| Foto: Dok. (DW/Joy SC) Ketiga calon yang akan berkontestasi yakni Iwan Setiawan dengan nomor urut 1, Devi Mumtaz Azis nomor urut 2, dan Pudin nomor urut 3 |
SUARA CIANJUR | CUGENANG - Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur memasuki fase krusial. Panitia resmi menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 6.149 pemilih dan mengundi nomor urut tiga calon kepala desa.
Ketiga calon yang akan berkontestasi yakni Iwan Setiawan dengan nomor urut 1, Devi Mumtaz Azis nomor urut 2, dan Pudin nomor urut 3.
Penetapan nomor urut tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan deklarasi damai dan kesepakatan bersama untuk mewujudkan Pilkades yang aman, damai, tertib, dan kondusif. Deklarasi disaksikan unsur Pemerintah Kecamatan Cugenang, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cijedil, Penjabat Kepala Desa Cijedil, TNI-Polri, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Cijedil.
Ketua Panitia Pilkades Cijedil, H. Oni Haeroni, memastikan seluruh rangkaian tahapan berjalan lancar.
"Kegiatan hari ini, mulai dari penetapan hingga pengundian nomor urut calon, sudah berjalan. Selanjutnya, para calon menandatangani deklarasi damai dan kesepakatan bersama, kemudian dilanjutkan dengan penetapan daftar pemilih tetap," ujarnya. Selasa (27/10/2026).
Oni merinci, DPT sebanyak 6.149 hak pilih tersebar di 7 rukun warga (RW) dan 29 rukun tetangga (RT). Usai pengundian, para calon diminta segera mensosialisasikan nomor urut kepada masyarakat, termasuk mekanisme pemungutan suara berbasis digital yang akan diterapkan pada Pilkades 2026.
Menurutnya, sosialisasi sistem digital telah dilakukan secara bertahap melalui forum RT/RW dan kegiatan keagamaan dengan melibatkan tokoh masyarakat.
"Selama ini kondisi Desa Cijedil tetap kondusif. Saya juga terus melakukan sosialisasi mengenai pemilihan secara digital, mulai dari tingkat RT dan RW hingga melalui kegiatan-kegiatan keagamaan dengan meminta izin kepada para tokoh agama," katanya.
Sementara itu, Camat Cugenang, Ali Akbar, S.Kom., M.AP., menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak mengingat jumlah pemilih yang besar.
"Jumlah daftar pemilih tetap di Desa Cijedil ini mencapai 6.000 lebih. Ini membutuhkan kerja yang cukup keras. Saya mohon bantuan semua pihak agar pelaksanaan Pilkades berjalan lancar dan tidak terjadi gesekan," ungkapnya.
Ali menilai ketiga calon memiliki peluang yang sama untuk berkompetisi secara demokratis. Ia meminta semua pihak menjaga suasana tetap sejuk, mengedepankan persatuan, serta menghormati proses demokrasi.
Ia menjelaskan, Pilkades kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya pemungutan suara dilakukan secara manual, Pilkades 2026 akan menggunakan sistem digital dengan perangkat tablet dan aplikasi yang disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Terkait kesiapan teknis, Ali mengingatkan panitia agar memperhatikan kelayakan lokasi tempat pemungutan suara (TPS), terutama karena memasuki musim hujan.
"Untuk ketua pelaksana dan anggota, tolong diperhatikan titik-titik yang direncanakan menjadi TPS. Harus dimonitor, jangan sampai ada TPS yang bocor. Jika ditemukan, segera diupayakan perbaikan karena nantinya ada perangkat yang dipasang di tempat-tempat tersebut," jelasnya.
Ia juga mengimbau tokoh masyarakat, ketua RT, dan RW untuk menjalankan peran sesuai ketentuan dan menghindari tindakan yang mencederai demokrasi.
Ali menekankan prinsip kesiapan untuk menang dan kalah harus dipegang teguh oleh seluruh calon.
"Dalam Pilkades ini pasti ada yang terpilih dan ada yang tidak terpilih. Karena itu, kita harus siap menang dan siap kalah. Mari bersama-sama berdoa semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi kegiatan yang diridai Allah SWT," pungkasnya.
Melalui deklarasi damai, para calon berkomitmen mematuhi peraturan perundang-undangan dan ketentuan panitia, menerima hasil pemilihan dengan ikhlas dan berjiwa besar, serta menolak segala bentuk provokasi, kampanye hitam, penyebaran hoaks, dan politik uang.
Reporter: Joy