SUARA CIANJUR | CIANJUR - Disdikpora Kabupaten Cianjur melalui Kepala Bidang (Kabid SMP) sedang melaksanakan pemeriksaan terhadap sekolah SMP PGRI 2 Cianjur, sikap tegas tersebut diambil sebagai respon cepat terhadap munculnya permasalahan data pokok pendidikan yang mencuat ke publik.
Dihubungi melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp. Kabid SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur Helmi Halimudin, menjelaskan bahwa permasalahan yang muncul sedang berproses dipanggil dinas untuk diperiksa.
" Ini semua lagi berproses di panggil tiap sekolahnya. Lagi di periksa dinas," tegasnya, Jumat (27/2/2026).
Sementara itu pada Senin, 23 Februari 2026. Dra. Eti Kusmiati Kepala SMP PGRI 2 Cianjur saat dikonfirmasi awak media terkait dugaan 20 siswa yang mendaftar dan bersekolah hingga lulus di SMP Swasta BU Mande, namun bantuan PIP nya tercatat di SMP PGRI 2 Cianjur, angkat suara:
" Kalau 12 orang saya akui pernah mendaftarkan, tapi kalau 20 tidak, itupun setelah sebulan MPLS tidak muncul saya berupaya mempertanyakan ke sekolah Sirojulawam, SMP Negeri Karangtengah namun tidak ada di daftar nama yang saya sodorkan ke sekolah tersebut," jelasnya.
Dra. Eti Kusmiati pun menjelaskan bahwa dirinya siap membantu kalau memang ada hak bantuan PIP siswa kalau memang belum keterima atau terbukti masih ada di Bank siap untuk membantu mencairkan.
" Saya berharap permasalahan ini jelas terlebih dahulu, yang lebih objektif kita buktikan dulu sama-sama ke Bank, bagaimana ini sebenarnya, kalau jawabannya keluar langsung dari pihak Bank penjelasannya akan lebih jelas, mudah-mudahan saja uangnya masih ada, pihak sekolah siap membantu seandainya dipinta untuk mengeluarkan surat-surat untuk pencairan PIP ke Bank," tandasnya.
Sebelumnya, di hari yang sama Senin, 23 Februari 2026. Tati Nurhayati salah satu orang tua murid SMP Swasta BU Mande yang tinggal di Kp. Tegal Panjang Desa Mekarjaya Kec. Mande Kab. Cianjur. Mengaku kaget menemukan Nurmala (anaknya) tercatat di aplikasi sipintar sebagai penerima manfaat PIP di satuan pendidikan SMP PGRI 2 Cianjur.
" Saya tidak pernah mendaftarkan anak saya ke SMP PGRI 2 Cianjur, bahkan saat Nurmala lulus di SDN Cibeureum sesuai keinginannya ingin sekolah di SMP Swasta BU Mande, maka saya mendaftarkan ke sekolah SMP sesuai keinginannya," jelas Tati.
" Menjelang kelulusan di SDN Cibeureum sempat digelar rapat, kalau enggak salah saat itu bu Eti menyuruh agar daftar saja ke SMP PGRI 2 Cianjur, namun para orang tua menjawab bagaimana keinginan anak saja," terangnya.
Sambung Tati, setelah lulus di SDN Cibeureum saya mendaftarkan Nurmala (anak saya) di SMP Swasta BU Mande sesuai keinginannya.
" Aneh juga rasanya mendaftar, dan bersekolah hingga lulus di SMP Swasta BU Mande tapi bantuan PIPnya muncul di SMP PGRI 2 Cianjur," bebernya.
" Saya selaku orang tuanya menegaskan tidak pernah mendaftarkan anak saya di SMP PGRI 2 Cianjur, kemudian muncul di aplikasi sipintar sebagai penerima manfaat PIP di SMP PGRI 2 Cianjur itu diluar sepengetahuan orang tua nya," tandasnya.
Pengakuan serupa disampaikan Ita Kusnadi orang tua dari Puspita yang tercatat di aplikasi Sipintar sebagai penerima manfaat PIP di SMP PGRI 2 Cianjur.
" Saya tidak pernah mendaftarkan anak saya ke SMP PGRI, anak saya daftar dan bersekolah hingga lulus di SMP Swasta BU Mande," tuturnya.
Lebih lanjut Ita menjelaskan pernah mengikuti rapat menjelang kelulusan anaknya di SDN Cibeureum.
" Memang leres abdi kantos ngiring rapat di SDN Cibeureum waktos Puspita bade lulus sakola SD, kitu sami saurna tos we daftarkeun sakolana di SMP PGRI 2 Cianjur, tapi da murangkalih hoyongna daftar ka SMP Swasta BU Mande, janteun didaftarkeunna ka SMP Swasta BU we, da sesuai kahoyong murangkalih, jadi teu kantos daftar di SMP PGRI 2 Cianjur," bebernya menggunakan bahasa daerah.
Goesta