Trust Jadi Taruhan Awal Pimpinan Baru Baznas Cianjur

suaracianjur.com
September 25, 2026 | 21:01 WIB Last Updated 2026-09-25T14:05:18Z
Foto: Dok. (Hadi SC) Estafet pengelolaan zakat di Kabupaten Cianjur resmi berganti. Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Cianjur periode 2026-2031 dilantik di Pendopo Pancaniti, Jumat (25/9/2026)

SUARA CIANJUR | CIANJUR - Estafet pengelolaan zakat di Kabupaten Cianjur resmi berganti. Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Cianjur periode 2026-2031 dilantik di Pendopo Pancaniti, Jumat (25/9/2026).

Pelantikan dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, jajaran MUI Kabupaten Cianjur, serta Ketua Baznas Provinsi Jawa Barat.

Kursi Ketua Baznas Cianjur kini diduduki KH. Ir. Deny Saepul Rohman. Di awal masa jabatannya, Deny langsung menyinggung peran zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, bukan sekadar ritual pengumpulan dana.

Ia menegaskan, kerja Baznas ke depan akan bertumpu pada empat pagar: aman syar'i, aman regulasi, aman administrasi, dan aman NKRI.

“Aman syar'i artinya kita dibatasi oleh pagar syariat agama Islam. Kemudian aman regulasi, karena ada undang-undang, peraturan Menteri Agama, peraturan bupati dan aturan lainnya yang harus kita taati,” ujar Deny.

Soal tata kelola, Deny menyebut titik lemahnya selama ini bukan hanya di penghimpunan, tapi di hilir pertanggungjawaban.

“Pengelolaan zakat di Cianjur ini harus dimulai dari pendistribusian sampai pelaporan dan pertanggungjawaban kepada publik, terutama kepada Allah SWT,” katanya.

Di tengah sorotan publik terhadap transparansi lembaga filantropi, Deny juga melempar sinyal ingin merangkul pers dan media sebagai pengawas eksternal, bukan sekadar corong publikasi.
Foto: Dok. (Hadi SC) Pelantikan dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, jajaran MUI Kabupaten Cianjur, serta Ketua Baznas Provinsi Jawa Barat

Untuk peta jalan, Baznas Cianjur mematok angka cukup ambisius: Rp21 miliar per tahun pada 2027. Target itu akan dikejar lewat konsolidasi internal dan memperluas jaring Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga ke kecamatan, desa, bahkan DKM.

“Target pencapaian seperti yang disampaikan Baznas Pusat, untuk Cianjur insya Allah Rp21 miliar. Kita usahakan sekuat tenaga,” ungkapnya.

Namun Deny sadar, angka tak akan tercapai tanpa modal utama: kepercayaan. Itu yang menurutnya harus dipulihkan lebih dulu sebelum bicara strategi penghimpunan dari ASN maupun perusahaan.

“Yang harus diutamakan adalah trust atau kepercayaan publik. Setelah itu kita menyusun konsolidasi internal dengan baik,” ujarnya.

Ditanya soal carut-marut administrasi infak dan sedekah ASN di periode sebelumnya, Deny memilih tidak berspekulasi. Ia mengaku belum menyentuh persoalan itu.

“Saya belum pelajari, belum ke situ. Langkah awal saya adalah konsolidasi untuk membangun trust publik. Sebab zakat ini kalau tidak ada trust publik akan sulit,” katanya.

Pekerjaan rumah pimpinan baru Baznas kini jelas: mengubah skeptisisme menjadi kepercayaan, sebelum mengubah potensi zakat menjadi angka.

Reporter: Hadi
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Trust Jadi Taruhan Awal Pimpinan Baru Baznas Cianjur

Trending Now

Iklan