PTI Cianjur All Out Kawal PSN Kampung Nelayan Merah Putih, Nilai Rp2,6 Miliar di Jayapura Harus Jadi Berkah Bukan Monumen

suaracianjur.com
Agustus 30, 2026 | 19:44 WIB Last Updated 2026-08-30T12:51:00Z
Foto: Dok. (D Wahyudin) Ketua DPC PTI Cianjur Rendi Taufik Ismail saat berpidato pada rapat sosialisasi KNMP di dua titik di Cianjur Selatan 

SUARA CIANJUR | CIDAUN - Program Strategis Nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di pesisir Cianjur Selatan mendapat pengawalan ketat dari Pemuda Tani Indonesia (PTI). Komitmen itu ditegaskan Ketua DPC PTI Kabupaten Cianjur, Rendi Taufik Ismail.

Penegasan tersebut disampaikan Rendi saat hadir dalam forum sosialisasi KNMP yang digelar di Desa Jayapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Minggu sore, 30 Agustus 2026.

Sebagai tokoh masyarakat Cianjur Selatan yang kiprahnya lekat di wilayah Sindangbarang - Cidaun, Rendi menilai alokasi anggaran Rp2,6 miliar per titik untuk KNMP adalah solusi konkret bagi persoalan yang selama ini membelit nelayan.

Ia menegaskan KNMP merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang wajib disukseskan secara kolektif.

Menurutnya, penetapan lokasi KNMP di Cianjur Selatan bukan proses instan. Dari banyak usulan yang diajukan, hanya dua desa yang akhirnya lolos verifikasi, yakni Desa Jayapura dan Desa Girijaya.

" Ini bisa dikatakan sebenarnya hajatnya nelayan. Nelayan sekarang sudah mau diwadahi dan dinaungi, termasuk apa yang menjadi kebutuhan nelayan nantinya,” katanya.

Rendi menambahkan, DPC PTI Cianjur tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, melainkan juga memastikan sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan ikut terdorong. Ia menekankan pentingnya kesiapan kelembagaan ekonomi nelayan jauh sebelum bangunan berdiri.

Ia berharap kehadiran KNMP mampu melipatgandakan hasil tangkapan sekaligus memberi kemudahan bagi nelayan dalam pengelolaan pasca-panen.

Salah satu fasilitas vital yang akan dibangun adalah pabrik es untuk menjaga mutu ikan hasil tangkapan.

" Nanti akan dibangun pabrik es, jadi kita tidak perlu mencari es jauh-jauh ketika nelayan mendapatkan hasil tangkapan. Dengan begitu proses pembekuan ikan bisa lebih mudah,” jelasnya.

Lebih jauh, Rendi mengingatkan agar pembentukan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan Koperasi Unit Desa (KUD) dikebut dan tidak tertinggal dari progres fisik.
Foto: Dok. (D Wahyudin) Sosialisasi yang dimulai pukul 15.59 WIB tersebut berlangsung antusias. Turut hadir jajaran Forkopimcam Cidaun, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Jayapura beserta perangkat, tokoh agama, tokoh masyarakat, Karang Taruna, MUI, pengurus PTI Cianjur, hingga perwakilan pelaksana proyek dari PT Asri

"Jangan sampai pembangunan sudah selesai, tetapi Pokdakan dan KUD belum dibentuk. Jangan sampai bangunan yang dibangun dengan anggaran pemerintah akhirnya hanya menjadi monumen. Itu sangat disayangkan,” tegasnya.

Sosialisasi yang dimulai pukul 15.59 WIB tersebut berlangsung antusias. Turut hadir jajaran Forkopimcam Cidaun, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Jayapura beserta perangkat, tokoh agama, tokoh masyarakat, Karang Taruna, MUI, pengurus PTI Cianjur, hingga perwakilan pelaksana proyek dari PT Asri.

Dari pihak pemerintah kecamatan, Sekretaris Kecamatan Cidaun, Tendi Hidayat Ramli, S.Pd., M.Pd., menilai KNMP akan menjadi pemicu langsung bagi pertumbuhan ekonomi warga pesisir Jayapura.

" Program ini memang ditanamkan pemerintah pusat dengan tujuan membangun ekosistem pesisir, baik dari sisi ekonomi maupun kemandirian masyarakat,” ujarnya.

Tendi berharap momentum terpilihnya Jayapura bisa berdampak luas dan menggerakkan roda perekonomian kawasan.

" Mudah-mudahan dengan terbentuknya kelompok Kampung Nelayan Merah Putih ini selalu berintegrasi dengan budaya lokal atau kearifan lokal yang ada di Desa Jayapura. Kami berharap masyarakat dapat mendukung penuh pembangunan kampung nelayan ini,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Jayapura, Solihin GP. Ia mengaku bersyukur desanya dipercaya menjadi salah satu lokasi prioritas pembangunan.

" Kami merasa bersyukur di desa kami akan terbentuk Kampung Nelayan Merah Putih. Harapan kami program ini bisa berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Jayapura, khususnya para nelayan, serta masyarakat Kecamatan Cidaun pada umumnya,” ungkap Solihin.

Sementara dari sisi teknis pelaksanaan, perwakilan PT Asri selaku kontraktor pelaksana, Aras, memaparkan bahwa pihaknya akan membangun sejumlah infrastruktur dasar, termasuk tempat penampungan ikan.

" Kami mohon dukungan dan kerja samanya dari bapak dan ibu sekalian agar pembangunan ini dapat berjalan lancar dan aman. Harapannya, hasil pembangunan ini nantinya bisa dimanfaatkan oleh warga Jayapura,” ujarnya.

Terkait nilai investasi, Aras merinci anggaran yang dikucurkan untuk dua titik tersebut.

" Untuk wilayah Desa Jayagiri sekitar Rp2,6 miliar dan di wilayah Desa Jayapura juga sekitar Rp2,6 miliar,” katanya.

Artinya, total anggaran untuk dua lokasi di Cianjur Selatan tersebut menyentuh angka Rp5,2 miliar.

Dari perspektif tata ruang, Direktur Agraria Institute, Dede Firman Karim, yang hadir sebagai narasumber, menyoroti aspek kesesuaian lahan. Berdasarkan data RTRW Online Kabupaten Cianjur, calon lokasi KNMP masuk dalam zona permukiman perdesaan sehingga dinilai selaras dengan rencana pembangunan.

Namun demikian, ia mengingatkan agar fungsi kawasan lain di sekitarnya tetap terjaga.

" Keberadaan kawasan badan air, kawasan perlindungan setempat, dan kawasan pertanian di sekitar lokasi harus tetap dijaga sesuai fungsi ruangnya,” jelasnya.

Ia menutup dengan penegasan bahwa pembangunan KNMP harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan.

" Prinsipnya, KNMP harus tepat lokasi, tepat fungsi, memenuhi aspek legalitas pertanahan, aman dari risiko bencana, dan berkelanjutan secara lingkungan,” pungkasnya.

D Wahyudin 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • PTI Cianjur All Out Kawal PSN Kampung Nelayan Merah Putih, Nilai Rp2,6 Miliar di Jayapura Harus Jadi Berkah Bukan Monumen

Trending Now

Iklan