| Keterangan Gambar: (Gambar istimewa) President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menyatakan pergantian ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan arah lembaga sebagai enabler transformasi Pertamina Group |
SUARA CIANJUR | JAKARTA - Pertamina Foundation merombak jajaran pimpinan. Pergantian diumumkan dalam Town Hall Meeting "Continuity, Appreciation & New Leadership" di Jakarta, Senin 8 September 2026.
Agenda ini menandai estafet kepemimpinan Dewan Pengawas Pertamina Foundation dan Rektor Universitas Pertamina [UPER]. Pergantian diklaim untuk penguatan tata kelola organisasi.
Untuk periode 2026, susunan Dewan Pengawas Pertamina Foundation adalah Robby Rafid sebagai Ketua, dengan anggota Arya Dwi Paramita, Ivahtun Nurhayati, Erni Ginting, dan Bambang Pediantoro.
Sementara jabatan Rektor UPER periode 2026-2031 kini diisi Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra. Ia menggantikan Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir.
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menyatakan pergantian ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan arah lembaga sebagai enabler transformasi Pertamina Group.
" Town Hall Meeting hari ini bukan sekadar acara serah terima jabatan, melainkan bentuk keberlanjutan perjalanan. Kita menghargai dan belajar dari masa lalu, namun harus terus melangkah ke depan. Pertamina Foundation harus menjadi enabler dan katalisator transformasi Pertamina Group. Ke depan, target utama kita mencakup pencapaian zero incident HSSE, pengembangan teknologi IT yang unggul, kreativitas riset di bidang biofuel, solar panel, serta waste management yang memberikan manfaat nyata bagi bisnis Pertamina dan masyarakat, hingga penguatan pengembangan bisnis yang mampu membawa institusi tumbuh menjadi pemain global," tegas Agus Mashud.
Pada laporan capaian, Pertamina Foundation mencatat telah mengembangkan 44 Desa Energi Berdikari, melatih 6.325 UMKM, dan menyalurkan modal usaha kepada 840 UMKM melalui program PFpreneur. Melalui PFmuda, terdapat 367 proyek sosial dan 86 unit bisnis sociopreneur yang didampingi.
Di sektor lingkungan, reforestasi dilakukan di 2.939 hektare lahan dengan total 4,7 juta bibit tertanam, terdiri dari 1,9 juta bibit daratan dan 2,8 juta bibit mangrove.
Untuk pendidikan, program PFprestasi dan PFsains telah menyalurkan beasiswa kepada 6.619 penerima di 44 perguruan tinggi. Sementara 36 proyek inovasi teknologi bersih diklaim mampu menekan emisi 34.719 kg CO2 per tahun.
UPER sendiri mengantongi Akreditasi UNGGUL dari BAN-PT berdasarkan SK No. 27/SK/BAN-PT/Ak/PT/II/2026 dan masuk Top 4 nasional untuk SDG 7 versi THE Impact Rankings 2025.
Ketua Dewan Pengawas Pertamina Foundation periode 2021-2026 Syahrial Mukhtar menilai riset dan aksi lingkungan menjadi kunci daya saing ke depan.
" Perubahan iklim, transisi energi, hingga standar ESG telah menjadikan sustainability sebagai core daya saing bisnis. Ekosistem Pertamina yang besar membutuhkan dukungan riset dan aksi lingkungan yang sepadan. PF dan UPER harus memosisikan diri sebagai creator value. Wilayah operasi Pertamina dapat menjadi living laboratory riset UPER, dan program PF menjadi platform eksekusi serta scale-up solusi keberlanjutan," ujar Syahrial Mukhtar.
Dewan Pengawas baru periode 2026 menyatakan akan fokus pada tiga agenda: penguatan tata kelola, kolaborasi lintas sektor, dan dampak program yang terukur, terutama untuk mendukung transisi energi dan hilirisasi Pertamina Group.
Reporter: Arkam