| Foto: Dok. (Goesta-SC) Berdalih untuk Pertanggungjawaban ke Pendamping PKH, Kepala SDN Bunikasih 2 Ambil Dana Bantuan PIP dari Tangan Penerima Manfaat |
SUARA CIANJUR | WARUNGKONDANG - Kegembiraan Cece (60) dan Atikah (33) pasangan suami-istri warga Desa Bunisari Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur tidak berlangsung lama, pasalnya sehari setelah mencairkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI Warungkondang, uangnya di duga diambil kembali oleh oknum Kepala Sekolah.
" Pada hari Jumat, 5 Juni 2026 kami datang ke BRI Warungkondang, kemudian di ATM BRI Warungkondang kami menarik dana bantuan PIP anak saya (Muhamad Fajar) sebesar Rp. 900.000,- saat itu kami sangat senang sekali," tutur Atikah, Senin (8/6/2026).
" Sehari sesudahnya, tepatnya pada Sabtu, 6 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Kepala sekolah datang ke rumah kontrakan kami, tujuan kedatangannya untuk mengambil kembali dana PIP anak saya beserta ATMnya, kata Kepsek katanya mau dikembalikan, saya pun kaget, kegembiraan kami pun sirna," keluhnya.
Saat dana bantuan PIP dan ATMnya diminta kembali oleh Kepsek, apakah Ibu mempertanyakan, mau di kembalikan kemana? tanya awak media.
" Tidak tahu, pokoknya katanya mau dikembalikan, tidak tahu maksudnya dikembalikan kemananya," jawab Atikah dengan polosnya.
Disinggung awak media, berapa nominal dana bantuan PIP yang diambil kembali oleh Kepala sekolah, dengan polosnya Atikah menjawab Rp. 800.000,-.
" Rp. 800.000,- kalau jumlah seluruhnya Rp. 900.000,-" ujar Atikah.
" Untuk ganti uang bensin saya ngambil Rp. 20.000,- tah anu 80 rebu waktos harita teh ku abdi diuihkeun deui jejeg 100 rebu ka pak kepala sekolah, tapi saur anjeunna teh wios lah nu 80 rebu mah kanggo ngagentosan tilas ongkos nyandak ka Bank, kitu saurna teh," ungkapnya diselingi bahasa daerah.
Sambung Atikah, teras pak kepala sekolah teh nyarios ka abdi, saurna teh tong seueur saur kasasahanya! keun nu atos-atos mah atos we tong seeur saur we.
" Sasauran anjeunna teh kitu abdi ge janten aneh nguping cariosan pak kepala sekolah kitu teh," katanya.
Diketahui Muhamad Fajar anak pasangan Cece dan Atikah tercatat sebagai peserta didik di SDN Bunikasih 2, dan tercantum di aplikasi sipintar sebagai penerima manfaat PIP, dari tahun 2023, 2024, 2025 dan 2026
Terpisah, Maman selaku Kepala SDN Bunikasih 2, di konfirmasi awak media terkait pengakuan mencengangkan dari orang tua penerima manfaat PIP, ia tidak membantah, dan membenarkan telah menerimanya.
" Saya hanya menerima 800 ribu yang 80 ribu untuk ganti ongkos lah, tidak saya ambil, saya hanya mengamankan karena saya harus mempertanggungjawabkan kepada pendamping PKH," jelasnya, Senin (8/6/2026).
Apakah penyaluran dana bantuan PIP di SDN Bunikasih 2, dalam regulasi penyaluran ada kaitan dengan pendamping PKH? hingga harus mempertanggungjawabkan/laporan ke pendamping PKH? Kejar awak media kembali bertanya.
" Memang ada kaitannya PIP dengan PKH, misalnya gini ada siswa yang mendapatkan PIP tapi sehari-harinya ngangon munding di sawah, sekolah tidak, itu harus saya jelaskan kepada pendamping," jawab Kepala Sekolah.
Ia pun dengan mantap siap mempertanggungjawabkan kebijakan yang sudah diambilnya.
" Pokonamah uang mah masih ada, saya hanya mengamankan, secara kepribadian saya siap tanggungjawab, hanya saya ingin menyelesaikannya langsung dengan orang tua yang bersangkutan, nanti lah saya akan berkomunikasi langsung dengan yang bersangkutan," tegasnya.
Goesta