| Foto: Dok. (Dang Suara Cianjur) CFD Kebun Teh Jadi Magnet Baru UMKM di Perbatasan Warungkondang- Gekbrong |
SUARA CIANJUR | WARUNGKONDANG - Kegiatan pemberdayaan UMKM yang dikemas dalam Car Free Day (CFD) di kawasan perkebunan teh perbatasan Kecamatan Warungkondang dan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang ramai dikunjungi warga setiap akhir pekan.
Secara teritorial, lokasi CFD tersebut berada di titik temu tiga desa, yakni Desa Mekarwangi dan Desa Tegallega di Kecamatan Warungkondang, serta Desa Kebonpeuteuy di Kecamatan Gekbrong. Posisi strategis di tengah hamparan kebun teh dan berada di jalur alternatif menuju Cipanas, membuat kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri.
Sebelum diformalkan sebagai CFD, kawasan tersebut memang telah lama menjadi lokasi persinggahan wisatawan luar kota yang melintas.
Pengelola CFD Kebun Teh Gedeh, Dudi, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak dibentuk secara top-down oleh panitia, melainkan tumbuh secara organik atas inisiatif masyarakat, khususnya para pedagang.
"Keramaian CFD ini baru terjadi sekitar satu bulan terakhir. Sebelumnya, wilayah ini memang sudah menjadi destinasi wisata dadakan bagi warga luar kota yang kebetulan melintas di jalur alternatif ini," ujar Dudi kepada Suara Cianjur, Minggu (25/10/2026).
Ia menambahkan, aktivitas jual-beli kuliner sudah berlangsung setiap hari. Para pedagang kemudian meminta agar kegiatan tersebut diatur secara terorganisir.
| Foto: Dok. (Dang Suara Cianjur) Panitia penyelenggara Car Free Day Kebun Teh Gedeh di perbatasan Warungkondang - Gekbrong |
"Setiap hari memang sudah banyak yang berjualan kuliner di sini. Terbentuknya CFD ini justru atas permintaan para pedagang sendiri agar ada yang mengatur," katanya.
Menurut Dudi, fokus utama pengelolaan saat ini adalah menjaga kondusivitas, keamanan, dan kebersihan lingkungan, mengingat ikon utama kawasan tersebut adalah perkebunan teh.
"Yang paling penting suasananya harus kondusif, aman, dan kebersihan harus dijaga. Jangan sampai ada yang membuang sampah sembarangan, apalagi sampai ke area kebun teh," tegasnya.
Lebih dari sekadar keramaian, Dudi berharap keberadaan CFD tersebut dapat menjadi wadah nyata bagi pelaku usaha kecil untuk mengembangkan usahanya.
"Kegiatan ini setidaknya bisa membantu para pelaku UMKM dan pedagang kecil untuk memasarkan produknya. Mudah-mudahan ke depan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di dua kecamatan ini," ucapnya.
"Intinya kami ingin membangun UMKM, membantu pedagang kecil. Tujuannya ke situ saja," tutup Dudi.
Reporter: Dang