Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Soroti Transformasi Pendidikan Nasional di Era AI

suaracianjur.com
Juli 20, 2026 | 19:40 WIB Last Updated 2026-07-20T12:43:33Z
Foto: Dok. (Paramadina/SC) Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Soroti Transformasi Pendidikan Nasional di Era AI

SUARA CIANJUR | JAKARTA – Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi dunia pendidikan nasional. Menjawab dinamika tersebut, Universitas Paramadina bersama Komisi X DPR RI menggelar seminar nasional bertajuk "Transformasi Dunia Pendidikan di Era AI: Peluang, Tantangan dan Inovasi Masa Depan" di Auditorium Firmanzah, Kampus Cipayung, Jakarta Timur.

Seminar yang diikuti sekitar 80 peserta dari kalangan guru, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga pelajar SMA itu menjadi ruang dialog antara pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi pendidikan dalam merumuskan arah transformasi pendidikan Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si., menegaskan negara harus hadir memastikan pemanfaatan AI tidak memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah.

" Negara harus memastikan bahwa penetrasi teknologi AI di sektor pendidikan tidak menciptakan jurang pemisah baru di Indonesia. Fungsi pengawasan dan penganggaran Komisi X DPR RI akan terus kami optimalkan untuk menjamin pemerataan fasilitas digital serta peningkatan kompetensi guru dari Sabang sampai Merauke," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, transformasi digital harus diikuti dengan pemerataan akses teknologi agar seluruh peserta didik memperoleh kesempatan yang sama dalam menghadapi perubahan zaman.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Paramadina, Dr. Harry T.Y. Achsan, menilai perguruan tinggi harus bergerak cepat menyesuaikan metode pembelajaran agar mampu mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.

Senada dengan itu, Dosen Teknik Informatika Universitas Paramadina, M. Darwis, M.Kom., mengingatkan bahwa AI hanyalah alat yang memiliki kemampuan mengolah data secara masif, tetapi tidak memiliki pertimbangan moral.

" Artificial Intelligence adalah alat yang sangat kuat, tetapi tidak memiliki nurani. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan yang berlandaskan etika akan menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki generasi masa depan," katanya.

Darwis menilai orientasi pendidikan harus bergeser dari sekadar penyampaian materi menuju penguatan kemampuan analitis, kreativitas, serta penyelesaian persoalan nyata yang tidak dapat digantikan oleh mesin.

Dari perspektif ekonomi, Wakil Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Dr. Handi Rizsa, M.Ec., mengingatkan bahwa otomatisasi berbasis AI akan mengubah struktur pasar tenaga kerja sehingga dunia pendidikan harus segera menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri masa depan.

Menurutnya, tanpa transformasi tersebut, lulusan perguruan tinggi berisiko menghadapi meningkatnya pengangguran intelektual akibat ketidaksesuaian kompetensi dengan perkembangan dunia kerja.

Sementara itu, Kepala SMAN 7 Bekasi, Drs. Fajar Heryadi Trimawardi, M.Pd., menilai peserta didik di jenjang sekolah menengah merupakan kelompok yang paling membutuhkan pendampingan dalam memanfaatkan AI secara bijak.

Ia menegaskan, peran guru kini tidak lagi hanya sebagai penyampai materi, melainkan fasilitator yang membimbing siswa agar mampu menggunakan teknologi secara kritis, produktif, dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, Penanggung Jawab Seminar yang juga Direktur Pemasaran dan Beasiswa Universitas Paramadina, Dr. Peni Hanggarini, S.IP., M.A., mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga menghimpun berbagai masukan dari akademisi dan praktisi pendidikan yang akan dirumuskan sebagai rekomendasi kebijakan strategis bagi pengembangan pendidikan nasional di era kecerdasan buatan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, legislatif, dan praktisi pendidikan, seminar ini diharapkan mampu melahirkan gagasan dan rekomendasi yang mendorong sistem pendidikan Indonesia menjadi lebih adaptif, inklusif, serta siap menghadapi tantangan transformasi digital di masa depan.

Anwar
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Soroti Transformasi Pendidikan Nasional di Era AI

Trending Now

Iklan