| Foto: Dok. (HT-SC) Pasar Gajah Gekbrong Resmi Dibuka, Inisiator: Tiga bulan gratis sewa untuk pedagang kecil |
SUARA CIANJUR | GEKBRONG - Pasar Gajah Gekbrong bawah menawarkan tiga bulan gratis sewa, langkah yang dianggap berbagai kalangan pro dengan ekonomi kerakyatan tersebut diambil Inisiator pasar sebagai "Masa adaptasi" bukan promo dagang, melainkan upaya memberi ruang waktu bagi pedagang untuk berdiri.
Pasar Gajah Gekbrong bawah resmi di operasikan dua hari setelah peringatan hari Buruh Internasional, dan kini kawasan gekbrong memiliki sebuah ruang ekonomi baru, dengan 56 kios serta kebijakan masa adaptasi tiga bulan gratis sewa bagi pedagang yang masuk di awal pembukaan.
Ruang ekonomi baru tersebut tidak jauh dari kawasan pasar Gekbrong lama, yang menjadi salah satu titik aktivitas ekonomi paling ramai di wilayah selatan Cianjur. Sebelum subuh, kawasan Pasar Gekbrong biasa dipadati truk pengangkut barang, gerobak yang ditata pedagang, dan suara tawar-menawar yang mengiringi terbitnya matahari.
Pembukaan Pasar Gajah dinilai sejumlah pihak sebagai upaya memberikan ruang tambahan bagi aktivitas ekonomi rakyat di kawasan tersebut, sekaligus membantu meringankan beban kepadatan yang selama ini menjadi konsekuensi dari ramainya Pasar Gekbrong.
" Pasar Gekbrong sudah punya pelanggan, sejarah, dan ekosistemnya sendiri yang harus dihormati. Pasar Gajah hadir bukan untuk menggantikan, tapi sebagai ruang lain di sebelah ruang yang sudah ada," ujar Anggarda Giri Rajati, inisiator Pasar Gajah, di sela kegiatan pembukaan. Minggu (3/5/2026).
Berdasarkan informasi pengelola pasar Gajah, dari 56 kios yang tersedia, sebagian sudah terisi pedagang dari beragam jenis dagangan mulai dari sayuran, sembako, hingga kebutuhan harian rumah tangga. Sisanya masih kosong dan terbuka bagi pedagang baru yang ingin masuk.
Kebijakan tiga bulan gratis sewa, yang oleh pengelola disebut sebagai "masa adaptasi", menjadi salah satu poin yang banyak disorot.
| Foto: Dok. (HT-SC) Pasar Gajah Gekbrong Resmi Dibuka, Inisiator: Tiga bulan gratis sewa untuk pedagang kecil |
" Kebijakan tersebut bukan promo dagang, melainkan upaya memberi ruang waktu bagi pedagang untuk berdiri," terang Anggarda.
" Bulan-bulan pertama itu paling rapuh. Pedagang perlu waktu untuk membaca pasar, mengenal pembeli, membangun pelanggan. Kalau dari hari pertama sudah harus berhitung dengan sewa, banyak yang menyerah sebelum sempat tumbuh," sambungnya.
Ia menambahkan, kebijakan ini tidak ditujukan sebagai jaminan bahwa pedagang pasti untung atau pasar pasti ramai.
"Tidak ada yang bisa menjamin itu. Yang bisa kami pastikan: tekanan sewa tidak akan jadi alasan utama kalau pun ada yang gagal di awal," ungkapnya.
Momentum pembukaan yang berdekatan dengan peringatan May Day pada 1 Mei juga ikut membentuk narasi hari pertama Pasar Gajah. Bagi Anggarda, Hari Buruh seharusnya tidak hanya diperingati untuk pekerja formal yang punya kontrak dan slip gaji.
" Hari Buruh, kalau diartikan dengan jujur, juga tentang ibu yang menjajakan sayur sejak subuh, pemikul karung beras, pedagang ikan yang berdiri seharian. Mereka bekerja setiap hari tanpa BPJS dari perusahaan, tanpa tunjangan apa-apa. Menghormati mereka tidak harus lewat pidato. Kadang cukup dengan menyediakan tempat dan memberi waktu di awal," katanya.
| Foto: Dok. (HT-SC) Pasar Gajah Gekbrong Resmi Dibuka, Inisiator: Tiga bulan gratis sewa untuk pedagang kecil |
Anggarda yang juga dikenal memiliki posisi publik di Cianjur menegaskan bahwa Pasar Gajah bukan panggung politik.
" Pasar Gajah adalah pasar. Lapaknya nyata, kiosnya nyata, pedagangnya akan duduk di sana setiap hari. Yang dibutuhkan dari sebuah pasar bukan slogan, tapi ruang yang berfungsi dan biaya awal yang masuk akal," jelasnya.
Para pedagang yang sudah masuk sebagian besar menyambut positif kebijakan masa adaptasi ini. Mereka melihatnya sebagai kesempatan mencoba berjualan di lokasi baru tanpa harus langsung memikul beban biaya sewa di awal.
Sementara warga sekitar yang datang pada hari pembukaan tampak antusias melihat-lihat, meskipun aktivitas jual beli masih dalam tahap awal. Pengelola Pasar Gajah mengundang warga Gekbrong dan sekitarnya untuk mampir dan mulai membangun kebiasaan belanja di pasar baru tersebut.
" Pasar tidak hidup hanya karena ada lapak. Pasar hidup karena ada yang datang. Pembeli adalah separuh nyawa pasar mana pun," tuturnya.
Sambung Anggarda, ke depan, Pasar Gajah diharapkan dapat membuka pintu bagi pedagang kecil yang selama ini kesulitan mencari tempat berdagang yang layak.
" Pendaftaran kios yang masih kosong masih dibuka oleh pengelola dalam beberapa minggu ke depan," pungkasnya.
Red