| Foto: Dok. (Rafli) Nampak dalam gambar, warga setempat berada diantara jalan utama yang terbelah, satu sisinya nampak amblas, hingga jalan tersebut tidak bisa diakses kendaraan roda empat |
SUARA CIANJUR | MANDE - Akses jalan Kabupaten yang berada di wilayah Desa Ciandam Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur terancam putus, pasalnya jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Mande dengan Kecamatan Cipanas dan sekitarnya terjadi pergerakan tanah, sehingga jalur utama baduga permukaan jalannya mengalami amblas.
Menurut keterangan dari warga sekitar jalan tersebut kini sudah tidak bisa di lalui kendaraan roda 4, kendaraan roda 2 pun bisa melintas, tapi harus ekstra hati-hati. Dugaan sementara peristiwa tersebut dipicu tingginya intensitas curah hujan.
Warga yang setiap hari menggunakan akses jalan tersebut berharap Pemerintah cepat tanggap, agar tidak mengganggu laju pertumbuhan ekonomi warga lokal yang menyandarkan perekonomiannya pada akses jalan tersebut.
Seperti yang diungkapkan Sugandi, warga lokal yang berprofesi sebagai petani, dengan adanya peristiwa amblasnya jalan, ia harus merogoh sakunya lebih dalam (kos tinggi) untuk menjual hasil pertaniannya.
" Setelah terjadi peristiwa amblasnya jalan, pengeluaran biaya transportasi menjadi lebih tinggi, karena harus menggunakan akses jalan alternatif yang jarak tempuhnya lebih jauh," terangnya, Senin (4/5/2026).
" Sebelum adanya peristiwa ini, biaya angkut hasil pertanian hanya sebesar Rp. 200.000,- tapi sekarang mencapai angka Rp. 600.000,- hal inilah yang banyak dikeluhkan para petani," jelasnya.
Ia juga mengatakan sebelum kejadian amblasnya jalan, setiap mengirimkan hasil pertanian masih memiliki untung, namun, katanya saat ini sama sekali tidak memiliki keuntungan.
" Menggunakan akses jalan alternatif ongkosna sangat mahal, biaya transportasinya meningkat hingga 3 kali lipat, sedangkan harga komoditas pertanian jalan ditempat," keluhnya.
" Dengan kondisi seperti ini kami memilih untuk diam dari pada menanggung rugi," tambahnya.
Terakhir, ia bersama para petani lainnya sangat berharap jalan yang mengalami amblas secepatnya di perbaiki, agar mereka secepatnya bisa beraktifitas kembali.
" Kami berharap pemerintah segera mengatasinya dan memberikan solusi, karena jalan ini sangat di perlukan warga, karena jalan utama ini tidak hanya dilalui penduduk lokal, bahkan warga luar kabupaten pun banyak melintas di sini," harapnya.
Terpisah, Elin selaku Kepala Desa Ciandam membenarkan peristiwa amblasnya jalan, ia juga mengatakan peristiwa tersebut di picu tingginya curah hujan.
" Kejadian ini memang faktor alam dan itupun terjadinya ketika curah hujan sangat deras, namun kami selaku pemerintahan Desa ciandam, langsung melaporkan hal ini melalui UPTD PUPR Cikalongkulon dan BPBD Kabupaten Cianjur," tuturnya.
Ia juga menegaskan sudah melaporkan kejadian tersebut tidak hanya secara lisan, tetapi secara tertulis pun sudah dilakukannya.
" Bukan saja secara ucapan melainkan kami sudah memberikan tembusan lewat surat permohonan, baik kepada PUPR maupun BPBD Kabupaten Cianjur," katanya.
" Dengan dilayangkannya permohonan ini, semoga dinas terkait secepatnya merespon, dan secepatnya memperbaiki jalan yang dikeluhkan warga, karena jalan utama ini sumber penghidupan warga desa Ciandam, Kutawaringin, Leuwikoja, dan masyarakat luar kabupaten yang hendak berwisata ke daerah Cipanas," harapnya.q pa
Rafli