Orang Tua Penerima Manfaat Ungkap Dugaan Praktik Penyelewengan Dana Bantuan PIP di SDN Cipinang

suaracianjur.com
Mei 23, 2026 | 16:52 WIB Last Updated 2026-05-23T10:02:32Z
Foto: Dok. (Goesta-SC) Puluhan orang tua penerima manfaat PIP saat melakukan pengecekan data penerima manfaat PIP di aplikasi sipintar 

SUARA CIANJUR | CIKALONGKULON - Berkumpul di kediaman salah satu Tokoh Masyarakat Desa Mekarsari Kecamatan Cikalongkulon, puluhan orang tua murid penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) menuntut hak anak mereka dikembalikan seutuhnya.

Tidak hanya itu, puluhan orang tua murid penerima manfaat PIP di SDN Cipinang- Cikalongkulon, juga menginginkan agar oknum pengemplang dana bantuan pendidikan tersebut ditindak aparat penegak hukum, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Menurut kesaksian para tokoh masyarakat setempat, setahun yang lalu kasus serupa sempat mencuat ke publik, namun! aduan masyarakat saat itu ditanggapi dingin oleh Kepala SDN Cipinang.

" Itu bukan di zaman saya menjadi Kepala Sekolah, terserah," ucap Muhammad Kasim menjawab keluhan orang tua penerima manfaat PIP yang disampaikan kembali oleh awak media Rabu, (21/5/2025).

Keluhan para orang tua penerima manfaat lenyap begitu saja, lenyap bukan karena hak puluhan penerima manfaat PIP di SDN Cipinang sudah dikembalikan, tapi karena mereka lelah, teriakan dan suaranya dianggap angin lalu.

Mereka para pengemplang dana bantuan pendidikan masih melenggang bebas diruang- ruang publik, meskipun sudah sering kali diteriakkan orang tua penerima manfaat melalui pemberitaan media massa, fenomena tersebut terjadi apakah akibat longgarnya pengawasan Dinas Pendidikan? atau lemahnya sanksi?.

Kini, puluhan orang tua penerima manfaat kembali berteriak diruang publik yang tersedia, seperti yang diteriakkan salah satu perwakilan orang tua penerima manfaat PIP yang berinisial (MD).

" Permasalahan ini sudah kami sampaikan ke pihak sekolah setahun yang lalu, namun para pengelola PIP di SDN Cipinang tidak ada tanggung jawabnya, mereka itu orang berpendidikan, tapi kok bisa berlaku seperti ini, tega- teganya hak anak didiknya tidak disampaikan," Jumat (22/5/2026).

Masih dilokasi yang sama, di kediaman Tokoh Masyarakat Desa Mekarsari, SR (Inisial -red) orang tua penerima manfaat PIP lainnya juga turut angkat suara.

" Setahun yang lalu kita sudah sampaikan keluhannya, tapi ketika ngomong baik-baik juga diabaikan, maka, untuk memperjuangkan hak apa boleh buat kita akan melakukan aksi demo, sugan dengan cara kitumah muncul pertanggung jawaban," ujar SR dengan logat Sundanya.

Ditengah perbincangan, kemudian tanpa diundang, puluhan orang tua penerima manfaat PIP berdatangan, sambil mengemukakan keluhan yang sama.

Sebut saja YL (Inisial -red) salah satu dari puluhan orang tua penerima manfaat PIP yang turut berkumpul dirumah tokoh masyarakat setempat, ia menceritakan ST (Inisial -red) anaknya, peserta didik di SDN Cipinang, di aplikasi sipintar 4 kali tercatat sebagai penerima manfaat PIP, namun bantuan yang sudah ia terima baru 2 kali.

" Setelah mengecek langsung di aplikasi sipintar, ternyata anak saya mendapat bantuan PIP sebanyak 4 kali, tapi faktanya cuman 2 kali, yang pertama waktu kelas 4 menerima uang PIP sebesar Rp. 400.000,- kemudian menerima kembali di kelas 5, besarannya sama Rp. 400.000,-" beber YL.

Ia juga menceritakan bahwa menerima uang sebesar Rp. 400.000,- bukan mencairkan langsung di Bank Himbara.

" Menerima uang segitu tidak mencairkan langsung ke BRI, keduanya diantarkan langsung ke rumah oleh Guru SDN Cipinang yang berinisial RC," katanya.

Setiap tahun anggarannya bukankah besaran dana bantuan PIP itu sebesar Rp. 450.000,- bukan Rp. 400.000,- ? tanya awak media.

" Betul Rp. 450.000,- tapi kata Bu RC dipotong Rp. 50.000,- untuk mengganti uang transpor," jawabnya.

Dari tahun berapa anak Bapak tercatat sebagai penerima manfaat PIP? tanya awak media.

" Yang tercatat di aplikasi sipintar secara berturut-turut dana bantuan PIP masuk sebanyak 4 kali, dari tahun 2021, 2022, 2023 dan 2024, tapi yang diberikan Bu RC cuman 2 kali, sisanya yang 2 tahun anggaran kemana, sudahmah yang 2 tahun anggaran dipotong, kemudian yang 2 tahun tidak disampaikan kepada yang berhak, saat ini kami menuntut hak anak kami dikembalikan," jawab YL dihamini puluhan orang tua penerima manfaat lainnya.

Disinggung awak media mengenai keberadaan buku simpanan pelajar (Simpel) atau buku rekening PIP beserta ATMnya, saat ini berada dimana? singgung awak media.

" Tidak tahu! dari yang tercatat 4 kali, selama ini kami hanya menerima 2 kali bantuannya saja dari Bu RC, buku rekening PIP sampai saat ini belum pernah melihat apalagi memegangnya," jelas YL.

Masih dilokasi yang sama, yang dialami oleh LS (Inisial -red) orang tua penerima manfaat PIP, sesuai dengan pengakuannya, apa yang dialaminya lebih parah, dibanding dengan yang dialami oleh YL.

" Jangankan untuk menerima dana bantuan PIP, pemberitahuan dari sekolahpun tidak pernah ada, padahal di aplikasi sipintar dari tahun 2021 dan 2022 tercatat sebagai penerima manfaat," tuturnya.

" Dalam aplikasi sipintar tercatat jelas 2 tahun anggaran sudah masuk, disana tidak tercatat keterangan dananya dikembalikan ke negara, lalu kemana dana nya, yang lebih mengherankan kalau memang dananya sudah ada yang mengambil, siapa yang mengaktivasi buku rekening, ke saya kan tidak ada pemberitahuan," ungkapnya.

Lebih lanjut LS menceritakan kisah pilu yang pernah dialami oleh anaknya.

" Pernah anak saya pulang dalam keadaan berkaca-kaca: Mamah nu sanes mah dipanggil guru kengeng bantuan PIP ari abdimah henteu," tutur LS menirukan ucapan anaknya.

Hal senada disampaikan orang tua penerima manfaat PIP lainnya, IS (Inisial -red) setelah mengecek sendiri melalui aplikasi sipintar, ia mendapati nama anaknya tercatat sebagai penerima manfaat, sebanyak 6 kali, namun baru nerima haknya hanya 3 kali.

" BI (Inisial -red) anak saya peserta didik di SDN Cipinang di aplikasi sipintar dari tahun 2018, 2019, 2020, 2021, 2022 dan 2023 tercatat sebagai penerima manfaat PIP, tapi hak yang kami terima hanya 3 kali," ujarnya.

Sambung IS, saya menerima tiga kali diantarkan ke rumah oleh Bu RC (salah satu Guru di SDN Cipinang-red) besarannya sama Rp. 400.000,- /tahun anggaran.

" Sekarang, saya mempertanyakan sisanya yang tiga tahun anggaran, apakah duitnya masih ada, atau sudah ada yang mencairkan?," ucap IS sambil balik bertanya.

Buku rekening PIP dan ATMnya sekarang ada dimana? dipegang siapa? tanya awak media.

" Buku rekening senantiasa dipegang pihak sekolah, baru diberikan kepada saya saat BI mau mencairkan PIP di SMP, pihak SMP meminta buku tabungan BI katanya minta ambil di SD diambilah sama saya ke sekolah SD," bebernya menjawab pertanyaan awak media.

Tokoh masyarakat setempat SR (Inisial -red) terkait permasalahan yang dialami oleh puluhan orang tua penerima manfaat, sebagai orang yang di tokoh kan, diwilayahnya, ia ikut buka suara.

" Persoalan PIP ini setahun yang lalu sudah disampaikan kepada pengelola PIP di SDN Cipinang, namun hingga saat ini belum juga mendapatkan tanggapan positif dari pihak sekolah, karena pengakuan ini disampaikan langsung oleh 50 orang tua penerima manfaat, untuk menjaga munculnya hal yang tidak diinginkan, kami meminta pihak Disdikpora Kabupaten Cianjur turun tangan menengahi permasalahan ini, tidak hanya itu, juga menjamin hal serupa tidak terulang kembali," tegasnya.

" Sing karunya atuh, ieu teh hakna masyarakat leutik, Pemerintah mere teh jang ngabantu pendidikan anakna, supaya ulah aya kasus drop out sakola di cianjur," tandasnya.

Sebelumnya, Dadan selaku Operator SDN Cipinang- Cikalongkulon saat dikonfirmasi awak media hanya menjawab tidak tahu.

" Duka atuh pak, abdi mah nembe jadi operator na ge ti tahun 2024, waktos pak Kasim janten kepala sekolah, kanggo konfirmasi lebih jelasna mah langkung sae bapak tepangan pak Kepala Sekolah," saran Dadan, Jumat (8/5/2026).

Sesuai petunjuk Operasional Sekolah, pada Jumat, 22 Mei 2026 awak media datang kembali ke SDN Cipinang untuk mengkonfirmasi Kepala Sekolah terkait pengakuan dan keluhan para orang tua penerima manfaat PIP. Tapi sayang yang bersangkutan sedang tidak ada ditempat.

" Kaleresan bapak Kepala Sekolah tos angkat kaluar, tadi mah aya," terang salah satu Guru SDN Cipinang.

Dihubungi melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp sampai berita ini dinaikan belum ada tanggapan dari Kepala SDN Cipinang.

Goesta
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Orang Tua Penerima Manfaat Ungkap Dugaan Praktik Penyelewengan Dana Bantuan PIP di SDN Cipinang

Trending Now

Iklan