Penarikan Iuran Pembangunan MCK di SDN Bojongsari 3 Berbuntut Tuntutan Tranparansi Realisasi Dana BOS

suaracianjur.com
Mei 05, 2026 | 16:48 WIB Last Updated 2026-05-05T09:51:43Z
Foto: Dok. (Rafli) Penarikan Iuran Pembangunan MCK di SDN Bojongsari 3 Berbuntut Tuntutan Tranparansi Realisasi Dana BOS

SUARA CIANJUR | SUKALUYU - Para orang tua murid di SDN Bojongsari 3 Sukaluyu- Cianjur mempertanyakan motif pungutan Rp. 52.000,-/siswa, yang di duga digunakan untuk pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) di lingkungan sekolah. Imbas dari pungutan tersebut, para orang tua murid menuntut transparansi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Adanya dugaan pungutan kepada siswa untuk pembangunan MCK dibenarkan oleh Ustad Ceceng Ketua Komite SDN Bojongsari 3, namun, ia juga mengaku tidak menghadiri jalannya musyawarah pengambilan kesepakatan.

" Benar dengan adanya pungutan sebesar Rp. 52. 000,- dan itu merupakan iuran siswa untuk membuat MCK di SDN bojongsari 3, namun pada saat melaksanakan musyawarah bersama orang tua siswa, kebetulan saya tidak hadir, dan kesepakatan mungkin terjadi, sehingga ada keputusan Rp. 52. 000/siswa," jelas Ustad Ceceng, Selasa (5/5/2026).

" Saya selaku ketua komite SDN bojongsari 3 tidak munafik, saya di kasih Rp. 600. 000,- namun uang yang sebesar itu saya belanjakan pasir, pasirnya pun di kembalikan ke sekolah untuk pembangunan MCK," terangnya.

Sambung Ustad Ceceng: " Sebetulnya saya juga tidak setuju adanya pungutan tersebut".

" Sedangkan dana BOS juga lebih daripada cukup, karena jumlah siswanya mencapai 354 siswa," imbuhnya.

Sementara itu, beberapa kali di sambangi awak media ditempat kerjanya, Kepala SDN Bojongsari 3 tidak berhasil diwawancarai, menurut staffnya sedang dinas luar.

Sebelumnya, TA (Inisial -red) salah satu orang tua murid, juga sebagai tokoh masyarakat setempat, mempertanyakan alasan penarikan Iuran sebesar Rp. 52.000,- kepada para siswa di SDN Bojongsari 3, imbas dari iuran tersebut, ia juga menuntut transparansi penggunaan dana BOS.

" Kami para orang tua murid jangan terus menerus dibebani dengan segala macam pungutan, apalagi pungutan yang tidak jelas peruntukannya," keluh TA, Selasa (28/4/2026).

" Untuk semua itu kan sudah di cover dari anggaran dana BOS," tuturnya.

Lebih lanjut TA menjelaskan bahwa dirinya bersama para orang tua murid lainnya menurut transparansi penggunaan dana BOS.

" Kami menuntut tranparansi penggunaan dana BOS, karena kondisi bangunan sekolah nampak kumuh dan tidak terawat, dan untuk pembangunan MCK saja harus di bebankan kepada peserta didik, setiap siswa dikutip Rp. 52.000,- lalu kemana larinya dana BOS?," tandasnya.

" Seharusnya pihak sekolah memasang papan informasi penggunaan dana BOS, supaya realisasinya nampak transparan dan akuntabel," pungkasnya.

Rafli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Penarikan Iuran Pembangunan MCK di SDN Bojongsari 3 Berbuntut Tuntutan Tranparansi Realisasi Dana BOS

Trending Now

Iklan