Kisruh Dana Bantuan PIP di SDN Cipinang, Ketua Komite Dorong Musyawarah, Kepsek: Saya minta petunjuk Kordik dulu

suaracianjur.com
Mei 26, 2026 | 15:44 WIB Last Updated 2026-05-26T08:49:21Z
Foto: Dok. (Goesta) Nampak dalam gambar, para orang tua penerima manfaat PIP berdatangan silih berganti mengadukan pengelolaan dana bantuan PIP di SDN Cipinang yang di anggap mereka tidak transparan 

SUARA CIANJUR | CIKALONGKULON - Gelombang pengakuan penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) yang tidak menerima haknya di SDN Cipinang- Cikalongkulon kian bertambah, jumlahnya hampir mendekati ratusan, adapun hak yang belum mereka terima, tahun anggarannya bervariasi.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu orang tua penerima manfaat yang berinisial IH (40) warga Desa Mekarsari Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur. Ia menuturkan bahwa anaknya berinisial (TP) yang merupakan peserta didik di SDN Cipinang, berturut-turut selama 6 tahun anggaran tercatat di aplikasi sipintar sebagai penerima manfaat PIP.

" Setelah mengecek sendiri di aplikasi sipintar. Diketahui dari tahun 2021, 2022, 2023, 2024, 2025 dan 2026 tercatat sebagai penerima manfaat PIP, dan saat ini posisi anak saya telah lulus di SDN Cipinang," terang IH, Selasa (26/5/2026).

" Yang menjadi permasalahan, tercatat di aplikasi sipintar sebagai penerima manfaat PIP sebanyak 6 kali, tapi faktanya hingga anak saya lulus, baru menerima satu kali, sebesar Rp. 450.000,- itupun tidak di cairkan langsung oleh penerima manfaat, melainkan diantarkan ke rumah saya oleh RC salah satu Guru di SDN Cipinang," bebernya.

IH menambahkan, jikalau saya bersama puluhan orang tua penerima manfaat lainnya tidak memeriksa sendiri di aplikasi sipintar, kenyataan pahit ini mungkin tidak akan terungkap.

" Kalau tidak memeriksa sendiri di aplikasi sipintar, kemungkinan kenyataan pahit ini tidak akan pernah terungkap, karena hingga anak saya lulus dari SDN Cipinang, saya sebagai orang tua murid sekaligus orang tua penerima manfaat PIP tidak pernah memegang buku rekening PIP (Simpel-red)," tandasnya.

" Kami berharap pengelola PIP yang sebelumnya dan yang saat ini menjabat, mau mendengar keluhan kami, serta mengembalikan hak anak kami yang belum kami terima seutuhnya," harap IH.

Kejadian serupa juga di sampaikan oleh MN (Inisial -red) orang tua penerima manfaat PIP, dia mengaku bahwa anaknya yang berinisial TW selama bersekolah di SDN Cipinang baru menerima bantuan PIP sebanyak 2 kali.

" Anak saya baru menerima dana bantuan PIP sebanyak 2 kali, yaitu di tahun 2022 dan 2023, sedangkan yang tahun anggaran 2024 dan 2025 sampai saat ini belum juga kami terima," ujarnya.

" Kan sudah jelas tercatat di aplikasi sipintar, dananya sudah masuk dari tahun 2022, 2023, 2024 dan 2025, fakta tertulisnya sudah jelas 4 kali, namun kenyataannya baru terima 2 kali, sisanya yang 2 tahun anggaran nyangkut dimana?," ucapnya dengan nada bertanya.

Lebih lanjut MN menjelaskan soal keberadaan buku simpanan pelajar (simpel) atau buku rekening PIP.

" Saya selaku orang tua penerima manfaat sampai saat ini tidak pernah memegang buku rekening PIP, saya hanya menerima duitnya saja, itupun saya terima dari Bu RC salah satu Guru di SDN Cipinang, dia mengantarkan uang PIP ke rumah saya," katanya.

Masih ditempat yang sama, kediaman salah satu Tokoh Masyarakat setempat, pengelolaan dana bantuan PIP di SDN Cipinang juga dikeluhkan oleh SA (Inisial -red) orang tua penerima manfaat, ia menyebutkan anaknya yang berinisial RS peserta didik di SDN Cipinang tercatat di aplikasi sipintar sebagai penerima manfaat PIP, hingga 6 kali, namun yang sudah dia terima baru 3 kali.

" Selama bersekolah di SDN Cipinang, anak saya baru menerima bantuan PIP sebanyak 3 kali, yang pertama di sekolah Rp.450.000, kedua di sekolah Rp.450.000,- ketiga diantar ke rumah Rp.450.000," jelasnya.

" Namun yang tercatat di Sipintar dana sudah masuk sebanyak 6 kali, dari tahun 2017,2018,2019,2020,2021,dan 2022, lalu; faktanya kami baru terima 3 kali, sisanya yang 3 kali saya tidak pernah menerimanya, bahkan hingga anak saya lulus," keluhnya.

Disinggung keberadaan buku rekening PIP. SA menyebutkan bahwa dirinya tidak pernah memegang buku rekening PIP.

" Saya hanya menerima bantuan PIP nya saja, buku tabungan senantiasa ada di sekolah," akunya.

Sementara aktivitas pengecekan penerima manfaat PIP tetap berlangsung di salah satu rumah Tokoh Masyarakat setempat berjalan, seiring pula gelombang masyarakat yang antusias turut serta semakin bertambah.

Berdasarkan wawancara langsung dengan puluhan orang tua penerima manfaat PIP, suara mereka sama, meminta hak anaknya dikembalikan. 

Masih di hari yang sama, terpisah, Muhammad Kasim Kepala SDN Cipinang- Cikalongkulon menanggapi temuan serta keluhan puluhan orang tua penerima manfaat, pihaknya terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan pimpinannya.

" Pada rapat saya di tanya oleh Pak Kordik, saya jawab tidak tahu, karena kejadiannya bukan di zaman saya, saya baru bertugas di SDN Cipinang dari tahun 2023," kelitnya. Selasa (26/5/2026).

Sebagai Kepala Sekolah yang menjabat saat ini, menghadapi persoalan seperti ini apa solusinya? tanya awak media.

" Saya akan koordinasi terlebih dahulu dengan kordik untuk meminta petunjuk bagaimana upaya penyelesaian permasalahan ini, nanti setelah koordinasi segera saya kabari," jawabnya.

Mencuatnya permasalahan pengelolaan dana bantuan PIP di SDN Cipinang- Cikalongkulon, pasca pemberitaan sebelumnya kini persoalannya menjadi perhatian publik, hingga Aep Saepudin selaku Ketua Komite Sekolah di SDN Cipinang turut buka suara.

" Tadi, kami sudah mempertanyakan langsung ke Bu RC yang namanya sering disebut- sebut para orang tua penerima manfaat PIP. Beliau mengakui membenarkan apa yang dikeluhkan para orang tua, namun ia hanya menyalurkan saja sesuai daftar yang harus dibagikan sesuai perintah pimpinan," beber Ketua Komite, Selasa (26/5/2026).

" Nah, saya selaku komite akan menghubungi pak Kasim selaku kepala sekolah dan bila perlu kepala sekolah sebelumnya juga minta dihadirkan guna duduk bersama memusyawarahkan penyelesaian permasalahan PIP ini," imbuhnya.

Lanjut Ketua Komite: " Bagaimanapun itu adalah hak siswa, harus sampai atau diterima haknya, saya akan upayakan permasalahan-permasalahan yang ada di SDN Cipinang agar diselesaikan,".

Sambung Ketua Komite, saya tidak mau seperti ini, buat apa saya ditunjuk jadi komite kalau permasalahan-permasalahan di SDN Cipinang tidak dibereskan.

" Saya ingin di masa saya jadi komite permasalahan-permasalahan di SDN Cipinang selesai, sehingga nama lembaga SDN Cipinang baik, dan dipercaya oleh masyarakat, saya ingin ada perbaikan, mudah-mudahan segera bisa musyawarah duduk bersama, kita cari solusi permasalahan ini agar cepat selesai," tegasnya.

Goesta
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kisruh Dana Bantuan PIP di SDN Cipinang, Ketua Komite Dorong Musyawarah, Kepsek: Saya minta petunjuk Kordik dulu

Trending Now

Iklan