Tuding Cuaca Ekstrem Penyebab Kematian Ribuan Ayam Buras, Program Ketapang Desa Bobojong Berpotensi Gagal Panen

suaracianjur.com
Februari 23, 2026 | 18:27 WIB Last Updated 2026-02-23T11:32:09Z
Foto: Dok. (Rafli) Tuding Cuaca Ekstrem Penyebab Kematian Ribuan Ayam Buras, Program Ketapang Desa Bobojong Berpotensi Gagal Panen

SUARA CIANJUR | MANDE - Ribuan ayam buras Program Ketahanan Pangan (Ketapang) Desa Bobojong Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur dikabarkan mati, pengelola kandang menyebutkan kematian 3500 ekor ayam tersebut akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan Mande dan sekitarnya, sehingga berpotensi mengalami gagal panen pada Program Ketapang Desa Bobojong Tahun Anggaran 2025.

Menurut warga sekitar yang enggan disebut namanya SE (47) menduga kematian ribuan ayam buras tersebut akibat besaran kandang dan jumlah ayam tidak sesuai.

" Kami menduga jumlah ayam dengan kapasitas kandang tidak sesuai, sehingga menyebabkan ribuan ayam mati," jelas SE, Senin (23/2/2026).

" Kematian ribuan hewan ternak tersebut diduga minimnya sarana prasarana kandang," tutupnya.

Hasil penelusuran awak media diketahui bahwa kandang ayam buras tersebut di kelola oleh BUMDes Bobojong, dan merupakan program Ketapang tahun anggaran 2025.

Terpisah, Gatot Virgo Direktur BUMDes Bobojong mengiyakan adanya peristiwa kematian masal ayam buras di kandang yang dikelolanya.

" Betul ayam pada mati, ini awalnya cuaca ekstrim dan pohon pun pada  tumbang, memang saat itu sudah ada kematian, padahal saat itu kita baru masuk bibit, namun cuaca sangat ekstrim, hingga kondisi ayam sangat lemah, namun kita berusaha memberikan obat obatan dan vitamin," terangnya.

Ia juga menjelaskan bahwa panen pertama dan kedua berjalan mulus, tidak muncul kematian ayam buras.
Foto: Dok. (Rafli) Tuding Cuaca Ekstrem Penyebab Kematian Ribuan Ayam Buras, Program Ketapang Desa Bobojong Berpotensi Gagal Panen

" Panen pertama mulus, kedua juga mulus, tapi di panen kedua memang ada kematian mungkin akibat cuaca yang ekstrim, semua kematian ayam buras kami catat, mungkin kita di RAB memang tidak memasukan pemanas, dan memang kalau kondisi kandang seperti itu juga kalau menggunakan pemanas tidak efektif juga, karena ayam kalau saat hujan menumpuk numpuk, sehingga terinjak injak," bebernya.

Sambung Gatot. Kami berusaha segala macam campuran vitamin di aduk dengan pakan, ternyata kadarullah memang beberapa hari atau 10 hari mau panen, terjadi kematian ayam secara masal, mungkin untuk kerugian kurang lebih sekitar 50 sampai 70 jutaan, sementara sekarang kami off dulu.

" Kami akan kordinasi dulu dengan dinas, apakah bisa Ketapang dari ayam di alih fungsikan ke yang lainya, makanya saya nunggu keputusan dulu, dan anggaran pun saya hentikan dulu namun sisanya masih ada," ungkapnya.

Rafli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tuding Cuaca Ekstrem Penyebab Kematian Ribuan Ayam Buras, Program Ketapang Desa Bobojong Berpotensi Gagal Panen

Trending Now

Iklan