| Foto: Dok. (Gosta) Orang Tua Penerima Manfaat Buka Suara Soal Potongan Dana Bantuan PIP di SMP Bustanul Ulum |
SUARA CIANJUR | MANDE - Carut marut pengelolaan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di satuan pendidikan SMP Bustanul Ulum - Mande kembali mencuat ke publik, setelah para orang tua penerima manfaat buka suara tentang adanya dugaan praktik pemotongan dana bantuan pendidikan tersebut.
Seperti yang di katakan RV (Inisial -red) wali murid dari RH dan RS (Inisial -red) Kakak beradik yang keduanya menjadi peserta didik di SMP Bustanul Ulum.
Mengatakan kepada awak media di kediamannya Kp. Pasir Banen Desa Mekarjaya, RV merasa janggal dengan dana bantuan PIP RH dan RS, menurut dia yang tercatat di aplikasi sipintar dengan yang sudah mereka terima besarannya tidak berkesesuaian.
" Aneh? Setelah saya melakukan print out di buku simpanan pelajar milik RS, nampak pada tanggal 21/09/21 ada debet sebesar Rp. 725.000,- kemudian pada tanggal 19/04/2023 ada debet sebesar Rp. 750.000,- selanjutnya pada tanggal 12/04/2023 juga ada debet sebesar Rp. 375.000,-" urai RV, Kamis (12/2/2026).
Sambung RV: Tapi anehnya RS pertama kali menerima dana bantuan PIP tahun anggaran 2021 sebesar Rp. 350.000,- dipotong infaq Rp. 200.000,- sisanya yang kami terima cuma Rp. 150.000,- kan seharusnya Rp. 750.000,-.
" Yang kedua RS tahun 2022 kembali menerima dana bantuan PIP sebesar Rp. 150.000,- seharusnya Rp. 750.000,- sesuai dengan yang tercatat di aplikasi sipintar dan debet yang tertera di buku simpanan pelajar," jelasnya.
" RS kembali menerima dana bantuan PIP sebesar Rp. 375.000,- yang ketiga kalinya ini penerimaannya sesuai dengan yang tercatat di buku simpanan pelajar dan di aplikasi sipintar," bebernya.
Kejanggalan dana bantuan PIPnya RS terungkap setelah RV meminta buku simpanan pelajar atau buku rekening PIP milik RS ke pihak sekolah.
" Meminta buku rekening PIP milik RS ke pihak sekolah, prosesnya sangat sulit, banyak alasan ini itu," kata RV.
" Saya sempat mempertanyakan kejanggalan ini kepada Gurunya RH dan RS, kenapa Bu dana bantuan PIP RS yang sudah di terima dengan yang tercatat di print out dan sipintar besarannya tidak sesuai? Gurunya RH dan RS menjawab: Panyateh tos dicandak nyalira, kin atuh orang taroskeun ka Bank kitu saurna teh," ujar RV menirukan ucapan sang Guru.
Kembali RV menjelaskan dana bantuan PIP yang diterima RH adiknya RS yang sama-sama bersekolah di SMP Bustanul Ulum.
" RH tercatat di aplikasi sipintar sebagai penerima manfaat PIP, dari tahun 2022, 2023, 2024 dan 2025, meskipun di aplikasi sipintar tercatat 4 kali, tapi RH baru menerima 1 kali, pada tahun 2025 menjelang kelulusannya," ungkapnya.
Sambung RV. Kejadian seperti ini dialami juga oleh penerima manfaat lainnya, bahkan para orang tua penerima manfaat PIP sempat berdemo mempertanyakan hak anaknya.
" Tapi da anggeur we pihak sakola tidak mau mengembalikan," katanya menggunakan bahasa daerah.
Hal senada disampaikan AS (Inisial -red) 37 tahun, orang tua penerima manfaat lainnya
" LS murangkalih abdi selama sekolah di SMP Bustanul Ulum menerima bantuan PIP 2 kali, pertama kelas 1 Rp.350.000,- dipotong Rp.200.000,- saurna kanggo infaq jadi mung katampi Rp. 150.000,-," ucapnya menggunakan bahasa daerah.
" Nu kadua Rp.150.000," tandasnya.
Lanjut AS: " Padahal ketika saya cek di aplikasi sipintar, ternyata anak saya mendapat bantuan pendidikan dari pemerintah sebanyak 3 kali, terhitung dari tahun 2021, 2022 dan 2023," paparnya.
Disinggung mengenai keberadaan buku simpanan pelajar atau buku rekening PIP milik LS selama ini dipegang oleh siapa? AS menjawab di sekolah.
" Buku tabungan dipegang ku sakola, matak abdi mah SMK na murangkalih teu di masukeun KA SMK Bustanul Ulum, da abdina kecewa," katanya.
" Sakola Bustanul Ulum mah pak sabaraha tahun kapengkeur kantos didemo para orang tua, bahkan sapalihna aya nu laporan ka Disdikpora, tapi aneh mung ditegur hungkul, bari dana bantuan PIP murangkalih abdi nu acan katampi dugi ka ayeuna teu di uihkeun
Sementara itu perwakilan dari Yayasan Bustanul Ulum Ida Farida, S. Pd., membantah bahwa penyaluran dana bantuan PIP di SMP/SMK Bustanul Ulum baik-baik saja.
" Masalah PIP di SMP maupun SMK baik-baik saja, tidak ada masalah terkait PIP. Dan soal siswa fiktif, itu selalu disalurkan haknya,” ujarnya.
Goesta/Rafli