SUARA CIANJUR | SUKANAGARA - Kemarau panjang sejak Juli hingga akhir Oktober 2026 memicu krisis air bersih di Kampung Lingkungsari RT 001 RW 001, Desa Gunungsari, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur.
Kondisi tersebut diperparah letak kampung yang berada di dataran tinggi, sehingga warga kesulitan menjangkau sumber air yang berada di bawah permukiman.
Salah seorang warga, Salma, mengatakan sumber air pegunungan yang selama ini diandalkan warga telah menyusut drastis. Sementara aliran sungai di sekitar kampung juga surut, jaraknya jauh, dan airnya tidak layak konsumsi.
"Sumber air dari pegunungan sudah surut dan hampir kering, walaupun ngalir namun sangat kecil dan tidak bisa mencukupi kebutuhan warga, kalau ke kali selain jauh juga sama airnya surut dan kurang bersih," terang Salma, Selasa (20/10/2026).
Tokoh masyarakat setempat berinisial FN mengungkapkan, warga telah melayangkan surat permohonan bantuan pasokan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur. Namun hingga kini belum terealisasi karena masih menunggu persetujuan pimpinan.
Sambil menunggu bantuan dari BPBD, warga berinisiatif berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Sukanagara.
" Alhamdulilah bisa dikirim air bersih sebanyak 3.500 liter untuk gelombang pertama," tuturnya.
" Kami sudah bersurat ke BPBD, namun belum di ACC, kata mereka butuh persetujuan pimpinan," ucapnya.
Sementara itu, petugas Damkar Sukanagara, Fahri, membenarkan adanya permintaan bantuan tersebut. Ia mengaku menerima telepon dari tokoh warga yang meminta pasokan air bersih, meski tidak untuk dikonsumsi, setidaknya untuk kebutuhan mandi, cuci piring, dan cuci pakaian.
" Siang tadi ada salahsatu tokoh Lingkungsari yang meminta kepada kami untuk dikirim air bersih, kebetulan kami lagi standby dan tidak ada agenda pemadaman, maka kami iya kan," katanya.
Fahri menegaskan pihaknya selalu siap merespons keluhan warga terkait krisis air.
" Kami selalu siap dan sigap dalam merespon keluhan warga, jadi jika esok atau lusa masyarakat butuh air lagi, kami selalu terbuka dan pasti kami layani, apa lagi kami lihat sendiri, dilokasi tersebut memang susah air dan lokasinya berada diketinggian," bebernya.
Reporter: Agus Prabu