Soroti 51 Ribu Anak Tak Sekolah, PMII dan Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Pemda Cianjur

suaracianjur.com
Mei 22, 2026 | 18:50 WIB Last Updated 2026-05-22T11:55:53Z
Foto: Dok. (Joy-IN) Soroti 51 Ribu Anak Tak Sekolah, PMII dan Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Pemda Cianjur

SUARA CIANJUR | CIANJUR - Gelombang aksi mahasiswa kembali menggema di Kabupaten Cianjur. Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama elemen masyarakat menggelar “Aksi Lanjutan Darurat Pendidikan Cianjur” di depan Pemda Kabupaten Cianjur Jl. Siliwangi No.14 , kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (22/5/2026).

Aksi tersebut dipicu keprihatinan terhadap kondisi pendidikan di Cianjur yang dinilai semakin memprihatinkan. Massa aksi menyoroti data sekitar 51 ribu anak usia sekolah yang tercatat tidak bersekolah, peserta didik fiktif, penyelewengan dana bantuan PIP serta berbagai persoalan lain seperti tata kelola pendidikan, kesejahteraan guru honorer dan PPPK paruh waktu, hingga dugaan penggelembungan data PKBM.

Ketua Komisariat PMII STISIP Guna Nusantara Cianjur, Rezza Eka Gustya, mengatakan aksi itu merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap masa depan pendidikan di Kabupaten Cianjur.

"Banyak sekali sekitar 51 ribu anak yang tidak sekolah. Maka dari itu kami melakukan aksi ini atas dasar kepedulian terhadap kondisi pendidikan di Kabupaten Cianjur," ujarnya saat diwawancarai awak media.

Menurutnya, massa aksi kecewa karena tidak ada pejabat pemerintah daerah maupun dinas terkait yang hadir menemui peserta aksi untuk berdialog dan mendengarkan tuntutan mahasiswa.

"Harapan kami bisa melakukan diskusi bersama untuk memperbaiki dan mengevaluasi pendidikan di Kabupaten Cianjur agar ke depannya lebih baik," katanya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan aksi, Hoerul Vikri, menyebut persoalan pendidikan di Cianjur telah menjadi kajian panjang mahasiswa melalui observasi dan pengumpulan data di lapangan.
Ia menyoroti dugaan persoalan data di sektor PKBM hingga indikasi tumpang tindih data yang dinilai perlu segera dievaluasi pemerintah daerah.

Mahasiswa mendesak Pemkab Cianjur segera membentuk tim verifikasi data anak tidak sekolah secara by name by address agar persoalan tersebut dapat ditangani secara konkret dan tepat sasaran.

Selain itu, massa aksi juga menuntut adanya perbaikan infrastruktur pendidikan, fasilitas sekolah, hingga peningkatan kesejahteraan guru honorer dan PPPK yang dinilai belum sebanding dengan beban kerja mereka.

Di akhir aksi, mahasiswa mengancam akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa lebih besar serta membawa data-data yang diklaim lebih konkret, termasuk menghadirkan siswa putus sekolah sebagai bentuk pembuktian kondisi pendidikan di Kabupaten Cianjur.

Joy
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Soroti 51 Ribu Anak Tak Sekolah, PMII dan Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Pemda Cianjur

Trending Now

Iklan