Ironi 349 Tahun Cianjur: IPM Juru Kunci se-Jabar, NADI Desak Kadisdikpora Mundur

suaracianjur.com
Oktober 20, 2026 | 22:43 WIB Last Updated 2026-10-20T15:46:01Z
Foto: Dok. (Agus Prabu SC) Ketua NADI, Buana Faghfirly, menyebut usia 349 tahun atau hampir 3,5 abad seharusnya menjadi puncak kematangan daerah dengan sejarah dan warisan yang panjang. Namun, Cianjur masih terjebak sebagai kabupaten tertinggal di Jawa Barat

SUARA CIANJUR | CIANJUR - Di tengah persiapan perayaan hari jadi ke-349 tahun, Kabupaten Cianjur justru mendapat rapor merah. Nalar Advokasi dan Demokrasi Indonesia (NADI) melontarkan kritik keras terhadap Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) yang dinilai gagal mengangkat kualitas sumber daya manusia.

Ketua NADI, Buana Faghfirly, menyebut usia 349 tahun atau hampir 3,5 abad seharusnya menjadi puncak kematangan daerah dengan sejarah dan warisan yang panjang. Namun, Cianjur masih terjebak sebagai kabupaten tertinggal di Jawa Barat.

" Berdasarkan data indek pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Cianjur berada di peringkat ke-27 atau urutan terakhir dari 27 Kota dan Kabupaten yang ada di Jawa Barat," ujar Buana, Selasa (20/10/2026).

Indikator kegagalan tersebut terlihat jelas di sektor pendidikan. Buana mengungkap Rata-rata Lama Sekolah (RLS) warga Cianjur hanya 7,62 tahun atau setara kelas VIII SMP, terendah kedua se-Jawa Barat.

Menurutnya, angka itu ironis karena berbanding terbalik dengan besarnya alokasi anggaran pendidikan yang dikelola Disdikpora.

" Angka tersebut sungguh ironi, karena tidak berbanding lurus dengan anggaran alokasi pendidikan Kabupaten Cianjur, dimana jumlah anggaran yang dialokasikan untuk dinas pendidikan sangatlah besar," terangnya.

Ia bahkan menyinggung adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran tersebut.

" Seharusnya dengan anggaran yang cukup besar ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas pendidikan di Kabupaten Cianjur, namun sangat disayangkan faktanya banyak dugaan penyalahgunaan anggaran didalamnya, seperti jual beli jabatan maupun gratifikasi, belum lagi di Kabupaten Cianjur masih Kekurangan Tenaga Pendidik," sambungnya.

Selain anggaran, krisis guru menjadi bom waktu. Banyak guru memasuki purna tugas, sementara rekrutmen formasi baru minim dan kepastian status guru honorer serta Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di pelosok tak kunjung jelas.

Kondisi itu, kata Buana, berimplikasi langsung pada mutu belajar mengajar dan memicu lonjakan Anak Tidak Sekolah (ATS).

" Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur mencatat angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sepanjang tahun 2026 naik menjadi 41 ribu , angka ini menjadi hal yang sangat memilukan," kata Buana.

Ia pun mempertanyakan peran dan kehadiran Disdikpora selama ini.

" Kami bertanya tanya kemana selama ini kehadiran dan peran serta dinas pendidikan Kabupaten Cianjur? Sejauh mana dinas cianjur mengambil peran? Kenapa dinilai sangat lamban?, sedangkan anggaran yang dialokasikan begitu fantastis," tandasnya.

NADI secara terbuka mendesak Kepala Disdikpora untuk berani mengambil tanggung jawab moral jika tak mampu membenahi carut-marut pendidikan.

" Seandainya kepala dinas pendidikan Kabupaten Cianjur merasa tidak mampu untuk memberikan solusi atas segala carut marut yang selama ini terjadi dalam dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur, kami sarankan dengan segala hormat untuk mundur dari jabatan," ujarnya.

Buana menegaskan, upaya audiensi telah berulang kali ditempuh, termasuk difasilitasi Komisi IV DPRD Cianjur, namun hasilnya nihil.

" Berkali kali kami audiensi bahkan di fasilitasi oleh teman teman DPRD komisi IV, namun realisasinya nihil bahkan terkesan hanya seremonial tanpa esensi yang jelas," ungkapnya.

Jika tak ada evaluasi serius, NADI memastikan akan turun ke jalan bersama elemen pelajar, mahasiswa, dan masyarakat.

" Kami ultimatum Disdikpora Kabupaten Cianjur, jika tidak ada evaluasi serius dalam hal ini , kami pastikan bahwa kami bersama seluruh elemen para pelajar mahasiswa dan juga masyarakat akan menggelar aksi dengan cara turun kejalan," tandasnya.

Reporter: Agus Prabu
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ironi 349 Tahun Cianjur: IPM Juru Kunci se-Jabar, NADI Desak Kadisdikpora Mundur

Trending Now

Iklan