hidayat saat di konfirmasi awak media membenarkan kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan berat, hingga 900 meter.
"Jalan desa itu, dari tahun 1999 sampai sekarang belum tersentuh perbaikan, dan kondisinya sangat mengkhawatirkan,” terangnya.
Agus mengaku pihaknya sudah beberapa kali mengajukan perbaikan ke pemerintah desa, bahkan sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
" Sudah sering diajukan ke desa dan masuk RPJMDes. Tapi di Musrenbangdes kan pakai suara terbanyak, sementara jumlah warga di wilayah RT 03/RW 04 ini sedikit,” bebernya.
Sementara itu, Camat Mande H. Epi Rusmana, SH, S.IP, MM., saat dikonfirmasi melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menindaklanjuti keluhan warga.
" Nanti saya koordinasi dengan desa. Memang kemarin sudah direncanakan, tapi anggaran Dana Desa sekarang terbatas, sekitar Rp300 juta, jadi belum ter- akomodir,” katanya.
Ia menambahkan, kemungkinan perbaikan akan diajukan melalui proposal ke Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan.
" Mudah-mudahan bisa diajukan ke dinas terkait karena itu jalan lingkungan. Nanti saya cek ke lapangan dan koordinasi dengan desa untuk pembuatan proposal,” tutupnya.
Rafli